23 awak kapal berada di atas kapal Mayuree Naree Bangkok saat insiden terjadi. Sebanyak 20 orang berhasil diselamatkan, sementara penyelidikan internasional masih berlangsung.
Ihand.id | • Internasional – Ketegangan di kawasan Teluk Persia kembali meningkat setelah sebuah kapal kargo berbendera Thailand dilaporkan mengalami serangan saat melintas di jalur strategis Selat Hormuz.
Jalur pelayaran ini dikenal sebagai salah satu rute distribusi energi paling vital di dunia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapal kargo bernama Mayuree Naree Bangkok dilaporkan terkena serangan ketika berada di perairan dekat Oman.
Kapal tersebut sebelumnya berangkat dari Dubai sebelum mencoba melintasi Selat Hormuz menuju tujuan pelayaran berikutnya.
Kepala Staf Angkatan Laut Kerajaan Thailand, Thadawut Thatpitakkul, menyampaikan bahwa pihak Angkatan Laut menerima laporan mengenai serangan terhadap kapal komersial Thailand tersebut saat melintas di jalur pelayaran internasional itu.
Menurutnya, personel Angkatan Laut Thailand yang ditempatkan di Manama, Bahrain segera berkoordinasi dengan otoritas maritim di Oman untuk memberikan bantuan kepada para awak kapal.
Informasi awal yang diterima menyebutkan bahwa sebanyak 20 awak kapal berhasil diselamatkan setelah insiden terjadi.
Sementara itu, tiga awak lainnya masih berada di atas kapal ketika proses penanganan berlangsung.
Secara keseluruhan, terdapat 23 awak kapal yang berada di dalam kapal kargo tersebut saat insiden terjadi.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah ada korban luka dalam peristiwa tersebut.
Meski demikian, laporan awal menyebutkan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Sejumlah sumber yang berafiliasi dengan Iran menyebutkan bahwa kapal tersebut kemungkinan terkena serangan drone boat berpemandu.
Serangan itu diduga terjadi setelah kapal tersebut dianggap mengabaikan peringatan yang dikeluarkan agar kapal komersial tidak melintas di Selat Hormuz di tengah situasi konflik yang memanas.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah, terutama setelah konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel memicu kekhawatiran akan meluasnya dampak perang ke jalur perdagangan internasional.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran yang sangat strategis bagi perdagangan global. Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia setiap hari melewati jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut.
Karena itu, setiap insiden keamanan yang terjadi di kawasan ini selalu memicu kekhawatiran global, terutama terkait stabilitas pasokan energi dan kelancaran perdagangan internasional.
Hingga kini, otoritas maritim internasional masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut serta mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas serangan terhadap kapal kargo Thailand tersebut.
Penulis : Qadaffa




















