Sui Hiok Kritik Kisruh Kapal Lintas Kepri dan Oceana 9: Trayek Berbeda, Tak Perlu Dipermasalahkan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 29 April 2025 - 10:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Lingga, Sui Hiok | f. Red

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Lingga, Sui Hiok | f. Red

“Selama ini trayek untuk pulau-pulau seperti Mensanak, Benan, Tajur Biru, dan Senayang sering tidak berjalan. Kapal kadang tidak singgah. Kalau ada warga sakit atau perlu urusan administrasi, mereka kesulitan berangkat dan harus keluar biaya besar,” jelasnya.

Sui Hiok menyesalkan jika Oceana 9 benar-benar menarik armadanya hanya karena masalah teknis semacam ini.

Baca Juga:  Dishub Lingga Patuh Regulasi Kemenhub, Rute DAMRI Bergeser ke Dabo–Jagoh

Menurutnya, operator yang sudah bersedia membuka layanan ke daerah-daerah harus diberi dukungan, bukan dipersulit.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tak mudah menghadirkan operator seperti Oceana 9 ke daerah kita,” tegasnya.

Ia juga menyoroti kejadian beberapa hari lalu, di mana Kapal Oceana 9 dihentikan di Pelabuhan Sei Tenam untuk memberi jalan kepada Kapal Lintas Kepri.

Baca Juga:  Aziz Martindas dan Supardi Resmi Nahkodai ASKAB PSSI Lingga 2025-2029, Siap Majukan Sepak Bola Lingga

“Ini salah besar. Sei Tenam itu pelabuhan transit, bukan pelabuhan pangkal. Bagaimana kalau ada pasien yang harus dirujuk ke Batam? Harus menunggu juga? Kalau kapal dari Jagoh rusak atau cuaca buruk, apakah kapal lain harus terhenti? Ini pengaturan yang keliru,” tutup Sui Hiok.

Penulis : Cahyo Aji

Follow WhatsApp Channel ihand.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Barongsai Hidupkan Atmosfer Imlek di Dabo Singkep 2577 Gongzili
Pemkab Lingga Raih Penghargaan Nasional, Komitmen Tata Kelola Desa Diakui Pemerintah Pusat
Hujan Turun di Hari Pertama Imlek 2577 Kongzili di Dabo Singkep, Warga Sebut Pertanda Hoki dan Rezeki
Imlek 2026 Tahun Kuda Api: Lambang Energi dan Pergerakan Baru
Mahatma Gandhi: Pelopor Perlawanan Tanpa Kekerasan yang Mengguncang Kekaisaran Inggris
Prata, Sarapan Legendaris Dabo Singkep: Hangatnya Kari Ayam yang Membangunkan Pagi Warga
KONI Lingga Mulai Bahas Hibah 2027, Fokus Penguatan Pembinaan Atlet
Surga Kecil di Dabo Singkep: Tawa Anak-Anak Menghidupkan Pantai Tanjung Harapan
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:34 WIB

Barongsai Hidupkan Atmosfer Imlek di Dabo Singkep 2577 Gongzili

Selasa, 17 Februari 2026 - 15:40 WIB

Pemkab Lingga Raih Penghargaan Nasional, Komitmen Tata Kelola Desa Diakui Pemerintah Pusat

Selasa, 17 Februari 2026 - 15:26 WIB

Hujan Turun di Hari Pertama Imlek 2577 Kongzili di Dabo Singkep, Warga Sebut Pertanda Hoki dan Rezeki

Senin, 16 Februari 2026 - 12:21 WIB

Imlek 2026 Tahun Kuda Api: Lambang Energi dan Pergerakan Baru

Minggu, 15 Februari 2026 - 12:22 WIB

Mahatma Gandhi: Pelopor Perlawanan Tanpa Kekerasan yang Mengguncang Kekaisaran Inggris

Berita Terbaru

Aksi spektakuler barongsai pada hari pertama Imlek 17 Februari 2026 memikat warga Dabo Singkep. Tradisi kuno Tiongkok ini bukan sekadar hiburan, tetapi simbol keberuntungan dan pengusir energi buruk | f. Redaksi

Berita Harian Lingga

Barongsai Hidupkan Atmosfer Imlek di Dabo Singkep 2577 Gongzili

Selasa, 17 Feb 2026 - 21:34 WIB

Imlek 2026 Tahun Kuda Api: Lambang Energi dan Pergerakan Baru | f. Istimewa

Sejarah/History

Imlek 2026 Tahun Kuda Api: Lambang Energi dan Pergerakan Baru

Senin, 16 Feb 2026 - 12:21 WIB