Hujan Turun di Hari Pertama Imlek 2577 Kongzili di Dabo Singkep, Warga Sebut Pertanda Hoki dan Rezeki

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 17 Februari 2026 - 15:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hujan Iringi Hari Pertama Imlek di Dabo Singkep | f. Redaksi

Hujan Iringi Hari Pertama Imlek di Dabo Singkep | f. Redaksi

Suasana perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Dabo Singkep berlangsung penuh harapan setelah hujan turun sejak pagi hari, dipercaya sebagai simbol keberuntungan oleh warga Tionghoa setempat.

Ihand.id | • Dabo Singkep — Suasana perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili tahun 2026 di Kota Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, terasa berbeda. Sejak pagi hari, hujan turun merata membasahi permukiman warga, jalanan kota, hingga kawasan permukiman Tionghoa yang tengah merayakan pergantian tahun baru lunar.

Alih-alih mengganggu perayaan, hujan justru disambut sukacita oleh masyarakat. Warga menilai fenomena alam tersebut sebagai tanda baik untuk memulai tahun baru.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah seorang warga Tionghoa Dabo Singkep, Doni (32), mengungkapkan bahwa hujan yang turun tepat di hari pertama Imlek dipercaya membawa keberuntungan.

Baca Juga:  Korban Investasi Bodong Apresiasi Ketegasan Kejari Lingga Tolak P21: Jaksa Tak Gentar Bongkar Aliran Dana Rp7,3 Miliar Menggalir Kemana Saja

“Menurut kepercayaan kami, kalau hari pertama Imlek turun hujan itu pertanda hoki. Artinya rezeki akan lancar sepanjang tahun,” ujarnya, Selasa pagi (17/02/2026).

Dalam tradisi masyarakat Tionghoa, hujan memiliki makna simbolis yang erat dengan kemakmuran. Air dipandang sebagai unsur pembawa kehidupan, kesuburan, dan kelancaran usaha.

Karena itu, hujan yang turun di hari pertama Imlek sering dianggap sebagai doa alam bagi manusia. Banyak warga bahkan merasa lebih optimis menjalani tahun baru setelah melihat cuaca tersebut.

Di sejumlah rumah ibadah dan kediaman warga, aktivitas sembahyang tetap berlangsung. Aroma dupa bercampur udara sejuk menambah khidmat suasana perayaan.

Sebagian warga tetap melakukan tradisi berkunjung ke keluarga, membagikan angpao kepada anak-anak, serta menikmati hidangan khas Imlek bersama keluarga.

Walau intensitas hujan cukup stabil sejak pagi, aktivitas perayaan tidak terhenti. Anak-anak tetap bermain, sementara keluarga berkumpul menikmati momen kebersamaan.

Baca Juga:  Putusan MK Gratiskan SD-SMP Swasta, Orang Tua di Lingga Masih Bayar SPP

Beberapa warga bahkan menilai hujan membuat suasana Imlek terasa lebih tenang dan damai dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Jadi lebih adem, lebih nyaman. Rasanya seperti tahun yang baik akan datang,” tambah Doni.

Bagi masyarakat Tionghoa, Imlek bukan sekadar pergantian kalender, melainkan awal harapan baru. Setiap pertanda alam sering dimaknai sebagai pesan keberuntungan.

Turunnya hujan pada hari pertama Imlek 2577 Kongzili di Dabo Singkep pun menjadi cerita tersendiri bagi warga. Mereka berharap tahun ini membawa kesehatan, kelancaran usaha, serta kehidupan yang lebih baik.

Di tengah rintik hujan yang terus turun, perayaan tetap berlangsung hangat, menandai awal tahun baru dengan optimisme dan doa keberkahan.

Penulis : Ivantri Gustianda

Follow WhatsApp Channel ihand.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Riak Konflik di Tanah Sagu: Warga Pekaka vs Aktivitas Perusahaan, Pemda Ambil Sikap
Bank Indonesia Kunjungi Rumah Tenun Lingga, Dorong Kualitas dan Daya Saing Produk Lokal
Ketua MPC Pemuda Pancasila Lingga Tolak Alih Fungsi Sagu ke Sawit, Desak Masuk Perda LP2B
Rapat Koordinasi PAKEM Lingga 2026: Kondisi Keagamaan Aman dan Kondusif, Pengawasan Medsos Diperkuat
Pemkab Lingga dan Bank Indonesia Gelar Pasar Sembako Murah, Tekan Harga dan Jaga Daya Beli Warga
Wabup Lingga Hadiri Rapat Paripurna DPRD, Bahas LKPJ 2025 dan Ranperda Pemberdayaan Ormas
Bambang Wiratdany Resmi Jabat Kasi Pidsus Kejari Lingga: Babak Baru Penegakan Hukum Berintegritas
Pulut Santan, Rasa yang Dimasak Perlahan: Tradisi Pernikahan Sarat Makna di Balik Asap Kayu Bakar
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 13:41 WIB

Riak Konflik di Tanah Sagu: Warga Pekaka vs Aktivitas Perusahaan, Pemda Ambil Sikap

Kamis, 2 April 2026 - 21:19 WIB

Bank Indonesia Kunjungi Rumah Tenun Lingga, Dorong Kualitas dan Daya Saing Produk Lokal

Kamis, 2 April 2026 - 15:09 WIB

Ketua MPC Pemuda Pancasila Lingga Tolak Alih Fungsi Sagu ke Sawit, Desak Masuk Perda LP2B

Kamis, 2 April 2026 - 13:48 WIB

Rapat Koordinasi PAKEM Lingga 2026: Kondisi Keagamaan Aman dan Kondusif, Pengawasan Medsos Diperkuat

Rabu, 1 April 2026 - 16:06 WIB

Pemkab Lingga dan Bank Indonesia Gelar Pasar Sembako Murah, Tekan Harga dan Jaga Daya Beli Warga

Berita Terbaru