Nelson Mandela: Dari Penjara Apartheid ke Panggung Dunia, Ikon Perjuangan dan Perdamaian Abadi

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 8 Februari 2026 - 23:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nelson Mandela | f. Redaksi

Nelson Mandela | f. Redaksi

Tekanan internasional terhadap apartheid semakin kuat pada 1980-an. Nama Nelson Mandela menjelma menjadi simbol global perlawanan terhadap rasisme. Seruan “Free Nelson Mandela” menggema di berbagai negara, dari mimbar PBB hingga konser musik dunia.

Pada 11 Februari 1990, Mandela akhirnya dibebaskan. Momen itu menjadi salah satu peristiwa paling bersejarah abad ke-20. Dunia menyaksikan seorang mantan tahanan politik melangkah keluar dari penjara dengan kepala tegak—tanpa dendam, tanpa seruan kekerasan.

Empat tahun kemudian, Mandela terpilih sebagai Presiden kulit hitam pertama Afrika Selatan melalui pemilu demokratis multiras pada 1994. Ia memimpin bangsa yang terbelah dengan satu visi besar: rekonsiliasi nasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rekonsiliasi, Bukan Balas Dendam

Baca Juga:  Ini Pesan Wakil Bupati Lingga Pada Penutupan MTQ ke-IX Tingkat Kecamatan Singkep Barat

Sebagai presiden, Mandela menolak politik pembalasan. Ia membentuk Truth and Reconciliation Commission (TRC) untuk mengungkap kejahatan masa lalu tanpa membuka luka baru.

Pendekatan ini menjadikan Afrika Selatan sebagai contoh dunia dalam mengelola transisi dari rezim represif menuju demokrasi.

Salah satu simbol paling kuat adalah ketika Mandela mengenakan jersey tim rugby nasional Afrika Selatan, yang sebelumnya identik dengan supremasi kulit putih, demi menyatukan bangsa. Sebuah pesan sederhana namun mendalam: Afrika Selatan adalah milik semua ras.

Warisan Global Nelson Mandela

Nelson Mandela menerima Penghargaan Nobel Perdamaian 1993, bersama Presiden F.W. de Klerk, atas upaya mengakhiri apartheid secara damai. Namun, warisan terbesarnya bukanlah penghargaan, melainkan nilai kemanusiaan universal yang ia tinggalkan.

Baca Juga:  Abraham Lincoln: Presiden Rakyat yang Mengakhiri Perbudakan dan Menyelamatkan Amerika

Mandela wafat pada 5 Desember 2013, tetapi ajarannya tetap hidup:

“Kebebasan bukan hanya tentang melepaskan belenggu, tetapi tentang menghormati dan memajukan kebebasan orang lain.”

Hari lahirnya, 18 Juli, kini diperingati dunia sebagai Nelson Mandela International Day, pengingat bahwa satu manusia dengan keberanian dan moralitas dapat mengubah arah sejarah.

PENUTUP

Nelson Mandela bukan hanya milik Afrika Selatan. Ia adalah milik dunia. Dalam sejarah umat manusia, namanya sejajar dengan tokoh-tokoh besar yang membuktikan bahwa kemanusiaan, keberanian, dan pengampunan adalah kekuatan paling revolusioner.

Di tengah dunia yang masih diliputi konflik dan polarisasi, kisah Nelson Mandela tetap relevan—sebagai cahaya bahwa perdamaian selalu mungkin diperjuangkan.

Penulis : Redaksi

Follow WhatsApp Channel ihand.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Lingga dan Bank Indonesia Gelar Pasar Sembako Murah, Tekan Harga dan Jaga Daya Beli Warga
Wabup Lingga Hadiri Rapat Paripurna DPRD, Bahas LKPJ 2025 dan Ranperda Pemberdayaan Ormas
Bambang Wiratdany Resmi Jabat Kasi Pidsus Kejari Lingga: Babak Baru Penegakan Hukum Berintegritas
Pulut Santan, Rasa yang Dimasak Perlahan: Tradisi Pernikahan Sarat Makna di Balik Asap Kayu Bakar
Sentuhan Empati di Tengah Luka: Ketua DPRD Lingga Jenguk Korban Insiden Tak Terduga
Ketika Waktu Tak Mampu Memisahkan: “Reuni 35 Tahun Penuh Haru, Ini Tentang Rasa yang Tak Pernah Usang”
Lonjakan Penyakit Pasca Lebaran di Dabo: Hipertensi dan ISPA Paling Dominan
Wabup Lingga Novrizal Kunjungi RSUD Dabo Singkep, Pastikan Pelayanan Kesehatan Tetap Optimal Pasca Lebaran
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 16:06 WIB

Pemkab Lingga dan Bank Indonesia Gelar Pasar Sembako Murah, Tekan Harga dan Jaga Daya Beli Warga

Selasa, 31 Maret 2026 - 23:01 WIB

Wabup Lingga Hadiri Rapat Paripurna DPRD, Bahas LKPJ 2025 dan Ranperda Pemberdayaan Ormas

Senin, 30 Maret 2026 - 19:15 WIB

Bambang Wiratdany Resmi Jabat Kasi Pidsus Kejari Lingga: Babak Baru Penegakan Hukum Berintegritas

Senin, 30 Maret 2026 - 18:31 WIB

Pulut Santan, Rasa yang Dimasak Perlahan: Tradisi Pernikahan Sarat Makna di Balik Asap Kayu Bakar

Senin, 30 Maret 2026 - 18:20 WIB

Sentuhan Empati di Tengah Luka: Ketua DPRD Lingga Jenguk Korban Insiden Tak Terduga

Berita Terbaru