Cabai Tak Lagi “Pedas di Kantong”! Gerakan Pemuda Pancasila Lingga Menggebrak Lewat Panen Perdana

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 10 April 2026 - 10:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gerakan tanam cabai Pemuda Pancasila Lingga di Kecamatan Singkep membuahkan panen perdana | f. Wandy

Gerakan tanam cabai Pemuda Pancasila Lingga di Kecamatan Singkep membuahkan panen perdana | f. Wandy

Dari ratusan pohon hingga puluhan kilogram hasil panen, gerakan ini jadi harapan baru menekan harga dan memperkuat ekonomi warga.

Ihand.id | • Lingga – Di tengah keluhan masyarakat soal harga cabai yang kerap “membakar dompet”, sebuah gerakan senyap di Kabupaten Lingga justru mulai menunjukkan taringnya.

Gerakan tanam cabai yang digagas Pemuda Pancasila Lingga kini tak lagi sekadar program di atas kertas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Kecamatan Singkep, panen perdana menjadi bukti nyata bahwa dari tanah sendiri, solusi itu benar-benar tumbuh.

Ketua MPC Pemuda Pancasila Lingga, Armanto Arsyad, menyebut gerakan ini lahir dari keresahan yang sama dengan masyarakat: harga cabai yang tak menentu dan ketergantungan tinggi pada pasokan luar daerah.

“Ini bukan sekadar tanam, ini gerakan. Kita mulai dari bawah, dari PAC sampai ranting. Ada yang tanam sampai 1.200 pohon,” tegasnya, Rabu (8/4/2026).

Langkah ini bukan tanpa arah. Armanto memastikan, program ini dirancang berkelanjutan.

Baca Juga:  Ketua DPRD Lingga Pimpin Audiensi Bersama SPSI dan Penambang Timah, Bahas Solusi Atas Krisis Lapangan Kerja di Daerah

Bahkan ke depan, setiap ranting akan dibekali 100 polibek sebagai langkah awal membangun kemandirian pangan dari pekarangan sendiri.

Targetnya jelas: Lingga harus berdiri di atas kakinya sendiri, tanpa terus bergantung pada pasokan cabai dari luar daerah seperti Jambi.

Hasilnya mulai terasa. Dari 670 pokok cabai yang ditanam, panen perdana menghasilkan sekitar 30 kilogram.

Tak menunggu lama, hasil tersebut langsung mengalir ke Pasar Dabo Singkep dan dijual ke masyarakat dengan harga normal tanpa “drama” kenaikan atau permainan harga.

Saat ini, harga cabai di Lingga berada di kisaran Rp50 ribu per kilogram. Sebuah angka yang dianggap mulai stabil, dan yang terpenting tidak lagi terlalu menyakitkan bagi dapur rumah tangga.

Namun, gerakan ini tak berhenti di cabai. Para anggota juga mengembangkan tanaman terong yang tak kalah menjanjikan.

Dalam sepekan, 100 pohon terong mampu menghasilkan panen rutin yang memberi pemasukan hingga ratusan ribu rupiah.

Baca Juga:  Habib/Ari Juara Merah Putih Cup II 2024, Bupati Lingga Harap Jadi Agenda Tahunan

Sebuah bukti bahwa pekarangan kecil pun bisa menjadi sumber ekonomi nyata.

Camat Singkep, Agustiar, pun angkat bicara. Ia menyebut gerakan ini sebagai langkah cerdas yang bukan hanya berdampak pada harga, tapi juga membuka kesadaran baru di tengah masyarakat.

“Ini luar biasa. Sejalan dengan program PKK, bagaimana pekarangan rumah bisa dimanfaatkan. Kalau ini terus berkembang, dampaknya besar,” ujarnya.

Kini, harapan itu mulai tumbuh secara harfiah. Cabai tak lagi sekadar komoditas yang membuat resah saat harganya melonjak.

Di tangan masyarakat Lingga, cabai berubah menjadi simbol kemandirian, kekuatan ekonomi, dan perlawanan terhadap ketergantungan.

Dan jika gerakan ini terus menyebar hingga ke seluruh ranting di tiap kecamatan, bukan tidak mungkin suatu hari nanti, Lingga tak hanya mandiri cabai tetapi juga menjadi contoh bagi daerah lain.

Penulis : Ivantri Gustianda

Follow WhatsApp Channel ihand.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kajari Lingga Pimpin Audiensi Massa Aliansi Pemuda Kabupaten Lingga
Pemkab Lingga Gelar Rapat Persiapan Pendataan Calon Peserta Didik Sekolah Rakyat
Pemkab Lingga dan BP Batam Bahas Pemanfaatan Air Baku Sungai Jelutung untuk Pengembangan Infrastruktur
Exit Meeting BPK RI Digelar di Daik Lingga, Pemkab Lingga Tegaskan Komitmen Tata Kelola Keuangan Transparan
Ajang Duta GenRe Lingga 2026 Cetak Remaja Inspiratif untuk Indonesia Emas 2045
Kerugian Negara Rp738 Juta, Terdakwa Kasus Jembatan Marok Kecil Justru Divonis Bebas
Diskominfo Lingga Dorong Desa Lebih Digital, Pengelolaan Website Desa Kini Jadi Sorotan
Beredar Kabar Pemeriksaan Pejabat Lingga, Kejari: Informasi Itu Tidak Benar
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 14:04 WIB

Kajari Lingga Pimpin Audiensi Massa Aliansi Pemuda Kabupaten Lingga

Senin, 11 Mei 2026 - 13:56 WIB

Pemkab Lingga Gelar Rapat Persiapan Pendataan Calon Peserta Didik Sekolah Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:31 WIB

Pemkab Lingga dan BP Batam Bahas Pemanfaatan Air Baku Sungai Jelutung untuk Pengembangan Infrastruktur

Sabtu, 9 Mei 2026 - 20:01 WIB

Exit Meeting BPK RI Digelar di Daik Lingga, Pemkab Lingga Tegaskan Komitmen Tata Kelola Keuangan Transparan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:53 WIB

Ajang Duta GenRe Lingga 2026 Cetak Remaja Inspiratif untuk Indonesia Emas 2045

Berita Terbaru

Kajari Lingga Rully Afandi memimpin audiensi bersama Aliansi Pemuda Kabupaten Lingga terkait dugaan THR belum dibayarkan dan indikasi penyimpangan di lingkungan Pemkab Lingga | f. Redaksi

Berita Harian Lingga

Kajari Lingga Pimpin Audiensi Massa Aliansi Pemuda Kabupaten Lingga

Senin, 11 Mei 2026 - 14:04 WIB

Pemerintah Kabupaten Lingga sukses menggelar Pemilihan Duta GenRe 2026 secara daring. Aan Pramansyah dan Josevia Natanya Ambar Ginting terpilih sebagai Juara I dan siap mewakili Lingga ke tingkat Provinsi Kepri | f. Diskominfo Lingga

Berita Harian Lingga

Ajang Duta GenRe Lingga 2026 Cetak Remaja Inspiratif untuk Indonesia Emas 2045

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:53 WIB