Tekanan internasional terhadap apartheid semakin kuat pada 1980-an. Nama Nelson Mandela menjelma menjadi simbol global perlawanan terhadap rasisme. Seruan “Free Nelson Mandela” menggema di berbagai negara, dari mimbar PBB hingga konser musik dunia.
Pada 11 Februari 1990, Mandela akhirnya dibebaskan. Momen itu menjadi salah satu peristiwa paling bersejarah abad ke-20. Dunia menyaksikan seorang mantan tahanan politik melangkah keluar dari penjara dengan kepala tegak—tanpa dendam, tanpa seruan kekerasan.
Empat tahun kemudian, Mandela terpilih sebagai Presiden kulit hitam pertama Afrika Selatan melalui pemilu demokratis multiras pada 1994. Ia memimpin bangsa yang terbelah dengan satu visi besar: rekonsiliasi nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rekonsiliasi, Bukan Balas Dendam
Sebagai presiden, Mandela menolak politik pembalasan. Ia membentuk Truth and Reconciliation Commission (TRC) untuk mengungkap kejahatan masa lalu tanpa membuka luka baru.
Pendekatan ini menjadikan Afrika Selatan sebagai contoh dunia dalam mengelola transisi dari rezim represif menuju demokrasi.
Salah satu simbol paling kuat adalah ketika Mandela mengenakan jersey tim rugby nasional Afrika Selatan, yang sebelumnya identik dengan supremasi kulit putih, demi menyatukan bangsa. Sebuah pesan sederhana namun mendalam: Afrika Selatan adalah milik semua ras.
Warisan Global Nelson Mandela
Nelson Mandela menerima Penghargaan Nobel Perdamaian 1993, bersama Presiden F.W. de Klerk, atas upaya mengakhiri apartheid secara damai. Namun, warisan terbesarnya bukanlah penghargaan, melainkan nilai kemanusiaan universal yang ia tinggalkan.
Mandela wafat pada 5 Desember 2013, tetapi ajarannya tetap hidup:
“Kebebasan bukan hanya tentang melepaskan belenggu, tetapi tentang menghormati dan memajukan kebebasan orang lain.”
Hari lahirnya, 18 Juli, kini diperingati dunia sebagai Nelson Mandela International Day, pengingat bahwa satu manusia dengan keberanian dan moralitas dapat mengubah arah sejarah.
PENUTUP
Nelson Mandela bukan hanya milik Afrika Selatan. Ia adalah milik dunia. Dalam sejarah umat manusia, namanya sejajar dengan tokoh-tokoh besar yang membuktikan bahwa kemanusiaan, keberanian, dan pengampunan adalah kekuatan paling revolusioner.
Di tengah dunia yang masih diliputi konflik dan polarisasi, kisah Nelson Mandela tetap relevan—sebagai cahaya bahwa perdamaian selalu mungkin diperjuangkan.
Penulis : Redaksi
Halaman : 1 2

















