Investor Muda Asal Dabo Singkep Panen Raya Udang Vanamei Bersama Wakil Bupati Lingga

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 25 Oktober 2023 - 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ihand.id – Wakil Bupati Lingga Neko Wesha Pawelloy bersama investor muda asal Dabo Singkep, Kenzi, melakukan panen raya udang vaname di PT. Singkep Putra Perkasa di Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga.

Dengan luas lahan 30 hektar di targetkan hingga akhir tahun 2024 akan dibuka 150 kolam tambak udang dengan target hasil 10 ton untuk setiap kolam seluas 50×50 meter persegi. Namun kedepannya target dari budidaya udang vanamei ini akan dibuka lahan seluas 100 hektar dan akan dibangun kolam sekitar 150-170 kolam.

Wakil Bupati Lingga, Neko Wesha Pawelloy bersama pengusaha muda asli Dabo Singkep, Kenzi yang juga merupakan pemilik tambak udang vanamei melihat langsung proses sortir udang vanamei (foto: ivntry)

“Saat ini sudah enam kolam yang dibuka. Akhir tahun ini ditargetkan akan terbuka 20 kolam dengan hasil 10 ton per kolam,” kata pemilik tambak udang vaname PT. SPP., Kenzi, Rabu (25/10/2023).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Kenzi, kualitas air laut di perairan Pulau Singkep menjadi dasar awal untuk berinvestasi tambak udang di Pulau Singkep.

“Kualitas air laut di beberapa daerah sudah jika survei dan ternyata air laut di perairan Pulau Singkep sangat cocok untuk berinvestasi di sektor tambak udang jenis vanamei,” ujarnya.

Pengusaha Muda ini menuturkan kepada media bahwa target hasil tambak udang yang dibuka Kecamatan Singkep Pesisir ini akan menembus pasar Eropa, Jepang dan Amerika.

“Berdasarkan hasil tambak saat ini, kita optimis apabila semua kolam telah beroperasi, untuk pasar ekspor kita yaitu ke negara negara di Eropa, jepang dan Amerika akan tercapai,” jelasnya.

Baca Juga:  Deklarasi Jendral Melayu Menuju Kepri Satu
Udang vanamei hasil budidaya PT. SINGKEP PUTRA PERKASA di Desa Lanjut, Kec. Singkep Pesisir (foto: ivntry)

Ia menjelaskan, saat ini pola panen udang yang dilakukan memakai sistem berkala, yakni tidak langsung dipanen seluruhnya namun bertahap sesuai usia udang yang sudah layak atau memiliki nilai jual.

“Hal ini dilakukan agar udang dapat tumbuh sesuai ukuran yang memiliki nilai jual tinggi. Untuk satu kolam ditargetkan akan menghasilkan 10 ton udang dengan kualitas baik,” bebernya.

Hasil panen saat ini diprioritaskan untuk pasar lokal, namun untuk ukuran besar dilakukan ekspor ke luar negeri yaitu Singapura.

Hingga saat ini, Kenzi mengaku belum mendapatkan kendala yang berarti untuk usaha tambak yang dilakukannya di Kecamatan Singkep Pesisir ini. Sarana dan prasarana pendukung cukup memadai untuk melakukan usaha tambak di daerah ini.

“Listrik dan air merupakan sarana penting. Listrik masih cukup, kami hanya menyiapkan mesin untuk mengantisipasi listrik padam,” ucapnya.

Selain listrik dan sarana pendukung lainnya, untuk menghasilkan panen yang memadai ia juga memaksimalkan pengelolaan limbah. Agar air limbah tidak mencemari sungai dan pantai yang menjadi sumber usaha tambak, pengelolaan air mengunakan sistem Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).

“Untuk di Lingga baru saya yang mengunakan IPAL untuk pengelolaan air limbah. Nanti limbah akan dilakukan tiga tahap. Kolam pertama obat yang dapat menetralkan air. Begitu juga di kolam kedua hingga pada kolam ketiga akan dipelihara ikan. Jika ikan tidak mati berarti air limbah sudah netral dan kemudian dialirkan ke sungai,” jelasnya.

Baca Juga:  Proyek Ramp Door Dermaga Jagoh Molor, Dishub : Harusnya 180 hari kerja Siap

Dengan target 120 kolam hingga tahun 2024 diperkirakan akan terserap 100 tenaga kerja lokal. Penyerapan tenaga kerja lokal menjadi prioritas Kenzi untuk menghidupkan perekonomian masyarakat. Sebagai putra asli daerah ia memiliki tanggung jawab moral untuk kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Bupati Lingga, Neko Wesha Pawelloy yang melihat langsung panen udang vaname ini, mengatakan, Pemkab Lingga selalu welcome untuk investasi di daerah ini. Hal ini berdasarkan penilaiannya, dampak virus covid yang melanda menyebabkan perekonomian di daerah ini berjalan ditempat.

Dengan adanya investasi yang masuk akan membantu pemerintah daerah untuk menyediakan lapangan pekerjaaan bagi masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada pengusaha yang masuk di Kabupaten Lingga. Apalagi pengusaha tersebut merupakan putra asli Kabupaten Lingga seperti ini. Silahkan berinvestasi di Kabupaten Lingga. Baik investasi tambak atau tambang serta yang lainnya. Karena Kabupaten Lingga kaya akan sumber daya alam,” ucapnya.

Masuknya investor dapat memaksimalkan lagi potensi di Kabupaten Lingga yang tujuan utama untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Dengan investasi akan membuka lapangan pekerjaan di Kabupaten Lingga,” ucap Wakil Bupati Lingga, Neko Wesha Pawelloy. (Ivntry)

Follow WhatsApp Channel ihand.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Arus Balik Lebaran 2026 di Lingga Mulai Memuncak, 1.000 Penumpang Tinggalkan Daerah di H+3
Perpisahan yang Menggetarkan Hati di Hari ke-30 Ramadhan
Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-29: Ramadhan Hampir Berakhir, Jangan Lewatkan Kesempatan Terakhir Menuju Ampunan
Jejak Sejarah Ketupat: Tradisi Sakral yang Tak Pernah Absen di Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-28: Allah Menjanjikan Pahala Besar bagi Orang Berpuasa
Antimateri, Zat Termahal di Dunia: Rp1.000 Triliun per Gram dan Bisa Meledak Saat Disentuh
Bersatu dalam Berkah Ramadan, LMG Gelar Buka Puasa di Pantai Tiga Berlian Penuh Haru dan Kebersamaan
Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-27: Malam yang Diyakini sebagai Lailatul Qadar, Ini Amalan Istimewanya
Berita ini 203 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 24 Maret 2026 - 13:15 WIB

Arus Balik Lebaran 2026 di Lingga Mulai Memuncak, 1.000 Penumpang Tinggalkan Daerah di H+3

Jumat, 20 Maret 2026 - 21:16 WIB

Perpisahan yang Menggetarkan Hati di Hari ke-30 Ramadhan

Kamis, 19 Maret 2026 - 21:03 WIB

Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-29: Ramadhan Hampir Berakhir, Jangan Lewatkan Kesempatan Terakhir Menuju Ampunan

Rabu, 18 Maret 2026 - 18:16 WIB

Jejak Sejarah Ketupat: Tradisi Sakral yang Tak Pernah Absen di Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Rabu, 18 Maret 2026 - 17:53 WIB

Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-28: Allah Menjanjikan Pahala Besar bagi Orang Berpuasa

Berita Terbaru

Masjid Miftahul Jannah, Setajam, Dabo Singkep, Lingga, Kepri | f. Ihand

Budaya

Perpisahan yang Menggetarkan Hati di Hari ke-30 Ramadhan

Jumat, 20 Mar 2026 - 21:16 WIB