Sejarah Nottingham Forest: Raja Eropa Dua Kali

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nottingham Forest fc | f. Redaksi

Nottingham Forest fc | f. Redaksi

Nottingham Forest merupakan salah satu klub sepak bola tertua dan paling bersejarah di Inggris. Berdiri sejak tahun 1865, klub ini memiliki kisah luar biasa dari tim biasa menjadi juara Eropa dua kali berturut-turut, sebuah pencapaian langka dalam sejarah sepak bola dunia.

Ihand.id | • Sepakbola – Di antara deretan klub besar sepak bola Inggris, nama Nottingham Forest memiliki tempat yang sangat istimewa. Klub yang berbasis di kota Nottingham, Inggris, ini bukan sekadar tim sepak bola biasa.

Forest adalah salah satu klub tertua di dunia, pemilik sejarah panjang yang dipenuhi kejayaan, keterpurukan, hingga kebangkitan yang menginspirasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yang membuat Nottingham Forest begitu unik adalah fakta bahwa mereka menjadi salah satu sedikit klub dalam sejarah yang mampu menjuarai kompetisi Eropa lebih banyak daripada gelar liga domestik. Prestasi luar biasa ini membuat Forest dikenang sebagai legenda sepak bola dunia.

Awal Berdiri: Lahir pada Tahun 1865

Nottingham Forest didirikan pada tahun 1865, menjadikannya salah satu klub sepak bola profesional tertua di dunia yang masih eksis hingga saat ini. Klub ini lahir dari sebuah kelompok anggota klub olahraga bernama Nottingham Forest Football Club di kota Nottingham, Inggris.

Nama “Forest” berasal dari kawasan Forest Recreation Ground, sebuah area terbuka di Nottingham tempat para pendiri klub sering berkumpul dan berolahraga.

Pada masa awal berdirinya, sepak bola modern belum memiliki aturan baku seperti saat ini. Bahkan, Nottingham Forest termasuk klub yang turut berkontribusi dalam pengembangan aturan permainan sepak bola modern.

Dalam sejarahnya, Forest dikenal sebagai salah satu pelopor penggunaan kostum berwarna merah. Menariknya, warna merah Nottingham Forest bahkan diyakini menginspirasi klub Arsenal pada akhir abad ke-19 setelah Forest menyumbangkan perlengkapan sepak bola kepada klub London tersebut.

Bergabung dengan Kompetisi Profesional

Perkembangan sepak bola Inggris yang semakin pesat membuat Nottingham Forest bergabung ke dalam sistem kompetisi profesional.

Pada tahun 1888, Liga Sepak Bola Inggris atau English Football League dibentuk. Meski tidak menjadi anggota pendiri, Forest kemudian bergabung pada tahun 1892.

Kesuksesan besar pertama klub datang pada tahun 1898, ketika Nottingham Forest menjuarai FA Cup setelah mengalahkan Derby County dengan skor 3-1 di final. Gelar ini menjadi tonggak penting dalam sejarah klub dan membuktikan bahwa Forest telah berkembang menjadi kekuatan sepak bola Inggris.

Selama beberapa dekade berikutnya, Nottingham Forest menjalani perjalanan yang naik turun. Mereka beberapa kali promosi dan degradasi, namun tetap menjadi bagian penting dari lanskap sepak bola Inggris.

Baca Juga:  Empat Orang Jurnalis Lingga Lulus Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) Yang Digelar IJTI di Batam

Era Kegelapan dan Kedatangan Brian Clough

Memasuki era 1970-an, Nottingham Forest justru mengalami masa sulit. Klub terpuruk di divisi bawah dan kehilangan identitasnya sebagai tim besar. Namun, semuanya berubah drastis ketika pelatih legendaris Brian Clough datang pada Januari 1975 bersama asistennya, Peter Taylor.

Kedatangan Clough menjadi titik balik terbesar dalam sejarah klub.

Brian Clough dikenal sebagai sosok karismatik, kontroversial, tetapi jenius dalam meracik tim. Dengan dukungan Peter Taylor yang piawai menemukan bakat pemain, Forest mulai membangun fondasi menuju kejayaan.

Hanya dalam beberapa tahun, mereka berhasil membawa Nottingham Forest promosi ke divisi utama Inggris pada musim 1976–77.

Tak ada yang menyangka bahwa apa yang terjadi setelah itu akan menjadi salah satu kisah paling luar biasa dalam sejarah sepak bola dunia.

Keajaiban Musim 1977–78: Juara Liga Inggris

Setelah promosi ke kasta tertinggi, Nottingham Forest langsung menciptakan sensasi. Pada musim 1977–78, mereka menjuarai liga utama Inggris, mengungguli klub-klub besar seperti Liverpool, Manchester United, dan Arsenal.

Prestasi ini sangat luar biasa karena Forest baru saja promosi dari divisi kedua. Hingga kini, mereka menjadi salah satu dari sedikit klub yang mampu menjuarai liga pada musim pertamanya setelah promosi.

Pada musim yang sama, Forest juga memenangkan Football League Cup, memperkuat status mereka sebagai kekuatan baru sepak bola Inggris.

Menaklukkan Eropa Dua Kali Beruntun

Puncak kejayaan Nottingham Forest terjadi pada akhir 1970-an dan awal 1980-an.

Juara Piala Champions Eropa 1979

Pada musim 1978–79, Nottingham Forest tampil di ajang European Cup, kompetisi yang kini dikenal sebagai Liga Champions UEFA.

Di bawah arahan Brian Clough, Forest membuat kejutan besar dengan menyingkirkan juara bertahan Liverpool sebelum melaju ke final.

Di partai puncak yang berlangsung di Olympiastadion Munich, mereka mengalahkan Malmö FF dengan skor 1-0 berkat gol dari Trevor Francis.

Nottingham Forest resmi menjadi juara Eropa untuk pertama kalinya.

Juara Bertahan Tahun 1980

Hebatnya, Forest tidak berhenti di situ. Pada musim berikutnya, mereka kembali mencapai final dan mengalahkan Hamburger SV dengan skor 1-0 di Santiago Bernabéu Stadium.

Kemenangan tersebut membuat Nottingham Forest meraih dua gelar Piala Champions Eropa secara beruntun pada tahun 1979 dan 1980.

Hingga kini, pencapaian itu menjadikan Nottingham Forest sebagai salah satu klub paling sukses dalam sejarah kompetisi Eropa.

Baca Juga:  Brighton & Hove Albion: Lika-Liku Panjang Klub Pantai Selatan Inggris Menuju Panggung Eropa

Era Pasca Clough dan Kemunduran Klub

Kejayaan Forest perlahan meredup setelah dekade 1980-an. Meski tetap kompetitif dan menambah trofi domestik seperti League Cup, klub mulai kehilangan dominasinya.

Pada tahun 1993, Brian Clough pensiun setelah hampir dua dekade mengabdi. Kepergian sang legenda menjadi awal masa sulit bagi klub.

Tak lama setelah pensiunnya Clough, Nottingham Forest terdegradasi dari kasta tertinggi sepak bola Inggris. Meski sempat kembali promosi di bawah pelatih Frank Clark, performa klub tidak lagi stabil.

Memasuki abad ke-21, Forest bahkan sempat terpuruk hingga divisi ketiga Inggris atau League One. Situasi ini sangat kontras dengan status mereka sebagai juara Eropa dua kali.

Kebangkitan dan Kembali ke Liga Primer Inggris

Setelah puluhan tahun berjuang, momen kebangkitan akhirnya datang pada musim 2021–22 di bawah pelatih Steve Cooper.

Nottingham Forest berhasil memenangkan babak play-off Championship dan memastikan promosi ke Premier League setelah absen selama 23 tahun.

Kembalinya Forest ke Premier League disambut antusias oleh para pendukung setia mereka. Stadion kebanggaan klub, City Ground, kembali menjadi saksi atmosfer sepak bola kelas dunia.

Bagi banyak penggemar, promosi ini bukan sekadar kembali ke kasta tertinggi, tetapi juga simbol kebangkitan klub bersejarah yang pernah menguasai Eropa.

Warisan Besar Nottingham Forest

Nottingham Forest bukan hanya sebuah klub sepak bola. Mereka adalah simbol bahwa keajaiban dalam olahraga selalu mungkin terjadi.

Dari klub yang berdiri pada tahun 1865, terpuruk di divisi bawah, hingga menjadi raja Eropa dua kali berturut-turut, kisah Nottingham Forest adalah salah satu cerita paling romantis dalam sejarah sepak bola.

Warisan terbesar klub ini tentu tak lepas dari sosok Brian Clough, yang mengubah tim biasa menjadi penguasa Eropa. Bahkan hingga kini, namanya tetap dikenang sebagai salah satu pelatih terbaik sepanjang masa.

Bagi dunia sepak bola, Nottingham Forest membuktikan bahwa sejarah besar tidak selalu dimiliki oleh klub dengan kekuatan finansial terbesar. Dengan visi, kerja keras, dan keberanian bermimpi, sebuah klub dari kota kecil di Inggris mampu menaklukkan benua Eropa dan mengukir namanya dalam sejarah abadi sepak bola.

Kini, di tengah ketatnya persaingan sepak bola modern, Nottingham Forest terus berusaha menulis babak baru. Namun apa pun yang terjadi di masa depan, kisah mereka akan selalu dikenang sebagai salah satu dongeng terbesar yang pernah lahir di dunia sepak bola.

Penulis : Redaksi

Follow WhatsApp Channel ihand.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pembersihan Lahan Dimulai, Sekolah Rakyat di Lingga Ditargetkan Mulai Dibangun Akhir 2026
Haflah Akhirussanah SDI Integral Luqman Al Hakim Lingga Angkatan VI Berlangsung Khidmat, Ketua DPRD Sampaikan Pesan Menyentuh
BGN Stop Dapur MBG Baru, Fokus Efisiensi Anggaran
Sekda Lingga Optimis Air Mineral BUMD Kembali Beroperasi, Siap Dongkrak PAD
Bupati Nizar Hadiri Ramah Tamah BRKS Lingga, PNS Pra Pensiun dan Purnabakti Dapat Edukasi Penting Jelang Masa Pensiun
Bupati Nizar Hadiri Nobar Piala Dunia 2026 Bersama Warga, Semangat Kebersamaan Menggema di Daik Lingga
Bupati Lingga Tinjau Lokasi Pemasangan Tiang PLN di Resun Pesisir, Warga Bergotong Royong Buka Jalur
Kain Telepuk Lingga Bersiap Tembus Panggung Nasional, Warisan Kesultanan Melayu Terus Dijaga dan Dilestarikan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 23:53 WIB

Pembersihan Lahan Dimulai, Sekolah Rakyat di Lingga Ditargetkan Mulai Dibangun Akhir 2026

Senin, 15 Juni 2026 - 23:49 WIB

Haflah Akhirussanah SDI Integral Luqman Al Hakim Lingga Angkatan VI Berlangsung Khidmat, Ketua DPRD Sampaikan Pesan Menyentuh

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:40 WIB

BGN Stop Dapur MBG Baru, Fokus Efisiensi Anggaran

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:10 WIB

Sekda Lingga Optimis Air Mineral BUMD Kembali Beroperasi, Siap Dongkrak PAD

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:51 WIB

Bupati Nizar Hadiri Ramah Tamah BRKS Lingga, PNS Pra Pensiun dan Purnabakti Dapat Edukasi Penting Jelang Masa Pensiun

Berita Terbaru

Kepala BGN, Nanik S. Deyang | f. Redaksi

Berita Nasional

BGN Stop Dapur MBG Baru, Fokus Efisiensi Anggaran

Sabtu, 13 Jun 2026 - 20:40 WIB

Produksi air mineral milik BUMD Kabupaten Lingga melalui PT PSM ditargetkan mulai beroperasi Agustus 2026. Sekda Armia optimis program ini mampu meningkatkan PAD dan membuka pasar hingga luar daerah | f. Redaksi

Berita Harian Lingga

Sekda Lingga Optimis Air Mineral BUMD Kembali Beroperasi, Siap Dongkrak PAD

Sabtu, 13 Jun 2026 - 20:10 WIB