Pinjaman Rp400 Miliar Memanas, JPKP Sindir DPRD Kepri Bungkam Soal Audiensi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 29 April 2026 - 12:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Harian JPKP Kepri, Fachrizan | f. Redaksi

Ketua Harian JPKP Kepri, Fachrizan | f. Redaksi

JPKP Kepri kembali melayangkan surat audiensi ketiga, menyoroti minimnya respons DPRD terhadap penolakan pinjaman daerah yang dinilai berisiko bagi keuangan dan ekonomi masyarakat.

Ihand.id | • Kepri – Polemik pinjaman daerah senilai Rp400 miliar yang diajukan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau kembali memanas. Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (JPKP) Kepri menyoroti sikap DPRD Kepri yang dinilai bungkam terhadap permintaan audiensi terkait kebijakan tersebut.

Ketua Harian JPKP Kepri, Fachrizan, mengungkapkan pihaknya telah melayangkan surat audiensi untuk ketiga kalinya. Surat sebelumnya dikirim pada awal dan pertengahan April 2026, namun hingga kini belum mendapat respons dari DPRD.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Seharusnya DPRD memberikan jawaban, menerima atau menolak audiensi dengan alasan yang jelas. Tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjut,” ujarnya.

Menurut JPKP, sikap diam DPRD justru menimbulkan kesan minimnya transparansi terhadap aspirasi publik, terutama dalam kebijakan yang berpotensi membebani keuangan daerah dalam jangka panjang.

Baca Juga:  Pemprov Kepri Ajukan Pinjaman Rp110 Miliar ke BRK Syariah untuk Bangun Gedung Baru RSUD RAT

JPKP secara tegas menyatakan penolakan terhadap pinjaman Rp400 miliar yang direncanakan bersumber dari Bank BJB. Mereka menilai kebijakan tersebut berisiko terhadap stabilitas fiskal daerah, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang belum merata.

Meski sebagian pinjaman sebesar Rp250 miliar disebut telah masuk dalam postur APBD 2026, JPKP menegaskan keputusan itu masih bisa dikaji ulang melalui mekanisme perubahan anggaran.

“Ini bukan harga mati. Masih ada ruang evaluasi jika kondisi ekonomi masyarakat menuntut penyesuaian kebijakan,” tegas Fachrizan.

Ia juga menyoroti ketimpangan ekonomi di wilayah Kepri, di mana sebagian besar aktivitas ekonomi terpusat di Batam, sementara enam kabupaten/kota lainnya masih sangat bergantung pada belanja pemerintah daerah.

JPKP mengingatkan potensi risiko jika dana pinjaman digunakan untuk proyek besar yang justru dikerjakan kontraktor luar daerah. Hal ini dikhawatirkan tidak memberikan dampak signifikan terhadap perputaran ekonomi lokal.

Baca Juga:  Kepri Tunjukkan Komitmen Jadi Poros Maritim Dunia di IMOX 2025, Wagub Nyanyang: Kami Siap Dorong Investasi Offshore dan Maritim

“Kalau uangnya tidak beredar di masyarakat Kepri, maka tujuan pembangunan tidak tercapai. Daya beli sedang lemah, tapi pemerintah malah fokus proyek besar,” kritiknya.

Selain itu, kekhawatiran juga muncul terhadap kondisi APBD Kepri tahun 2027 yang berpotensi tertekan akibat kewajiban pembayaran utang dan tingginya belanja rutin pegawai.

JPKP turut menyoroti serapan APBD yang dinilai belum berdampak langsung bagi masyarakat. Hingga triwulan kedua, anggaran masih didominasi belanja pegawai, sementara persoalan tunda bayar belum terselesaikan.

Melalui surat audiensi terbaru, JPKP berharap DPRD Kepri segera membuka ruang dialog publik dan tidak lagi mengabaikan aspirasi masyarakat.

“Ini bukan hanya soal pinjaman, tapi arah pembangunan dan keberpihakan anggaran. Jangan sampai masyarakat yang menanggung dampaknya,” tutup Fachrizan.

Penulis : Ivantri Gustianda

Follow WhatsApp Channel ihand.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tragedi di Setajam Lingga: Perempuan Tewas Misterius, Polisi Turun Tangan
PKK Lingga Matangkan Kampung CERIA, Lomba Vlog, dan Semarak Hari Posyandu Nasional 2026
Pemkab Lingga Gelar Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30, Tekankan Sinergi dan Inovasi Daerah
Malam Silang Budaya Lingga–Pahang Meriah, Sekda Armia Ajak Pererat Hubungan Serumpun
Sekda Lingga Tegas: Meski Kondisi Keuangan Daerah Seret, Pajak Tak Akan Naik
PAD Lingga Masih Lemah, Sekda Armia Ungkap Sektor Tambang Belum Optimal
Sabar Pasti Dibayar, Sekda Armia Ungkap Fakta di Balik Tunda Bayar
Proyek Jembatan Marok Kecil Rugikan Negara Ratusan Juta, Jaksa Tuntut 4 Terdakwa
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 12:55 WIB

Pinjaman Rp400 Miliar Memanas, JPKP Sindir DPRD Kepri Bungkam Soal Audiensi

Selasa, 28 April 2026 - 20:07 WIB

Tragedi di Setajam Lingga: Perempuan Tewas Misterius, Polisi Turun Tangan

Selasa, 28 April 2026 - 14:37 WIB

PKK Lingga Matangkan Kampung CERIA, Lomba Vlog, dan Semarak Hari Posyandu Nasional 2026

Senin, 27 April 2026 - 14:14 WIB

Pemkab Lingga Gelar Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30, Tekankan Sinergi dan Inovasi Daerah

Minggu, 26 April 2026 - 14:05 WIB

Malam Silang Budaya Lingga–Pahang Meriah, Sekda Armia Ajak Pererat Hubungan Serumpun

Berita Terbaru

Penemuan jasad wanita di dalam rumah warga Setajam memicu kepanikan, polisi lakukan penyelidikan dan autopsi untuk ungkap penyebab kematian | f. Redaksi

Berita Harian Lingga

Tragedi di Setajam Lingga: Perempuan Tewas Misterius, Polisi Turun Tangan

Selasa, 28 Apr 2026 - 20:07 WIB