Nelson Mandela: Dari Penjara Apartheid ke Panggung Dunia, Ikon Perjuangan dan Perdamaian Abadi

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 8 Februari 2026 - 23:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nelson Mandela | f. Redaksi

Nelson Mandela | f. Redaksi

Perjalanan panjang Nelson Rolihlahla Mandela, simbol perlawanan terhadap apartheid Afrika Selatan yang mengubah dendam menjadi rekonsiliasi dan menorehkan sejarah dunia.

Ihand.id | • Tokoh – Nama Nelson Rolihlahla Mandela tidak hanya tercatat dalam sejarah Afrika Selatan, tetapi juga terpatri kuat dalam ingatan dunia sebagai simbol perjuangan melawan ketidakadilan, rasisme, dan penindasan.

Ia bukan sekadar pemimpin politik, melainkan ikon moral global yang membuktikan bahwa rekonsiliasi dapat mengalahkan kebencian, dan perdamaian bisa lahir dari luka sejarah yang paling dalam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mandela lahir pada 18 Juli 1918 di desa kecil Mvezo, wilayah Transkei, Afrika Selatan. Terlahir dari keluarga bangsawan suku Thembu, Mandela sejak kecil telah dikenalkan pada nilai kepemimpinan dan tanggung jawab sosial.

Nama “Rolihlahla” dalam bahasa Xhosa berarti pembuat onar, sebuah ironi yang kelak berubah menjadi takdir—bukan pembuat kekacauan, melainkan pengguncang sistem ketidakadilan dunia.

Baca Juga:  Pemandian Air Panas Dabo Singkep Jadi Destinasi Wisata Favorit Saat Liburan

Awal Perlawanan terhadap Apartheid

Pada pertengahan abad ke-20, Afrika Selatan berada di bawah sistem apartheid, kebijakan segregasi rasial yang secara sistematis menindas mayoritas penduduk kulit hitam.

Hukum-hukum apartheid membatasi hak politik, ekonomi, dan sosial warga non-kulit putih, menjadikan ketidakadilan sebagai sistem negara.

Nelson Mandela, yang menempuh pendidikan hukum di University of Fort Hare dan University of Witwatersrand, bergabung dengan African National Congress (ANC) pada 1944.

Ia menjadi bagian dari generasi muda yang mendorong perlawanan lebih aktif terhadap apartheid.

Awalnya, Mandela memperjuangkan perubahan melalui aksi damai dan politik konstitusional. Namun, setelah pemerintah apartheid menindak brutal demonstrasi dan menutup ruang demokrasi, Mandela ikut mendirikan sayap militer ANC, Umkhonto we Sizwe, sebagai bentuk perlawanan terakhir terhadap rezim yang menolak keadilan.

Baca Juga:  Pemkab. Lingga Bakal Dirikan Sentra IKM Sagu di Desa Musai

27 Tahun di Penjara: Harga Sebuah Perjuangan

Pada tahun 1962, Mandela ditangkap dan dua tahun kemudian dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dalam Rivonia Trial. Dunia menyaksikan bagaimana seorang pemimpin dikurung bukan karena kejahatan, melainkan karena memperjuangkan kesetaraan.

Selama 27 tahun, Mandela mendekam di balik jeruji besi, sebagian besar di Penjara Robben Island. Ia dipaksa bekerja kasar, dipisahkan dari keluarga, dan hidup dalam pengawasan ketat. Namun, penjara justru menempa Mandela menjadi sosok yang lebih matang secara moral dan spiritual.

Alih-alih menumbuhkan dendam, Mandela membangun keyakinan bahwa kebencian hanya akan melahirkan kebencian baru.

Di balik dinding penjara, ia menyiapkan masa depan Afrika Selatan yang tidak dibangun di atas balas dendam, melainkan rekonsiliasi.

Dari Tahanan Politik ke Presiden

Penulis : Redaksi

Follow WhatsApp Channel ihand.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-21: Awal Pencarian Malam Lailatul Qadar
TP PKK Lingga Salurkan 55 Paket Sembako, Sinergi dengan BPBD Peringati HKG PKK ke-54 di Bulan Ramadan
Bupati Lingga Laksanakan Salat Malam Lailatul Qadar di Masjid Megat Kuning
Peringatan HKG PKK ke-54 di Lingga Diisi Kegiatan Sosial dan Bantuan Sembako
Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-20: Momentum Menyambut Sepuluh Malam Terakhir Penuh Kemuliaan
Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, IRGC Nyatakan Kesetiaan
Apa Itu Malam 7 Likur? Ini Makna, Sejarah, dan Tradisi Melayu Menyambut Lailatul Qadar
Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-19: Waktu Memperbanyak Istighfar dan Amal
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 21:58 WIB

Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-21: Awal Pencarian Malam Lailatul Qadar

Rabu, 11 Maret 2026 - 21:46 WIB

TP PKK Lingga Salurkan 55 Paket Sembako, Sinergi dengan BPBD Peringati HKG PKK ke-54 di Bulan Ramadan

Rabu, 11 Maret 2026 - 21:33 WIB

Bupati Lingga Laksanakan Salat Malam Lailatul Qadar di Masjid Megat Kuning

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:03 WIB

Peringatan HKG PKK ke-54 di Lingga Diisi Kegiatan Sosial dan Bantuan Sembako

Selasa, 10 Maret 2026 - 18:14 WIB

Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-20: Momentum Menyambut Sepuluh Malam Terakhir Penuh Kemuliaan

Berita Terbaru

Memasuki 10 malam terakhir Ramadan, Bupati Lingga mengajak umat Muslim memperbanyak ibadah dan doa untuk meraih keutamaan malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan | f. Diskominfo Lingga

Berita Harian Lingga

Bupati Lingga Laksanakan Salat Malam Lailatul Qadar di Masjid Megat Kuning

Rabu, 11 Mar 2026 - 21:33 WIB

Ketua TP PKK Kabupaten Lingga Maratusholiha Nizar menghadiri peringatan HKG PKK ke-54 tahun 2026 dengan penyaluran 125 paket sembako dan berbagai kegiatan sosial bagi masyarakat | f. Diskominfo Lingga

Berita Harian Lingga

Peringatan HKG PKK ke-54 di Lingga Diisi Kegiatan Sosial dan Bantuan Sembako

Selasa, 10 Mar 2026 - 20:03 WIB