Dari Satu Pohon Jadi Harapan: Cara Sederhana Disperindagkop UKM Lingga Jaga Masa Depan Pangan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 April 2026 - 14:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Disperindagkop UKM Lingga tanam 52 pohon kates dengan melibatkan seluruh pegawai. Langkah sederhana ini menjadi simbol harapan besar dalam menjaga ketahanan pangan daerah | f. Wandy

Disperindagkop UKM Lingga tanam 52 pohon kates dengan melibatkan seluruh pegawai. Langkah sederhana ini menjadi simbol harapan besar dalam menjaga ketahanan pangan daerah | f. Wandy

Seluruh pegawai turun tangan langsung, menanam dan merawat pohon kates sebagai simbol harapan dan komitmen menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Lingga.

Ihand.id | • Lingga – Di tengah berbagai tantangan pangan yang kian nyata, sebuah langkah sederhana justru lahir dengan makna yang begitu dalam.

Disperindagkop UKM Lingga tanam 52 pohon kates dengan melibatkan seluruh pegawai. Langkah sederhana ini menjadi simbol harapan besar dalam menjaga ketahanan pangan daerah | f. Wandy
Disperindagkop UKM Lingga tanam 52 pohon kates dengan melibatkan seluruh pegawai. Langkah sederhana ini menjadi simbol harapan besar dalam menjaga ketahanan pangan daerah | f. Wandy

Bukan proyek besar, bukan pula seremoni tanpa arti. Hanya sebuah aksi menanam namun menyimpan harapan besar bagi masa depan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Lingga menanam 52 pohon kates. Jumlahnya mungkin terlihat kecil. Namun di balik angka itu, ada komitmen yang dibagi rata, satu pohon untuk satu pegawai, satu tanggung jawab untuk satu harapan.

Tak ada yang berdiri di pinggir. Tak ada yang sekadar menyaksikan. Semua turun ke tanah, menyentuh langsung proses kehidupan, menanam, merawat, dan menunggu tumbuhnya masa depan.

Baca Juga:  Resmi, Nizar - Novrizal Menang Telak Pilkada Lingga 2024

Kepala Disperindagkop UKM Lingga, Febrizal Taupik, menegaskan bahwa ini bukan sekadar kegiatan seremonial yang akan dilupakan begitu saja. Lebih dari itu, ini adalah proses belajar, belajar memahami arti ketahanan pangan dari akar yang paling dasar.

“Setiap staf harus tahu bagaimana menanam dan merawat. Karena dari situlah kita belajar menjaga keberlanjutan,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Di balik tanah yang digemburkan dan bibit yang ditanam, tersimpan kekhawatiran yang nyata, tentang keberlanjutan komoditas lokal. Taupik tak ingin apa yang sudah mulai dirintis justru terhenti di tengah jalan.

Sebelumnya, Disperindagkop UKM Lingga juga telah mengembangkan cabai rawit. Dan langkah ini bukan akhir, melainkan awal dari gerakan yang lebih luas, menanam lebih banyak, menjaga lebih lama, dan memastikan pangan tetap tersedia.

Sebab yang mereka hadapi bukan sekadar soal hari ini, tapi masa depan.

Program ini juga terhubung langsung dengan kebutuhan bahan baku untuk program MBG di Kabupaten Lingga. Ketersediaan kates bukan lagi sekadar hasil pertanian biasa, tetapi menjadi bagian penting dari rantai pasokan pangan yang harus terus hidup.

Baca Juga:  Cabai Tak Lagi “Pedas di Kantong”! Gerakan Pemuda Pancasila Lingga Menggebrak Lewat Panen Perdana

“Jangan sampai terputus. Karena ke depan, kates ini akan sangat dibutuhkan di dapur-dapur MBG,” tegasnya.

Di sinilah makna sesungguhnya terasa bahwa satu pohon bukan hanya soal tumbuhan. Ia adalah simbol ketahanan. Ia adalah harapan yang ditanam hari ini untuk memastikan tidak ada kekosongan esok hari.

Langkah ini mungkin tampak kecil. Namun sejarah sering kali dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan dengan kesungguhan.

Dan di Lingga, dari 52 pohon kates yang ditanam dengan tangan-tangan penuh harapan, sebuah pesan kuat sedang tumbuh: bahwa menjaga pangan adalah tanggung jawab bersama dan masa depan bisa dimulai dari satu pohon.

Penulis : Ivantri Gustianda

Follow WhatsApp Channel ihand.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kajari Lingga Pimpin Audiensi Massa Aliansi Pemuda Kabupaten Lingga
Pemkab Lingga Gelar Rapat Persiapan Pendataan Calon Peserta Didik Sekolah Rakyat
Pemkab Lingga dan BP Batam Bahas Pemanfaatan Air Baku Sungai Jelutung untuk Pengembangan Infrastruktur
Exit Meeting BPK RI Digelar di Daik Lingga, Pemkab Lingga Tegaskan Komitmen Tata Kelola Keuangan Transparan
Ajang Duta GenRe Lingga 2026 Cetak Remaja Inspiratif untuk Indonesia Emas 2045
Kerugian Negara Rp738 Juta, Terdakwa Kasus Jembatan Marok Kecil Justru Divonis Bebas
Diskominfo Lingga Dorong Desa Lebih Digital, Pengelolaan Website Desa Kini Jadi Sorotan
Beredar Kabar Pemeriksaan Pejabat Lingga, Kejari: Informasi Itu Tidak Benar
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 14:04 WIB

Kajari Lingga Pimpin Audiensi Massa Aliansi Pemuda Kabupaten Lingga

Senin, 11 Mei 2026 - 13:56 WIB

Pemkab Lingga Gelar Rapat Persiapan Pendataan Calon Peserta Didik Sekolah Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:31 WIB

Pemkab Lingga dan BP Batam Bahas Pemanfaatan Air Baku Sungai Jelutung untuk Pengembangan Infrastruktur

Sabtu, 9 Mei 2026 - 20:01 WIB

Exit Meeting BPK RI Digelar di Daik Lingga, Pemkab Lingga Tegaskan Komitmen Tata Kelola Keuangan Transparan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:53 WIB

Ajang Duta GenRe Lingga 2026 Cetak Remaja Inspiratif untuk Indonesia Emas 2045

Berita Terbaru

Kajari Lingga Rully Afandi memimpin audiensi bersama Aliansi Pemuda Kabupaten Lingga terkait dugaan THR belum dibayarkan dan indikasi penyimpangan di lingkungan Pemkab Lingga | f. Redaksi

Berita Harian Lingga

Kajari Lingga Pimpin Audiensi Massa Aliansi Pemuda Kabupaten Lingga

Senin, 11 Mei 2026 - 14:04 WIB

Pemerintah Kabupaten Lingga sukses menggelar Pemilihan Duta GenRe 2026 secara daring. Aan Pramansyah dan Josevia Natanya Ambar Ginting terpilih sebagai Juara I dan siap mewakili Lingga ke tingkat Provinsi Kepri | f. Diskominfo Lingga

Berita Harian Lingga

Ajang Duta GenRe Lingga 2026 Cetak Remaja Inspiratif untuk Indonesia Emas 2045

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:53 WIB