Gerakan PSN 3M Plus digelar serentak di rumah sakit, puskesmas hingga lingkungan masyarakat demi mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Lingga.
Ihand.id | • Lingga – Ada yang berbeda dari langkah yang dilakukan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Lingga dalam menghadapi ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD).

Tidak hanya mengandalkan fogging, Dinkes Lingga kini memilih bergerak langsung bersama masyarakat melalui Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara serentak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan gotong royong itu dilaksanakan di seluruh rumah sakit, puskesmas hingga pustu yang ada di Kabupaten Lingga, Rabu (13/5/2026).

Gerakan tersebut mengusung metode PSN 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD.
Kepala DKPPKB Lingga, dr. Bukit Tua Rayanto Gultom menegaskan, langkah pencegahan jauh lebih efektif dibanding hanya mengandalkan pengasapan atau fogging semata.
“PSN ini merupakan langkah pencegahan DBD yang paling efektif, tentunya dengan cara menghilangkan tempat berkembang biaknya nyamuk,” ujar dr. Bukit.
Tak hanya melibatkan tenaga kesehatan, gerakan tersebut juga menggandeng berbagai unsur lintas sektor, mulai dari pihak kecamatan, Dinas Lingkungan Hidup, TNI-Polri hingga masyarakat.
Kolaborasi itu dilakukan agar kesadaran menjaga kebersihan lingkungan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi budaya hidup sehari-hari di tengah masyarakat.
“Harapannya kegiatan Germas Gotong Royong ini menjadi agenda rutin bersama masyarakat agar perilaku hidup bersih dan sehat terus terjaga,” katanya.
Menurut dr. Bukit, kesehatan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia mengimbau warga lebih peduli terhadap kondisi lingkungan rumah dan sekitarnya.
“Kesehatan dan kebersihan lingkungan itu tanggung jawab kita bersama. Jadi kami menghimbau seluruh elemen masyarakat menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya,” tuturnya.
Salah seorang warga Dabo, Eko (36), mengaku bangga dengan gerakan serentak yang dilakukan Dinkes Lingga bersama masyarakat tersebut.
Menurutnya, langkah nyata seperti ini membuat warga merasa lebih tenang dan semakin sadar pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
“Kami merasa senang dan bangga karena pemerintah benar-benar turun langsung bersama masyarakat. Kekhawatiran kami terhadap bahaya demam berdarah jadi jauh berkurang,” ungkap Eko.
Ia berharap kegiatan serupa terus dilakukan secara rutin agar lingkungan tetap bersih dan masyarakat semakin peduli terhadap ancaman penyakit yang disebabkan nyamuk.
Gerakan serentak tersebut menjadi pesan kuat bahwa melawan DBD tidak cukup hanya dengan fogging, tetapi membutuhkan kepedulian bersama untuk menjaga lingkungan tetap bersih, aman, dan sehat.
Penulis : Ivantri Gustianda




















