Produk UMKM dan Tenun Lingga Laris Manis di STQH Kepri 2025: Bukti Nyata Komitmen Disperindagkop Lingga Majukan Potensi Daerah

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 22 Juni 2025 - 12:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Produk UMKM dan Tenun Lingga Laris Manis di STQH Kepri 2025: Bukti Nyata Komitmen Disperindagkop Lingga Majukan Potensi Daerah

Produk UMKM dan Tenun Lingga Laris Manis di STQH Kepri 2025: Bukti Nyata Komitmen Disperindagkop Lingga Majukan Potensi Daerah

“Bazar STQH ini menjadi ajang pembuktian bahwa produk lokal kita tidak hanya punya nilai budaya tinggi, tapi juga nilai ekonomi yang besar,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Disperindagkop UMKM Lingga, Susi Yenti, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dekranasda Kabupaten Lingga, turut mengapresiasi antusiasme masyarakat dan pengunjung bazar.

Ia menuturkan bahwa semua produk yang dipamerkan ludes terjual dalam waktu singkat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Produk tenun seperti Tudung Manto dan Tudung Saji yang kita bawa habis tak bersisa. Begitu juga dengan produk unggulan UMKM seperti Dodol Dabo, Terasi Dabo, Lampam Dabo, dan Kerupuk Rota. Alhamdulillah, semua sangat diminati,” ungkap Susi Yenti.

Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi yang kuat antara Disperindagkop dan Dekranasda Kabupaten Lingga.

Baca Juga:  Nadiem Makarim Resmi Tersangka Kasus Korupsi Chromebook Rp1,9 Triliun

“Kami selalu berupaya hadir pada setiap momentum besar yang bisa menjadi panggung strategis untuk mempromosikan produk daerah. Ini adalah bukti bahwa Lingga punya potensi luar biasa,” katanya penuh semangat.

Partisipasi aktif Disperindagkop UMKM Lingga dalam kegiatan Bazar STQH Kepri ini merupakan bagian dari program besar dalam meningkatkan daya saing UMKM lokal, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.

Baca Juga:  Dinkes Lingga Gelar Rapat Internal Analisis Pencegahan Stunting

Selain meningkatkan pendapatan pelaku usaha kecil, kegiatan seperti ini juga memperkuat identitas budaya melalui promosi produk tenun dan kerajinan khas Lingga.

Melalui semangat kolaborasi dan kerja nyata, Pemerintah Kabupaten Lingga menunjukkan keseriusan dalam mendukung geliat ekonomi kerakyatan.

Produk lokal bukan lagi sekadar buah tangan daerah, tapi menjadi bagian penting dari wajah ekonomi masa depan Lingga yang berdaya saing tinggi.

Penulis : Ivantri Gustianda

Follow WhatsApp Channel ihand.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejari Lingga Ajukan Banding Kasus Jembatan Marok Kecil
Ketika Semangka Jadi Harapan Baru Lingga: Sinergi Pemkab dan TNI Bangun Kedaulatan Pangan
Bukan Sekadar Bersih-Bersih, YKI Lingga Siapkan “Rumah Harapan” untuk Perjuangan Melawan Kanker
Lingga Pilih Lawan DBD dengan Cara Berbeda, Gerakan Serentak Ini Bikin Warga Tersentuh
Lingga Jadi Penyumbang Terbesar Kepri, 170 Posyandu Aktif Semarakkan Hari Posyandu Nasional 2026
PAD Lingga Terhambat? DPRD Kepri Soroti Lambatnya Kajian HPM Pasir Kuarsa
Kajari Lingga Pimpin Audiensi Massa Aliansi Pemuda Kabupaten Lingga
Pemkab Lingga Gelar Rapat Persiapan Pendataan Calon Peserta Didik Sekolah Rakyat
Berita ini 154 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:00 WIB

Kejari Lingga Ajukan Banding Kasus Jembatan Marok Kecil

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:05 WIB

Ketika Semangka Jadi Harapan Baru Lingga: Sinergi Pemkab dan TNI Bangun Kedaulatan Pangan

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:41 WIB

Bukan Sekadar Bersih-Bersih, YKI Lingga Siapkan “Rumah Harapan” untuk Perjuangan Melawan Kanker

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:03 WIB

Lingga Pilih Lawan DBD dengan Cara Berbeda, Gerakan Serentak Ini Bikin Warga Tersentuh

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:17 WIB

Lingga Jadi Penyumbang Terbesar Kepri, 170 Posyandu Aktif Semarakkan Hari Posyandu Nasional 2026

Berita Terbaru

Kejari Lingga resmi mengajukan banding atas putusan bebas kasus dugaan korupsi pembangunan Jembatan Marok Kecil | f. Redaksi

Berita Harian Lingga

Kejari Lingga Ajukan Banding Kasus Jembatan Marok Kecil

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:00 WIB