Warga Binaan Lapas Dabo Singkep Ubah Lahan Kosong Jadi Kebun Kangkung Produktif, Panen 100 Ikat per Hari

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 6 November 2025 - 22:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Binaan Lapas Dabo Singkep Ubah Lahan Kosong Jadi Kebun Kangkung Produktif, Panen 100 Ikat per Hari | f. Redaksi

Warga Binaan Lapas Dabo Singkep Ubah Lahan Kosong Jadi Kebun Kangkung Produktif, Panen 100 Ikat per Hari | f. Redaksi

Program pembinaan kemandirian Lapas Kelas III Dabo Singkep sukses melatih warga binaan bertani kangkung hingga menghasilkan keuntungan ekonomi dan keterampilan hidup.

Lingga – ihand.id | Inovasi luar biasa datang dari warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Dabo Singkep, Kabupaten Lingga.

Warga Binaan Lapas Dabo Singkep Ubah Lahan Kosong Jadi Kebun Kangkung Produktif, Panen 100 Ikat per Hari | f. Redaksi
Warga Binaan Lapas Dabo Singkep Ubah Lahan Kosong Jadi Kebun Kangkung Produktif, Panen 100 Ikat per Hari | f. Redaksi

Dengan memanfaatkan lahan kosong di area belakang kamar hunian, para warga binaan sukses menyulap lahan sempit tersebut menjadi kebun kangkung produktif yang menghasilkan cuan setiap harinya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setiap hari, dari kebun sederhana itu, mereka mampu memanen hampir 100 ikat kangkung segar yang kemudian dijual kepada pengepul sayur di wilayah Dabo Singkep.

Aktivitas ini tidak hanya menjadi kegiatan positif bagi warga binaan, tetapi juga membawa dampak ekonomi nyata bagi mereka.

Pada Rabu (5/11/2025), warga binaan bersama petugas lapas kembali melakukan panen bersama. Sebanyak 100 ikat kangkung berhasil dikumpulkan dari kebun hasil kerja keras mereka.

Kebun kangkung tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang digagas Lapas Dabo Singkep.

Program ini difokuskan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan di bidang pertanian dan ketahanan pangan, sehingga ketika mereka selesai menjalani masa hukuman, dapat memiliki bekal untuk hidup mandiri di masyarakat.

Baca Juga:  Sekda Lingga Tegas: Meski Kondisi Keuangan Daerah Seret, Pajak Tak Akan Naik

Kepala Lapas Kelas III Dabo Singkep, Yusrifa Arif, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar menanam sayur, melainkan juga sarana pembinaan karakter dan kemandirian.

“Kami ingin menanamkan nilai kerja keras, tanggung jawab, dan keterampilan yang bisa bermanfaat ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Kalapas Yusrifa Arif, Kamis (06/11/2025).

Selain menjadi sarana edukatif, hasil panen kebun kangkung juga dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur Lapas, sementara sebagian lainnya dijual kepada masyarakat sekitar.

Langkah ini menjadi bentuk pemberdayaan ekonomi produktif yang tidak hanya menguntungkan warga binaan, tetapi juga mempererat hubungan sosial antara Lapas dan masyarakat Dabo Singkep.

Program ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan di Lapas tidak hanya fokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga membangun mental kerja, keterampilan, dan kemandirian ekonomi.

Tak berhenti pada pertanian saja, Lapas Dabo Singkep juga aktif memberikan pelatihan keterampilan lain seperti memangkas rambut, mengelas, dan servis AC.

Pelatihan tersebut dilaksanakan secara rutin agar warga binaan memiliki lebih banyak peluang ketika kembali ke masyarakat.

Baca Juga:  MTQ ke-X Tingkat Kecamatan Singkep Barat Resmi Dibuka, Bupati Nizar: Semoga Dapat Melahirkan Qori-qoriah Terbaik

“Beberapa hari lalu, kami juga sudah melakukan pelatihan mengelas dan servis AC bagi warga binaan. Pelatihan ini kami lakukan dengan melihat potensi dan peluang yang ada di Kabupaten Lingga, khususnya Dabo Singkep,” jelas Yusrifa.

Yusrifa menambahkan, program pelatihan tidak hanya dilakukan untuk memenuhi target administrasi, tetapi dirancang berdasarkan peluang nyata di lapangan agar keterampilan yang diperoleh warga binaan dapat langsung diterapkan setelah bebas nanti.

“Kami tidak ingin pelatihan ini hanya formalitas. Setiap warga binaan harus punya peluang untuk mempraktikkan keterampilannya setelah keluar dari Lapas,” tutup Kalapas Dabo Singkep itu.

Melalui berbagai program tersebut, Lapas Kelas III Dabo Singkep terus menunjukkan komitmennya dalam membina dan mempersiapkan warga binaan agar bisa kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif dan bertanggung jawab.

Kebun kangkung yang awalnya hanya eksperimen kecil kini menjadi simbol keberhasilan pembinaan di bidang pertanian, membuktikan bahwa di balik tembok penjara pun masih tumbuh semangat untuk berubah, belajar, dan berkontribusi bagi lingkungan sekitar.

Penulis : Ivantri Gustianda

Follow WhatsApp Channel ihand.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lingga Pilih Lawan DBD dengan Cara Berbeda, Gerakan Serentak Ini Bikin Warga Tersentuh
Lingga Jadi Penyumbang Terbesar Kepri, 170 Posyandu Aktif Semarakkan Hari Posyandu Nasional 2026
PAD Lingga Terhambat? DPRD Kepri Soroti Lambatnya Kajian HPM Pasir Kuarsa
Kajari Lingga Pimpin Audiensi Massa Aliansi Pemuda Kabupaten Lingga
Pemkab Lingga Gelar Rapat Persiapan Pendataan Calon Peserta Didik Sekolah Rakyat
Pemkab Lingga dan BP Batam Bahas Pemanfaatan Air Baku Sungai Jelutung untuk Pengembangan Infrastruktur
Exit Meeting BPK RI Digelar di Daik Lingga, Pemkab Lingga Tegaskan Komitmen Tata Kelola Keuangan Transparan
Ajang Duta GenRe Lingga 2026 Cetak Remaja Inspiratif untuk Indonesia Emas 2045
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:03 WIB

Lingga Pilih Lawan DBD dengan Cara Berbeda, Gerakan Serentak Ini Bikin Warga Tersentuh

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:17 WIB

Lingga Jadi Penyumbang Terbesar Kepri, 170 Posyandu Aktif Semarakkan Hari Posyandu Nasional 2026

Senin, 11 Mei 2026 - 21:30 WIB

PAD Lingga Terhambat? DPRD Kepri Soroti Lambatnya Kajian HPM Pasir Kuarsa

Senin, 11 Mei 2026 - 14:04 WIB

Kajari Lingga Pimpin Audiensi Massa Aliansi Pemuda Kabupaten Lingga

Senin, 11 Mei 2026 - 13:56 WIB

Pemkab Lingga Gelar Rapat Persiapan Pendataan Calon Peserta Didik Sekolah Rakyat

Berita Terbaru

Bapenda Lingga bersama DPRD Kepri membahas lambatnya kajian HPM pasir kuarsa yang dinilai berdampak pada investasi tambang dan potensi PAD daerah | f. Redaksi

Berita Harian Lingga

PAD Lingga Terhambat? DPRD Kepri Soroti Lambatnya Kajian HPM Pasir Kuarsa

Senin, 11 Mei 2026 - 21:30 WIB

Kajari Lingga Rully Afandi memimpin audiensi bersama Aliansi Pemuda Kabupaten Lingga terkait dugaan THR belum dibayarkan dan indikasi penyimpangan di lingkungan Pemkab Lingga | f. Redaksi

Berita Harian Lingga

Kajari Lingga Pimpin Audiensi Massa Aliansi Pemuda Kabupaten Lingga

Senin, 11 Mei 2026 - 14:04 WIB