Kapal Kargo Thailand Diserang di Selat Hormuz, Ketegangan Kawasan Meningkat

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 12 Maret 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal kargo Thailand diserang di Selat Hormuz dekat Oman. Sebanyak 23 awak berada di kapal, 20 berhasil diselamatkan. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan Iran, Amerika Serikat, dan Israel | f. Redaksi

Kapal kargo Thailand diserang di Selat Hormuz dekat Oman. Sebanyak 23 awak berada di kapal, 20 berhasil diselamatkan. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan Iran, Amerika Serikat, dan Israel | f. Redaksi

23 awak kapal berada di atas kapal Mayuree Naree Bangkok saat insiden terjadi. Sebanyak 20 orang berhasil diselamatkan, sementara penyelidikan internasional masih berlangsung.

Ihand.id | • Internasional – Ketegangan di kawasan Teluk Persia kembali meningkat setelah sebuah kapal kargo berbendera Thailand dilaporkan mengalami serangan saat melintas di jalur strategis Selat Hormuz.

Jalur pelayaran ini dikenal sebagai salah satu rute distribusi energi paling vital di dunia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapal kargo bernama Mayuree Naree Bangkok dilaporkan terkena serangan ketika berada di perairan dekat Oman.

Kapal tersebut sebelumnya berangkat dari Dubai sebelum mencoba melintasi Selat Hormuz menuju tujuan pelayaran berikutnya.

Kepala Staf Angkatan Laut Kerajaan Thailand, Thadawut Thatpitakkul, menyampaikan bahwa pihak Angkatan Laut menerima laporan mengenai serangan terhadap kapal komersial Thailand tersebut saat melintas di jalur pelayaran internasional itu.

Baca Juga:  Temui Kepala PLN, Wakil Bupati Lingga Minta Prioritaskan Listrik 24 Jam di Senayang dan Posek

Menurutnya, personel Angkatan Laut Thailand yang ditempatkan di Manama, Bahrain segera berkoordinasi dengan otoritas maritim di Oman untuk memberikan bantuan kepada para awak kapal.

Informasi awal yang diterima menyebutkan bahwa sebanyak 20 awak kapal berhasil diselamatkan setelah insiden terjadi.

Sementara itu, tiga awak lainnya masih berada di atas kapal ketika proses penanganan berlangsung.

Secara keseluruhan, terdapat 23 awak kapal yang berada di dalam kapal kargo tersebut saat insiden terjadi.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah ada korban luka dalam peristiwa tersebut.

Meski demikian, laporan awal menyebutkan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Sejumlah sumber yang berafiliasi dengan Iran menyebutkan bahwa kapal tersebut kemungkinan terkena serangan drone boat berpemandu.

Serangan itu diduga terjadi setelah kapal tersebut dianggap mengabaikan peringatan yang dikeluarkan agar kapal komersial tidak melintas di Selat Hormuz di tengah situasi konflik yang memanas.

Baca Juga:  Demo Indonesia Gelap: Aliansi Mahasiswa Tanjungpinang-Bintan Tuntut Langkah Konkret DPRD Kepri

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah, terutama setelah konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel memicu kekhawatiran akan meluasnya dampak perang ke jalur perdagangan internasional.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran yang sangat strategis bagi perdagangan global. Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia setiap hari melewati jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut.

Karena itu, setiap insiden keamanan yang terjadi di kawasan ini selalu memicu kekhawatiran global, terutama terkait stabilitas pasokan energi dan kelancaran perdagangan internasional.

Hingga kini, otoritas maritim internasional masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut serta mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas serangan terhadap kapal kargo Thailand tersebut.

Penulis : Qadaffa

Follow WhatsApp Channel ihand.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hakim Turun ke Lapangan, Fakta Kasus Jembatan Marok Kecil Mulai Terkuak
Cabai Tak Lagi “Pedas di Kantong”! Gerakan Pemuda Pancasila Lingga Menggebrak Lewat Panen Perdana
DPRD Lingga Turun Tangan! Lahan Sagu Pekaka Digusur, PT CSA Diminta Bertanggung Jawab
Isu THR ASN Lingga Viral, Wabup Novrizal Pastikan Segera Dicairkan April Ini
Gotong Royong Serentak di Singkep Barat, Fokus Bersihkan Drainase dan Cegah Kecelakaan
Bukan Berkas Perkara, Tapi Umpan dan Gol: Kejari Lingga dan Jurnalis Dabo Singkep Bangun Keakraban Lewat Fun Futsal
Bangga! Pemkab Lingga Diganjar Penghargaan IPKD Saat Musrenbang Kepri 2026
Feby Sarianty Novrizal Hadiri Khataman Al-Qur’an dan Pengukuhan BKMT Singkep 2026–2031
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 18:43 WIB

Hakim Turun ke Lapangan, Fakta Kasus Jembatan Marok Kecil Mulai Terkuak

Jumat, 10 April 2026 - 10:09 WIB

Cabai Tak Lagi “Pedas di Kantong”! Gerakan Pemuda Pancasila Lingga Menggebrak Lewat Panen Perdana

Selasa, 7 April 2026 - 16:34 WIB

DPRD Lingga Turun Tangan! Lahan Sagu Pekaka Digusur, PT CSA Diminta Bertanggung Jawab

Selasa, 7 April 2026 - 15:50 WIB

Isu THR ASN Lingga Viral, Wabup Novrizal Pastikan Segera Dicairkan April Ini

Selasa, 7 April 2026 - 15:21 WIB

Gotong Royong Serentak di Singkep Barat, Fokus Bersihkan Drainase dan Cegah Kecelakaan

Berita Terbaru

Hakim PN Tanjungpinang turun langsung ke lokasi kasus Jembatan Marok Kecil. Kejari Lingga memastikan pengujian fakta untuk mengungkap dugaan korupsi | f. Wandy

Hukum dan Kriminal

Hakim Turun ke Lapangan, Fakta Kasus Jembatan Marok Kecil Mulai Terkuak

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:43 WIB

Wakil Bupati Lingga, Novrizal | f. Diskominfo Lingga

Berita Harian Lingga

Isu THR ASN Lingga Viral, Wabup Novrizal Pastikan Segera Dicairkan April Ini

Selasa, 7 Apr 2026 - 15:50 WIB