Jujitsu Asian Regional Championship Southeast Asia 2024

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 10 Juli 2024 - 17:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JUJITSU Asian Regional Championship Southeast Asia 2024 sukses digelar di Bali, Indonesia. Event spektakuler antar Asia Tenggara ini diharapkan menjadi jalan pembuka bagi Indonesia sebagai tuan rumah untuk turnamen jujitsu berskala Asia maupun dunia.

Dihelat di Bali, Kamis – Minggu, 4-7 Juli 2024, event ini mendapat perhatian langsung dari Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC), Raja Sapta Oktohari. Ia berharap, kejuaraan regional Asia Tenggara ini bisa membuka jalan agar event berskala Asia maupun dunia bisa digelar di Indonesia. Tak hanya Bali, kata Oktohari, kota lain pun siap untuk menjadi tuan rumah.

“Saya sangat bangga, kali ini, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah,” sebutnya. Sebelumnya, kata dia, Indonesia memang pernah menjadi tuan rumah Asian Games. Cabang olahraga jujitsu, salah satu yang dipertandingkan. Tapi tahun 2018 lalu itu merupakan multievent. Untuk single event jujitsu, kali ini, sebuah gebrakan yang dilakukan Pengurus Besar Jujitsu Indonesia (PBJI) dengan sukses menggelar event terbesar se-Asia Tenggara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mahesa Arba, Head Local Organizer Jujitsu Asian Regional Championship Southeast Asia menyebut, kali ini ada enam negara yang mengirim atletnya untuk bertanding. “Vietnam paling antusias,” sebut Mahesa. Lebih dari seratus atlet dikirim oleh Vietnam untuk merebut gelar Juara Umum. “Total semua negara yang ikut, lebih dari lima ratus pendaftar,” imbuh Mahesa.

Baca Juga:  Camat Singkep Barat Bersama Dinsos Lingga Tinjau Langsung Kondisi PPKS di Wilayah Singkep Barat

Dijelaskan Mahesa, ratusan atlet tersebut bertanding pada kategori Contact Jujitsu, Fighting System, Duo Show dan Newaza/Jiujitsu. Sekilas, Mahesa menjelaskan, beragam nomor pertandingan itu ada yang berlaga dengan gaya full body contact layaknya laga MMA. Ada juga yang hanya dengan pukulan dan tendangan terkontrol lalu dilanjutkan dengan bantingan dan kuncian.

Untuk duo show memperagakan gerakan lincah, indah, dan terkonsep. Di kategori lain ada laga jiujitsu atau disebut juga dengan newaza. “Pada kategori newaza ini, tak diizinkan memakai teknik pukulan dan tendangan,” jelas pendiri Indonesia Spider Jujitsu (ISJ) ini.

Dari 95 nomor pertandingan, Vietnam berhasil menjadi Juara Umum dengan perolehan 52 emas, 55 perak dan 44 perunggu. Sebagai tuan rumah, Indonesia mampu bertengger di atas Thailand yang merupakan negara yang juga disegani pada Cabor Jujitsu.

Indonesia berhasil menjadi juara kedua atau runner up dengan selisih lima emas lebih banyak dibandingkan Thailand. Begitu juga perolehan medali perak dan perunggu, Indonesia jauh di atas Thailand.

“Kita sukses menjadi tuan rumah, juga sukses di prestasi walau harus mengakui keunggulan Vietnam,” kata Mahesa.

Pada event kali ini, memang tidak semua negara Asia Tenggara mengirimkan atlet. Setidaknya, enam negara yang berpartisipasi ini tercatat memang sedang bersaing untuk menjadi yang terbaik di cabor jujitsu. Enam negara tersebut adalah: Vietnam, Indonesia, Thailand, Kamboja, Singapura, dan Filipina.

Laga-laga seru yang berlangsung di Liga Bali Arena ini menjadi perhatian dari banyak praktisi beladiri di Bali, terutama jujitsu. Di hari pertandingan, tribun tak pernah sepi dari penonton. Teriakan dukungan tak hanya dari kontingen atlet.

Banyak juga penonton yang netral ikut berteriak saat menyaksikan laga demi laga. Laga full contact, menjadi perhatian. Sebab, dua atlet saling baku hantam dengan tenaga penuh yang juga dikombinasikan dengan teknik-teknik pukulan dan bantingan. Begitu juga dengan penampilan atlet-atlet Duo Show. “Menyaksian mereka tanding, seperti menonton film laga,” kata Eko, seorang penonton.

Data yang dihimpun dari panitia, atlet-atlet yang mewakili Indonesia sebagian merupakan atlet-atlet yang lolos PON XXI/2024 Aceh-Sumut. Ajang ini sekaligus menjadi tryout bagi atlet jelang laga PON XXI, September mendatang.

Jujitsu Asian Regional Championship Southeast Asia 2024 ini juga mempertandingkan kelompok umur: U16, U18, dan U21. Diharapkan, ajang ini bisa memicu pengurus di setiap negara untuk menyiapkan atlet secara berjenjang.

Selain dihadiri oleh Ketum KOI/NOC, event ini juga dihadiri oleh banyak pemerhati olahraga dan mantan-mantan atlet nasional dari cabor lain, satu di antaranya adalah Krisna Bayu. Tentu saja, event ini dihadiri langsung oleh Ketum Pengurus Besar Jujitsu Indonesia (PBJI) Laksdya (Purn) DR Desi Albert Mamahit MSc dan jajaran pengurus lainnya, termasuk Sekjen PBJI, DR Dedy Triharjanto.

“Untuk meningkatkan prestasi atlet, salah satu yang harus dilakukan adalah dengan memperbanyak event,” sebut DA Mamahit. Diharapkan, dengan adanya turnamen regional ini, pengurus di tingkat negara, provinsi hingga kabupaten juga bisa menggelar kejuaraan.

“Nah, dari kejuaraan-kejuaraan itu bisa terseleksi atlet terbaik untuk bertanding di ajang yang lebih tinggi,” kata mantan Kepala Badan Keamanan Laut RI ini.

Bicara event pertandingan, DA Mamahit menyebut, dampak positifnya tak hanya pada prestasi. “Dunia pariwisata juga berdampak baik. Seperti event di Bali ini, semakin banyak orang yang datang. Semoga ini juga bisa memicu kota lainnya untuk menjadi tuan rumah event berskala internasional,” harap pensiunan jendral TNI bintang tiga ini.

Sementara itu, Ketua Umum Komite Wasit Nasional (KWN) Jujitsu Indonesia, Kolonel Kes Dra Yuni Rukmawati Amd Akup MM, menyebut, selain fokus menggelar event-event berstandar internasional, PBJI melalui KWN juga semakin fokus dan serius menyiapkan SDM wasit Jujitsu Indonesia. “Salah satu yang kita lakukan adalah dengan menggelar sertifikasi wasit dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional, kontinental hingga dunia,” ujarnya.

Event Jujitsu Asian Regional Championship 2024 ini melibatkan puluhan wasit dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia dengan pengawasan langsung dari Head Referee Jujitsu Asian Union (JJAU), Alexandre Nascimento.(chi)

Follow WhatsApp Channel ihand.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wabup Lingga Novrizal Koordinasi ke BWS Sumatera IV, Dorong Percepatan Infrastruktur dan Pengendalian Banjir
Pemkab Lingga Resmi Tutup Musrenbang RKPD 2027
Kemarau 3 Bulan Tak Kunjung Hujan, Warga Singkep Barat Gelar Sholat Istisqo Bersama
Harga Sembako di Pasar Dabo Singkep Turun Jelang Ramadhan 1447 H, Namun Pasar Justru Sepi Pembeli
Sambut Ramadhan 1447 H, Disdikpora Lingga Kurangi Jam Pelajaran dan Fokuskan Kegiatan Keagamaan
Vatawari Nahkodai PBJI Lingga 2026-2030, Siap Bawa Jujitsu Lingga Berprestasi di Porprov Kepri
Sambut Ramadhan 1447 H, Camat Singkep Barat Susi Yenty Pimpin Goro Bersihkan TPU
Dekranasda Lingga Gelar Silaturahmi Sambut Ramadhan 1447 H
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 21:13 WIB

Wabup Lingga Novrizal Koordinasi ke BWS Sumatera IV, Dorong Percepatan Infrastruktur dan Pengendalian Banjir

Jumat, 13 Februari 2026 - 21:02 WIB

Pemkab Lingga Resmi Tutup Musrenbang RKPD 2027

Jumat, 13 Februari 2026 - 15:54 WIB

Kemarau 3 Bulan Tak Kunjung Hujan, Warga Singkep Barat Gelar Sholat Istisqo Bersama

Jumat, 13 Februari 2026 - 15:44 WIB

Harga Sembako di Pasar Dabo Singkep Turun Jelang Ramadhan 1447 H, Namun Pasar Justru Sepi Pembeli

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:40 WIB

Sambut Ramadhan 1447 H, Disdikpora Lingga Kurangi Jam Pelajaran dan Fokuskan Kegiatan Keagamaan

Berita Terbaru

Pemerintah Kabupaten Lingga resmi menutup Musrenbang RKPD 2027 di Aula Kantor Bupati Lingga | f. Diskominfo Lingga

Berita Harian Lingga

Pemkab Lingga Resmi Tutup Musrenbang RKPD 2027

Jumat, 13 Feb 2026 - 21:02 WIB