Ali Khamenei: Dari Ulama Muda hingga Pemimpin Tertinggi Iran

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ayatollah Ali Khamenei merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh di Timur Tengah dan dunia Islam | f. Anadolu

Ayatollah Ali Khamenei merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh di Timur Tengah dan dunia Islam | f. Anadolu

Perjalanan Panjang Ayatollah Ali Khamenei Menjadi Tokoh Paling Berpengaruh di Republik Islam Iran

Ihand.id – | • Figur – Ayatollah Ali Khamenei merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh di Timur Tengah dan dunia Islam.

Ia bukan hanya seorang pemimpin politik, tetapi juga pemimpin spiritual tertinggi Republik Islam Iran. Perjalanan hidupnya mencerminkan dinamika panjang revolusi, perjuangan ideologi, serta perubahan besar dalam sejarah Iran modern.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kelahiran dan Latar Belakang Keluarga

Ali Khamenei lahir pada 17 Juli 1939 di Mashhad, kota suci kedua di Iran setelah Qom. Ia berasal dari keluarga ulama sederhana.

Ayahnya, Sayyid Javad Khamenei, dikenal sebagai ulama Syiah yang hidup bersahaja dan menanamkan nilai keagamaan yang kuat kepada anak-anaknya.

Sejak kecil, Ali Khamenei telah akrab dengan kehidupan religius dan tradisi keilmuan Islam. Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membentuk karakter hidup sederhana, disiplin, dan mandiri—nilai yang kelak menjadi ciri kepemimpinannya.

Masa Muda dan Pendidikan Keagamaan

Ali Khamenei menempuh pendidikan agama sejak usia dini di Mashhad sebelum melanjutkan studinya ke Qom, pusat pendidikan Islam Syiah di Iran.

Di sana, ia belajar langsung dari ulama-ulama besar, termasuk Ayatollah Ruhollah Khomeini, tokoh sentral Revolusi Islam Iran.

Baca Juga:  Kapolres Lingga Terpilih Jadi Ketua PELTI Kabupaten Lingga

Selain mendalami ilmu fikih dan teologi Islam, Khamenei dikenal memiliki ketertarikan besar terhadap sastra, filsafat, dan sejarah.

Ia juga aktif menerjemahkan karya-karya Islam ke dalam bahasa Persia, yang menunjukkan kapasitas intelektualnya jauh melampaui peran ulama tradisional.

Keterlibatan dalam Revolusi Islam Iran

Pada dekade 1960–1970-an, Ali Khamenei aktif dalam gerakan oposisi terhadap pemerintahan monarki Shah Mohammad Reza Pahlavi. Aktivitas politiknya membuat ia beberapa kali dipenjara dan diawasi ketat oleh aparat keamanan rezim Shah.

Perjuangannya mencapai puncak saat Revolusi Islam Iran 1979 berhasil menggulingkan monarki dan mendirikan Republik Islam Iran di bawah kepemimpinan Ayatollah Khomeini.

Sejak saat itu, posisi Khamenei semakin strategis dalam struktur pemerintahan baru.

Karier Politik dan Jabatan Presiden Iran

Pasca revolusi, Ali Khamenei dipercaya mengemban berbagai jabatan penting, termasuk sebagai anggota Dewan Revolusi dan perwakilan Imam Khomeini di Dewan Pertahanan Nasional.

Pada tahun 1981, ia terpilih sebagai Presiden Iran, menjadikannya presiden pertama yang berasal dari kalangan ulama. Ia menjabat selama dua periode (1981–1989), di masa yang sangat sulit, terutama saat Iran terlibat dalam Perang Iran–Irak.

Kepemimpinannya dikenal tegas, ideologis, dan berfokus pada penguatan pertahanan nasional serta kemandirian negara.

Baca Juga:  Warga RW 04 Sekop Laut Gelar Permainan Rakyat Memeriahkan HUT RI ke-77

Menjadi Pemimpin Tertinggi Iran

Setelah wafatnya Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1989, Dewan Ahli Iran secara resmi memilih Ali Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran (Supreme Leader).

Jabatan ini menjadikannya otoritas tertinggi negara, baik secara politik maupun keagamaan.

Sebagai Pemimpin Tertinggi, Khamenei memiliki pengaruh luas terhadap:

  • Kebijakan luar negeri Iran
  • Militer dan Garda Revolusi Iran
  • Media nasional
  • Sistem peradilan
  • Arah ideologi negara

Selama lebih dari tiga dekade kepemimpinannya, Iran menghadapi berbagai tekanan internasional, sanksi ekonomi, konflik regional, serta dinamika geopolitik global.

Gaya Kepemimpinan dan Pengaruh Global

Ali Khamenei dikenal sebagai pemimpin yang konsisten dalam mempertahankan ideologi Revolusi Islam.

Ia sering menekankan pentingnya kemandirian nasional, perlawanan terhadap dominasi Barat, serta solidaritas dunia Islam.

Di kancah internasional, sosoknya kerap menjadi sorotan, baik sebagai simbol perlawanan terhadap hegemoni global maupun sebagai figur kontroversial dalam politik Timur Tengah.

Kesimpulan

Perjalanan hidup Ayatollah Ali Khamenei adalah cerminan dari sejarah panjang Iran modern—dari masa penindasan monarki, revolusi besar, hingga dinamika geopolitik global saat ini.

Dari ulama muda di Mashhad hingga menjadi Pemimpin Tertinggi Iran, Khamenei telah mengukir peran besar dalam menentukan arah politik, ideologi, dan masa depan negaranya.

Penulis : Redaksi

Follow WhatsApp Channel ihand.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penataan Parkir Mobil Ekspedisi di Dabo Singkep Mulai Dibahas, Selama Ramadan Dialihkan ke Area Pelabuhan
Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-17: Mengenang Peristiwa Besar Perang Badar
Berbagi Berkah Ramadan, SDN 008 Singkep Bagikan Ratusan Takjil kepada Pengendara
Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-16: Allah Memberi Ketenangan Hati bagi Orang Beriman
Kapolres Lingga Resmikan SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari, Dorong Peningkatan Gizi Masyarakat
BAZNAS Lingga Himbau Penyaluran Zakat Dilakukan 3 Hari Sebelum Idul Fitri Agar Tepat Manfaat
Drone Kamikaze LUCAS Milik AS Ditemukan Utuh di Irak, Diduga Tiruan Drone Iran Shahed-136
Wabup Lingga Koordinasi dengan Kemenhan Bahas Lahan Latihan TNI AL untuk Smelter
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 19:58 WIB

Penataan Parkir Mobil Ekspedisi di Dabo Singkep Mulai Dibahas, Selama Ramadan Dialihkan ke Area Pelabuhan

Sabtu, 7 Maret 2026 - 19:49 WIB

Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-17: Mengenang Peristiwa Besar Perang Badar

Sabtu, 7 Maret 2026 - 19:33 WIB

Berbagi Berkah Ramadan, SDN 008 Singkep Bagikan Ratusan Takjil kepada Pengendara

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:02 WIB

Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-16: Allah Memberi Ketenangan Hati bagi Orang Beriman

Jumat, 6 Maret 2026 - 20:51 WIB

Kapolres Lingga Resmikan SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari, Dorong Peningkatan Gizi Masyarakat

Berita Terbaru