Sisi Gelap Lapas Dabo Singkep: Dugaan Pungli, Judi hingga Prostitusi

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 4 September 2025 - 16:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Dabo Singkep | f. Wandy

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Dabo Singkep | f. Wandy

Mantan napi bongkar praktik gelap di Lapas Kelas III Dabo Singkep, mulai dari pungutan liar, perjudian, hingga prostitusi. Kepala Lapas angkat suara bantah tuduhan tersebut.

Ihand.id – Lingga – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Dabo Singkep kembali menjadi sorotan setelah muncul dugaan adanya praktik pungutan liar (pungli), perjudian, hingga prostitusi di dalam lingkungan lapas.

Informasi ini diungkapkan oleh salah seorang mantan narapidana yang pernah menjalani masa hukuman di lapas tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut pengakuan sumber, terdapat lapak khusus untuk bermain judi di dalam lapas. Namun, napi yang ingin ikut serta harus menyetor uang pelicin dengan nominal mencapai Rp1 juta hingga Rp1,5 juta setiap kali bermain.

Baca Juga:  Humanis di Tengah Ricuh, Prajurit Marinir Redam Massa Dengan Pendekatan Persuasif

Judi tersebut diduga dikoordinir oleh napi tertentu yang mendapat kepercayaan dari pimpinan lapas.

Selain biaya awal, para pemain juga dikenakan pungutan tambahan yang disebut “uang tong”. Dana itu dikumpulkan dari seluruh pemain, lalu diserahkan melalui orang kepercayaan kepada kepala lapas.

“Setiap permainan selalu ada uang tong yang diserahkan,” ujar mantan napi itu, Rabu (3/9/2025).

Lebih jauh, narasumber juga menuturkan bahwa pungli menjadi beban besar bagi napi. Mulai dari pemilihan kamar, kebutuhan sehari-hari, hingga urusan kecil lainnya, semua harus ditebus dengan uang.

Napi yang tidak patuh disebut bisa mendapat perlakuan tidak manusiawi, seperti dihukum sewenang-wenang, bahkan pernah disiram air septiktank atau dipukuli.

Baca Juga:  Hari Raya Idul Adha 1446 H: Diskominfo Lingga Serukan Semangat Kurban, Pererat Silaturahmi serta Bangun Kehidupan yang Harmonis

Tak berhenti di situ, mantan napi ini juga mengaku pernah dipindahkan ke lapas lain karena menolak mengikuti instruksi memilih salah satu caleg tertentu.

“Instruksi datang langsung dari kepala lapas. Karena saya menolak, akhirnya dipindahkan,” bebernya.

Yang lebih mengejutkan, narasumber menyingkap adanya praktik prostitusi di dalam lapas. Disebutkan, napi bisa “memenuhi kebutuhan biologis” dengan tarif Rp3,5 juta per kunjungan.

Fasilitas ini bisa diakses baik bersama pasangan resmi, istri, maupun pekerja seks komersial (PSK) melalui jalur khusus dan ruangan yang disiapkan dari pagi hingga sore.

Penulis : Cahyo Aji

Follow WhatsApp Channel ihand.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tragedi di Setajam Lingga: Perempuan Tewas Misterius, Polisi Turun Tangan
PKK Lingga Matangkan Kampung CERIA, Lomba Vlog, dan Semarak Hari Posyandu Nasional 2026
Pemkab Lingga Gelar Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30, Tekankan Sinergi dan Inovasi Daerah
Malam Silang Budaya Lingga–Pahang Meriah, Sekda Armia Ajak Pererat Hubungan Serumpun
Sekda Lingga Tegas: Meski Kondisi Keuangan Daerah Seret, Pajak Tak Akan Naik
PAD Lingga Masih Lemah, Sekda Armia Ungkap Sektor Tambang Belum Optimal
Sabar Pasti Dibayar, Sekda Armia Ungkap Fakta di Balik Tunda Bayar
Proyek Jembatan Marok Kecil Rugikan Negara Ratusan Juta, Jaksa Tuntut 4 Terdakwa
Berita ini 100 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 20:07 WIB

Tragedi di Setajam Lingga: Perempuan Tewas Misterius, Polisi Turun Tangan

Selasa, 28 April 2026 - 14:37 WIB

PKK Lingga Matangkan Kampung CERIA, Lomba Vlog, dan Semarak Hari Posyandu Nasional 2026

Senin, 27 April 2026 - 14:14 WIB

Pemkab Lingga Gelar Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30, Tekankan Sinergi dan Inovasi Daerah

Minggu, 26 April 2026 - 14:05 WIB

Malam Silang Budaya Lingga–Pahang Meriah, Sekda Armia Ajak Pererat Hubungan Serumpun

Sabtu, 25 April 2026 - 15:10 WIB

Sekda Lingga Tegas: Meski Kondisi Keuangan Daerah Seret, Pajak Tak Akan Naik

Berita Terbaru

Penemuan jasad wanita di dalam rumah warga Setajam memicu kepanikan, polisi lakukan penyelidikan dan autopsi untuk ungkap penyebab kematian | f. Redaksi

Berita Harian Lingga

Tragedi di Setajam Lingga: Perempuan Tewas Misterius, Polisi Turun Tangan

Selasa, 28 Apr 2026 - 20:07 WIB

Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga, H. Armia | f. Diskominfo Lingga

Berita Harian Lingga

Sekda Lingga Tegas: Meski Kondisi Keuangan Daerah Seret, Pajak Tak Akan Naik

Sabtu, 25 Apr 2026 - 15:10 WIB