Sinergi lintas sektor diperkuat untuk sukseskan pelayanan dasar dan pemberdayaan masyarakat berbasis Posyandu.
Ihand.id | • Lingga – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Lingga menggelar rapat strategis terkait pembentukan Kampung CERIA, Lomba Vlog PKK, serta persiapan Semarak Hari Posyandu Nasional Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Lingga, Senin (27/4/2026) ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat pelayanan dasar masyarakat berbasis Posyandu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan TP PKK Provinsi Kepulauan Riau terkait pelaksanaan Lomba Vlog dan pengembangan Kampung CERIA sebagai bagian dari gerakan bersama peningkatan kualitas pelayanan di daerah.
Ketua TP PKK Kabupaten Lingga sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu, Ny. Maratusholiha Nizar, yang mengikuti rapat secara virtual, menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa.
Ia menyampaikan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada sinergi dan komitmen bersama, terutama dalam pelaksanaan pelayanan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) secara serentak pada 29 April 2026 dalam rangka Hari Posyandu Nasional.
“Seluruh jajaran harus aktif berpartisipasi dan berinovasi agar program ini berjalan maksimal,” tegasnya.
Selain itu, transformasi Posyandu menjadi pusat pelayanan masyarakat berbasis enam SPM juga terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor dan peningkatan partisipasi masyarakat.
Dalam rapat tersebut juga dibahas teknis pelaksanaan Lomba Vlog PKK yang akan melibatkan kader Posyandu dari tingkat desa dan kelurahan. Kegiatan ini mencakup proses persiapan, pelaksanaan, publikasi hingga pelaporan berjenjang sebagai bagian dari monitoring dan evaluasi nasional.
Tak kalah penting, pembentukan Kampung CERIA menjadi fokus utama, dengan Desa Resun dan Desa Tanjung Harapan ditetapkan sebagai lokasi awal pengembangan.
Kampung CERIA sendiri merupakan program terpadu berbasis komunitas yang bertujuan menjawab berbagai persoalan sosial di masyarakat, seperti stunting, penyalahgunaan narkoba, perdagangan manusia, pinjaman online ilegal, sanitasi lingkungan, hingga rendahnya literasi digital keluarga.
Program ini diharapkan menjadi momentum strategis dalam memperkuat peran Posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan yang mampu memberikan pelayanan dasar secara berkelanjutan, inklusif, dan berkualitas di Kabupaten Lingga.
Penulis : Ivantri Gustianda




















