Pernyataan Endipat Soal Dana Bencana dan Wajah Asli Politik Representasi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 10 Desember 2025 - 00:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opini: Adiya Prama Rivaldi Ketua Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau | f. Redaksi

Opini: Adiya Prama Rivaldi Ketua Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau | f. Redaksi

Namun pernyataan Endipat mengindikasikan bahwa kritik, terutama kritik yang viral, dianggap sebagai ancaman yang harus dilawan dengan kekuatan digital pemerintah.

Ini adalah paradigma komunikasi kekuasaan yang usang mengelola persepsi ketimbang memperbaiki kinerja. Padahal, jika penanggulangan bencana negara terbukti efektif, publik tidak akan ragu mengakui. Viral atau tidak, fakta lapangan lebih kuat dari propaganda.

Relawan tidak perlu “dikalahkan”, mereka perlu dirangkul. Mereka bukan kompetitor pemerintah, tetapi jaringan penyelamat yang sering kali mengisi celah yang birokrasi lambat untuk menutup.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Siapa yang Sebenarnya Diwakili?

Dalam kondisi di mana rakyat sedang menderita, wakil rakyat seharusnya berdiri sebagai suara empati, pengawas penggunaan anggaran, dan penghubung kebutuhan daerah dengan pemerintah pusat. Namun pernyataan Endipat justru mengemukakan pertanyaan penting:

Baca Juga:  Everton Football Club: Menelusuri Sejarah Panjang Klub Tertua di Liga Inggris yang Telah Mewarnai Dunia Sepak Bola Sejak 1878

• Apakah ia mewakili aspirasi masyarakat terdampak?

• Ataukah ia mewakili kebutuhan pemerintah untuk memperbaiki citra?

• Mengapa fokusnya adalah narasi publik, bukan validasi lapangan?

• Mengapa relawan menjadi sasaran kritik, bukan sistem penanganan yang harus dievaluasi?

Editorial ini tidak mengadili pribadi. Tetapi sebagai pejabat publik, seorang anggota DPR wajib memahami sensitivitas bencana. Kata-kata memiliki dampak. Dalam tragedi kemanusiaan, retorika kompetitif bukan hanya tidak pantas, tetapi juga mencederai kepercayaan rakyat terhadap wakilnya sendiri.

Baca Juga:  Berbeda Dengan di Ibukota: Warga Pasir Kuning Manfaatkan Hujan Deras untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih

Bencana Bukan Panggung Kekuasaan

Tragedi bukan ruang untuk debat angka. Bukan ajang adu viral. Bukan kompetisi antara relawan dan negara. Bencana adalah ruang moral bagi kemanusiaan untuk bekerja tanpa hierarki.

Pernyataan Endipat menunjukkan betapa jauhnya sebagian pejabat kita dari etika kelembagaan dan nilai dasar solidaritas. Alih-alih merendahkan gotong royong masyarakat, seorang wakil rakyat seharusnya menjadi jembatan, memastikan bahwa anggaran triliunan benar-benar menyentuh rakyat, dan memastikan relawan bekerja dengan dukungan, bukan kecurigaan.

Karena pada akhirnya, sejarah tidak mencatat siapa yang paling banyak bicara.

Sejarah mencatat siapa yang hadir ditengah Kondisi Darurat.

Penulis : Vatawari

Follow WhatsApp Channel ihand.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pinjaman Rp400 Miliar Memanas, JPKP Sindir DPRD Kepri Bungkam Soal Audiensi
Tragedi di Setajam Lingga: Perempuan Tewas Misterius, Polisi Turun Tangan
PKK Lingga Matangkan Kampung CERIA, Lomba Vlog, dan Semarak Hari Posyandu Nasional 2026
Pemkab Lingga Gelar Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30, Tekankan Sinergi dan Inovasi Daerah
Malam Silang Budaya Lingga–Pahang Meriah, Sekda Armia Ajak Pererat Hubungan Serumpun
Sekda Lingga Tegas: Meski Kondisi Keuangan Daerah Seret, Pajak Tak Akan Naik
PAD Lingga Masih Lemah, Sekda Armia Ungkap Sektor Tambang Belum Optimal
Sabar Pasti Dibayar, Sekda Armia Ungkap Fakta di Balik Tunda Bayar
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 12:55 WIB

Pinjaman Rp400 Miliar Memanas, JPKP Sindir DPRD Kepri Bungkam Soal Audiensi

Selasa, 28 April 2026 - 20:07 WIB

Tragedi di Setajam Lingga: Perempuan Tewas Misterius, Polisi Turun Tangan

Selasa, 28 April 2026 - 14:37 WIB

PKK Lingga Matangkan Kampung CERIA, Lomba Vlog, dan Semarak Hari Posyandu Nasional 2026

Senin, 27 April 2026 - 14:14 WIB

Pemkab Lingga Gelar Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30, Tekankan Sinergi dan Inovasi Daerah

Minggu, 26 April 2026 - 14:05 WIB

Malam Silang Budaya Lingga–Pahang Meriah, Sekda Armia Ajak Pererat Hubungan Serumpun

Berita Terbaru

Penemuan jasad wanita di dalam rumah warga Setajam memicu kepanikan, polisi lakukan penyelidikan dan autopsi untuk ungkap penyebab kematian | f. Redaksi

Berita Harian Lingga

Tragedi di Setajam Lingga: Perempuan Tewas Misterius, Polisi Turun Tangan

Selasa, 28 Apr 2026 - 20:07 WIB