PT Pembangunan Selingsing Mandiri Lingga (PSM) menggandeng PT Lingga Tirta Mandiri untuk menghidupkan kembali produksi air minum dalam kemasan yang sempat terhenti sejak 2019.
Ihand.id | • Lingga – Harapan baru bagi peningkatan ekonomi daerah kembali muncul di Kabupaten Lingga. Setelah sempat berhenti beroperasi selama beberapa tahun, PT Pembangunan Selingsing Mandiri (PSM), perusahaan milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Lingga, bersiap menghidupkan kembali produksi air minum dalam kemasan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga, Armia, optimistis langkah tersebut akan menjadi salah satu sumber pendapatan baru yang mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam beberapa tahun ke depan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Armia, operasional produksi air mineral tersebut ditargetkan mulai berjalan pada Agustus 2026. Saat ini berbagai persiapan terus dilakukan, termasuk pemasangan mesin produksi yang telah tiba di Kabupaten Lingga.
“Mesin untuk unit produksi sudah datang ke Kabupaten Lingga. Dalam minggu ini juga akan didatangkan teknisi dari Jakarta untuk melakukan perakitan dan memastikan seluruh peralatan siap digunakan,” ujar Armia, Sabtu (13/6/2026).

Ia menjelaskan, sebelumnya PT PSM pernah memproduksi air minum dalam kemasan pada tahun 2018. Namun usaha tersebut hanya bertahan sekitar satu tahun akibat tingginya biaya produksi dan operasional yang tidak sebanding dengan keuntungan yang diperoleh, sehingga perusahaan mengalami kerugian.
Belajar dari pengalaman tersebut, tahun ini PT PSM menggandeng PT Lingga Tirta Mandiri untuk mengelola dan mengembangkan usaha air mineral secara lebih profesional dan berkelanjutan.
“Kami sangat berterima kasih kepada PT Lingga Tirta Mandiri, perusahaan milik putra daerah Kabupaten Lingga, yang bersedia membantu berinvestasi sekaligus mengelola BUMD ini,” kata Armia.
Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya mampu menghidupkan kembali aktivitas produksi, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat serta memperkuat kemandirian usaha daerah.
Lebih jauh, Armia mengungkapkan bahwa pemasaran produk air mineral nantinya tidak hanya menyasar kebutuhan masyarakat Kabupaten Lingga. Produk tersebut juga direncanakan untuk dipasarkan hingga ke berbagai wilayah di luar daerah.
“Dengan berjalannya produksi air mineral ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan PAD Kabupaten Lingga. Bahkan ke depan, distribusinya tidak hanya untuk Lingga, tetapi juga akan dipasarkan ke luar daerah,” pungkasnya.
Kembalinya aktivitas produksi air mineral milik BUMD ini menjadi sinyal positif bagi upaya pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi usaha daerah. Jika berjalan sesuai rencana, langkah tersebut berpotensi menjadi salah satu motor penggerak ekonomi baru yang mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi Kabupaten Lingga.
Penulis : Ivantri Gustianda




















