Ketika Waktu Tak Mampu Memisahkan: “Reuni 35 Tahun Penuh Haru, Ini Tentang Rasa yang Tak Pernah Usang”

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 29 Maret 2026 - 13:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Reuni 35 tahun alumni SMP 1991 dan SMA 1994 di Lingga berlangsung penuh haru. Tak hanya temu kangen, kegiatan ini juga diisi aksi sosial dan penghormatan kepada guru | f. Redaksi

Reuni 35 tahun alumni SMP 1991 dan SMA 1994 di Lingga berlangsung penuh haru. Tak hanya temu kangen, kegiatan ini juga diisi aksi sosial dan penghormatan kepada guru | f. Redaksi

“Reuni 35 Tahun Penuh Haru: Alumni SMP 1991 dan SMA 1994 Kembali Menyatu dalam Kenangan”

Ihand.id | • Lingga – Waktu seolah berhenti sejenak di sebuah pertemuan yang sarat emosi. Setelah lebih dari tiga dekade terpisah oleh jarak dan kesibukan hidup, para alumni SMP angkatan 1991 dan SMA angkatan 1994 akhirnya kembali dipertemukan dalam satu ruang penuh kenangan.

Reuni 35 tahun alumni SMP 1991 dan SMA 1994 di Lingga berlangsung penuh haru. Tak hanya temu kangen, kegiatan ini juga diisi aksi sosial dan penghormatan kepada guru | f. Redaksi
Reuni 35 tahun alumni SMP 1991 dan SMA 1994 di Lingga berlangsung penuh haru. Tak hanya temu kangen, kegiatan ini juga diisi aksi sosial dan penghormatan kepada guru | f. Redaksi

Langkah-langkah yang dahulu beriringan di lorong sekolah, kini kembali bersatu dalam suasana yang hangat dan menggetarkan hati.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Senyum merekah, pelukan hangat tak terhindarkan, bahkan beberapa mata tampak berkaca-kaca saat wajah-wajah lama kembali dikenali.

Reuni 35 tahun alumni SMP 1991 dan SMA 1994 di Lingga berlangsung penuh haru. Tak hanya temu kangen, kegiatan ini juga diisi aksi sosial dan penghormatan kepada guru | f. Redaksi
Reuni 35 tahun alumni SMP 1991 dan SMA 1994 di Lingga berlangsung penuh haru. Tak hanya temu kangen, kegiatan ini juga diisi aksi sosial dan penghormatan kepada guru | f. Redaksi

Reuni 35 tahun ini bukan sekadar temu kangen biasa. Ia menjelma menjadi sebuah perjalanan emosional, membawa setiap yang hadir menyusuri kembali jejak masa muda yang penuh cerita.

Di tengah riuh tawa dan nostalgia, tak ada lagi sekat yang membedakan. Perbedaan latar belakang, profesi, suku, hingga agama larut dalam satu rasa: persaudaraan. Semua hadir sebagai bagian dari keluarga besar yang pernah tumbuh bersama.

Baca Juga:  HGN 2023, Presiden Jokowi: Saya Bisa Jadi Presiden karena Guru
Reuni 35 tahun alumni SMP 1991 dan SMA 1994 di Lingga berlangsung penuh haru. Tak hanya temu kangen, kegiatan ini juga diisi aksi sosial dan penghormatan kepada guru | f. Redaksi
Reuni 35 tahun alumni SMP 1991 dan SMA 1994 di Lingga berlangsung penuh haru. Tak hanya temu kangen, kegiatan ini juga diisi aksi sosial dan penghormatan kepada guru | f. Redaksi

Ketua panitia reuni, Eddy Firmansyah, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang lebih dari sekadar ajang berkumpul.

“Reuni ini kami arahkan juga untuk kegiatan sosial dan menghadirkan para guru yang telah mendidik kami,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Pernyataan itu bukan sekadar wacana. Dalam rangkaian kegiatan, para alumni turut menggelar aksi sosial dengan menyalurkan bantuan sembako kepada rekan-rekan yang membutuhkan. Sebuah bentuk kepedulian yang lahir dari ikatan lama yang tak pernah benar-benar pudar.

Momen paling mengharukan terjadi saat para guru yang dulu membimbing mereka hadir di tengah acara. Suasana berubah menjadi lebih khidmat. Tepuk tangan panjang menggema, disertai rasa hormat yang tulus.

Para alumni pun menyerahkan cendera mata sebagai simbol terima kasih atas dedikasi dan kesabaran para guru yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup mereka.

Baca Juga:  Lapangan One Futsal Dabo Singkep Bergema: Turnamen Liga Futsal Kabupaten Lingga Resmi Dimulai

Seiring waktu berjalan, suasana kembali cair. Tawa lepas terdengar di berbagai sudut ruangan. Cerita-cerita lama bermunculan, tentang kenakalan masa sekolah, persahabatan yang terjalin, hingga mimpi-mimpi yang dulu pernah diucapkan.

Semua kenangan itu seperti “diputar ulang”, hidup kembali dalam setiap percakapan dan canda.

Reuni ini menjadi bukti nyata bahwa waktu boleh berlalu, usia boleh bertambah, namun ikatan persahabatan sejati tak akan pernah luntur. Dalam 35 tahun, banyak hal berubah, tetapi rasa kekeluargaan tetap utuh bahkan semakin kuat.

Lebih dari sekadar pertemuan, reuni ini adalah pengingat: bahwa di balik perjalanan hidup yang panjang, selalu ada rumah bernama kenangan yang siap menyambut siapa pun untuk kembali.

Penulis : Ivantri Gustianda

Follow WhatsApp Channel ihand.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lonjakan Penyakit Pasca Lebaran di Dabo: Hipertensi dan ISPA Paling Dominan
Wabup Lingga Novrizal Kunjungi RSUD Dabo Singkep, Pastikan Pelayanan Kesehatan Tetap Optimal Pasca Lebaran
Panen Cabai di Halaman Gedung Daerah Dabo, TP PKK Lingga Dorong Ketahanan Pangan Keluarga
Arus Balik Lebaran 2026 di Lingga Mulai Memuncak, 1.000 Penumpang Tinggalkan Daerah di H+3
Perpisahan yang Menggetarkan Hati di Hari ke-30 Ramadhan
Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-29: Ramadhan Hampir Berakhir, Jangan Lewatkan Kesempatan Terakhir Menuju Ampunan
Jejak Sejarah Ketupat: Tradisi Sakral yang Tak Pernah Absen di Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-28: Allah Menjanjikan Pahala Besar bagi Orang Berpuasa
Berita ini 68 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 13:43 WIB

Ketika Waktu Tak Mampu Memisahkan: “Reuni 35 Tahun Penuh Haru, Ini Tentang Rasa yang Tak Pernah Usang”

Kamis, 26 Maret 2026 - 22:01 WIB

Lonjakan Penyakit Pasca Lebaran di Dabo: Hipertensi dan ISPA Paling Dominan

Kamis, 26 Maret 2026 - 20:50 WIB

Wabup Lingga Novrizal Kunjungi RSUD Dabo Singkep, Pastikan Pelayanan Kesehatan Tetap Optimal Pasca Lebaran

Kamis, 26 Maret 2026 - 20:26 WIB

Panen Cabai di Halaman Gedung Daerah Dabo, TP PKK Lingga Dorong Ketahanan Pangan Keluarga

Selasa, 24 Maret 2026 - 13:15 WIB

Arus Balik Lebaran 2026 di Lingga Mulai Memuncak, 1.000 Penumpang Tinggalkan Daerah di H+3

Berita Terbaru

Puskesmas Dabo 2026 | f. Wandy

Berita Harian Lingga

Lonjakan Penyakit Pasca Lebaran di Dabo: Hipertensi dan ISPA Paling Dominan

Kamis, 26 Mar 2026 - 22:01 WIB