Putra Ali Khamenei terpilih sebagai pemimpin tertinggi ketiga Iran setelah keputusan Majelis Ahli, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel.
Ihand.id | • Internasional – Mojtaba Khamenei secara resmi ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi baru Iran oleh Majelis Ahli Iran dalam sidang luar biasa yang digelar pada Minggu (8/3/2026).
Keputusan tersebut menandai terpilihnya Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi ketiga dalam sejarah Republik Islam Iran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pernyataan resminya, Majelis Ahli menyebut penunjukan Mojtaba Khamenei merupakan hasil dari “pemungutan suara yang menentukan dari para perwakilan yang terhormat” di lembaga tersebut.
“Dalam sidang luar biasa hari ini, Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei ditunjuk dan diperkenalkan sebagai pemimpin ketiga dalam sistem suci Republik Islam Iran,” demikian bunyi pernyataan resmi majelis tersebut.
IRGC Nyatakan Kesetiaan kepada Pemimpin Baru
Tidak lama setelah pengumuman tersebut, Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) langsung menyatakan kesetiaan kepada Mojtaba Khamenei.
Dalam pernyataannya, IRGC menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh kepemimpinan Mojtaba serta siap menjalankan setiap instruksi yang dikeluarkan oleh pemimpin tertinggi baru Iran tersebut.
Pernyataan dukungan dari IRGC dinilai penting karena lembaga militer elit tersebut memiliki pengaruh besar dalam sistem politik dan keamanan nasional Iran.
Putra Ali Khamenei yang Sejak Lama Diprediksi
Mojtaba Khamenei yang lahir pada tahun 1969 merupakan putra dari mendiang pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, Ali Khamenei.
Sebelum pengumuman resmi dari Majelis Ahli, Mojtaba telah lama disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk menggantikan ayahnya dalam memimpin Iran.
Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan udara gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.
Serangan tersebut menargetkan Teheran dan sejumlah kota lain di Iran, yang juga menewaskan beberapa anggota keluarga Khamenei, komandan militer senior Iran, serta warga sipil.
Ketegangan dengan AS dan Israel Meningkat
Penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Beberapa hari sebelum pengumuman tersebut, Israel mengeluarkan peringatan keras bahwa siapa pun yang dipilih sebagai pemimpin tertinggi baru Iran akan menjadi “target untuk dieliminasi”.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menyampaikan penolakannya terhadap kemungkinan pengangkatan Mojtaba Khamenei.
Dalam wawancara dengan situs berita Axios pada Kamis (5/3), Trump menyatakan bahwa pengangkatan Mojtaba sebagai pemimpin Iran “tidak dapat diterima”.
Trump bahkan menyebut dirinya harus terlibat secara langsung dalam proses pemilihan pemimpin baru Iran, serta memperingatkan bahwa jika Iran memilih pemimpin yang melanjutkan kebijakan Ali Khamenei, Amerika Serikat kemungkinan akan kembali terlibat perang dengan Iran dalam waktu lima tahun.
Iran Balas Serangan dengan Rudal dan Drone
Menanggapi serangan udara yang menewaskan Ali Khamenei, Iran melancarkan serangkaian serangan balasan.
Militer Iran mengirimkan beberapa gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel serta berbagai aset militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Situasi ini memicu kekhawatiran meningkatnya konflik terbuka yang lebih luas di kawasan tersebut.
Dengan terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran, dunia internasional kini menyoroti arah kebijakan Iran ke depan, terutama terkait hubungan dengan negara-negara Barat dan dinamika keamanan di Timur Tengah.
Penulis : Qadaffa




















