Tradisi makan bersama keluarga di Hari Raya Idul Adha masih terasa hangat di tengah masyarakat Lingga. Ketupat, rendang, hingga sambal lengkong menjadi sajian yang tidak pernah absen dari meja makan warga.
Ihand.id | • Lingga – Suasana Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi masih membawa kehangatan tersendiri bagi masyarakat di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga.
Di tengah kebersamaan keluarga dan nuansa religius yang begitu terasa, sajian khas lebaran tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tradisi masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi sebagian besar warga, ketupat dan rendang daging masih menjadi menu utama yang selalu hadir di meja makan saat hari raya. Kehadiran makanan khas tersebut seolah menjadi simbol kebersamaan, rasa syukur, dan kehangatan keluarga.
Salah seorang warga Dabo Singkep, Rustina (64), mengungkapkan bahwa tradisi menyantap ketupat bersama keluarga masih terus dipertahankan hingga saat ini, baik saat Hari Raya Idul Fitri maupun Idul Adha.
“Ketupat dan rendang masih menjadi menu andalan makan bersama keluarga saat lebaran,” ujarnya.
Namun bagi Rustina, sajian lebaran terasa belum lengkap tanpa kehadiran sambal lengkong, sambal khas berbahan dasar daging ikan murni yang sudah lama menjadi bagian dari kuliner tradisional masyarakat Lingga.
Menurutnya, cita rasa sambal lengkong memiliki kenikmatan tersendiri yang selalu dirindukan setiap momen hari raya tiba.
“Kalau tidak ada sambal lengkong rasanya kurang lengkap,” katanya sambil tersenyum.
Di balik suasana hangat lebaran tersebut, Rustina juga menyimpan doa dan harapan besar. Ia mendoakan agar para jemaah haji yang saat ini sedang menjalankan ibadah di Tanah Suci diberikan kesehatan, kelancaran, dan menjadi haji yang mabrur serta mabrurah.
Tak hanya itu, perempuan berusia 64 tahun tersebut juga mengaku memiliki niat yang sama untuk suatu hari dapat menunaikan rukun Islam kelima.
Ia percaya, niat tulus dan ikhlas menjadi langkah awal untuk dapat memenuhi panggilan suci ke Baitullah.
“Kalau umur panjang dan Allah memberikan rezeki, Insya Allah saya juga ingin berangkat haji,” ungkapnya penuh harap.
Saat ini, Rustina mengaku masih terus menabung demi mewujudkan impian tersebut. Baginya, tidak ada yang mustahil selama disertai doa dan keyakinan kepada Allah SWT.
“Yang penting niat dulu dengan tulus dan ikhlas. Mudah-mudahan Allah kabulkan. Amin,” tuturnya haru.
Tradisi sederhana seperti menikmati ketupat dan sambal lengkong ternyata tidak hanya menjadi bagian dari budaya lebaran masyarakat Lingga, tetapi juga menyimpan makna mendalam tentang kebersamaan, rasa syukur, serta harapan menuju perjalanan ibadah yang suci.
Penulis : Ivantri Gustianda




















