Apa itu Eccedentesiast, Berikut Penjelasan dan Tanda-tandanya

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 11 Mei 2023 - 22:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nggak heran, jika mereka tampak sangat menikmati hidupnya. Ini dilakukan agar mereka bisa melakukan hal-hal positif. Setidaknya, ini bisa memberikan kelegaan bagi mereka.

Nggak cuma itu, melakukan hal yang disukai juga bisa membuat mereka sejenak terlepas dari kesedihan dan rasa sakit yang dialami.

Jadi, sah-sah saja, kok, jika mereka melakukan hal ini, yang terpenting mereka melakukan kegiatan yang positif dan bisa menikmati kegiatan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

5. Tak selamanya kesedihan bisa ditutupi

Meskipun tampak tegar dan bahagia, tapi bukan berarti seorang eccedentesiast nggak bisa menunjukkan ‘wajah aslinya’. Biasanya, mereka akan menunjukkan wajah aslinya ketika mereka sendirian dan nggak melakukan kegiatan apapun.

Pernah mendengar ungkapan “mulut bisa berbohong, tapi tidak dengan mata”? Nampaknya hal ini juga berlaku bagi seorang eccedentesiast.

Nggak heran, jika banyak orang yang berkata bahwa mata bisa menunjukkan emosi dalam jiwa seseorang. Pasalnya, nggak selamanya kesedihan yang dirasakan dapat ditutupi. Adakalanya seseorang menyadari jika kamu sebenarnya menangis dalam senyuman.

Baca Juga:  Dekranasda Lingga Dukung Pengrajin Lokal: Penjahit Setempat Dipercaya Jahit Batik Lingga Jadi Busana Bernilai Tinggi

Nah ketika hal ini terjadi, biasanya seorang eccedentesiast merasa bahagia. Sebab, ada orang yang tahu mengenai apa yang sebenarnya mereka rasakan. Biasanya, orang terdekat yang sudah kenal lama denganmu akan menyadari hal ini.

Memilih Menjadi Seorang Eccedentresiast Memang Punya Sisi  Positif, Tapi…

Ketika memilih menjadi seorang eccedentesiast memang ada beberapa sisi positif yang bisa diperoleh, misalnya saja kamu bisa menjadi lebih tegar dalam menghadapi cobaan, mandiri dalam menyelesaikan masalah, dan selalu optimis.

Dikutip dari laman Very Well Health, beberapa penelitian memang menemukan bahwa tersenyum dapat menciptakan perasaan positif dan membuat seseorang merasa lebih baik.

Apabila kamu tersenyum untuk memberikan dorongan positif pada diri sendiri, memang biasanya ini berhasil untuk mendapatkan suasana hati yang baik.

Namun sebaliknya, jika kamu berpura-pura tersenyum agar nggak berurusan dengan rasa sedih yang dialami atau secara singkat kamu menjadikan senyum sebagai sebuah ‘trik’ yang dipaksakan agar kamu terlihat bahagia, ini hanya akan membuatmu merasa lebih buruk dalam jangka panjang.

Baca Juga:  Marak Tren Melukai Tangan Sendiri (PTSD), Ini Penyebab dan Solusi Pencegahannya

Sangat wajar, jika kamu nggak mau merepotkan orang lain dengan berpura-pura bahagia. Namun ingat, kita adalah makhluk sosial yang juga membutuhkan orang lain.

Apabila masalah yang dirasakan terlalu berat dan kamu nggak bisa menutupinya lagi, nggak ada salahnya, lo, jika meminta bantuan pada orang lain.

Cara yang termudah, kamu bisa menceritakan apa yang sebenarnya dialami pada orang terdekat yang kamu percaya. Pilihan lainnya, kamu juga bisa bercerita pada psikolog. Jadi, beban pikiran dan rasa sedih yang kamu rasakan dapat berkurang.

itulah beberapa informasi mengenai eccedentesiast. Eccedentesiast adalah seseorang yang memilih menutupi kesedihan dengan sebuah senyuman.

Penulis : ihand
Sumber : rukita

Follow WhatsApp Channel ihand.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lonjakan Penyakit Pasca Lebaran di Dabo: Hipertensi dan ISPA Paling Dominan
Wabup Lingga Novrizal Kunjungi RSUD Dabo Singkep, Pastikan Pelayanan Kesehatan Tetap Optimal Pasca Lebaran
Panen Cabai di Halaman Gedung Daerah Dabo, TP PKK Lingga Dorong Ketahanan Pangan Keluarga
Arus Balik Lebaran 2026 di Lingga Mulai Memuncak, 1.000 Penumpang Tinggalkan Daerah di H+3
Perpisahan yang Menggetarkan Hati di Hari ke-30 Ramadhan
Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-29: Ramadhan Hampir Berakhir, Jangan Lewatkan Kesempatan Terakhir Menuju Ampunan
Jejak Sejarah Ketupat: Tradisi Sakral yang Tak Pernah Absen di Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-28: Allah Menjanjikan Pahala Besar bagi Orang Berpuasa
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 22:01 WIB

Lonjakan Penyakit Pasca Lebaran di Dabo: Hipertensi dan ISPA Paling Dominan

Kamis, 26 Maret 2026 - 20:50 WIB

Wabup Lingga Novrizal Kunjungi RSUD Dabo Singkep, Pastikan Pelayanan Kesehatan Tetap Optimal Pasca Lebaran

Kamis, 26 Maret 2026 - 20:26 WIB

Panen Cabai di Halaman Gedung Daerah Dabo, TP PKK Lingga Dorong Ketahanan Pangan Keluarga

Selasa, 24 Maret 2026 - 13:15 WIB

Arus Balik Lebaran 2026 di Lingga Mulai Memuncak, 1.000 Penumpang Tinggalkan Daerah di H+3

Jumat, 20 Maret 2026 - 21:16 WIB

Perpisahan yang Menggetarkan Hati di Hari ke-30 Ramadhan

Berita Terbaru

Puskesmas Dabo 2026 | f. Wandy

Berita Harian Lingga

Lonjakan Penyakit Pasca Lebaran di Dabo: Hipertensi dan ISPA Paling Dominan

Kamis, 26 Mar 2026 - 22:01 WIB

Masjid Miftahul Jannah, Setajam, Dabo Singkep, Lingga, Kepri | f. Ihand

Budaya

Perpisahan yang Menggetarkan Hati di Hari ke-30 Ramadhan

Jumat, 20 Mar 2026 - 21:16 WIB