Perjalanan hidup Xi Jinping dari masa sulit Revolusi Kebudayaan hingga menjadi pemimpin kuat yang membentuk arah geopolitik dunia modern.
Awal Kehidupan: Anak Revolusi yang Tumbuh dalam Tekanan Sejarah
Ihand.id | • Figur/tokoh/history – Nama Xi Jinping tidak lahir dari ruang kosong. Ia merupakan putra dari Xi Zhongxun, seorang tokoh revolusioner di Tiongkok.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, masa kecil Xi justru diwarnai gejolak politik besar, terutama saat Revolusi Kebudayaan mengguncang negeri tersebut.
Pada masa itu, keluarganya mengalami tekanan politik, bahkan ayahnya sempat disingkirkan dari kekuasaan. Xi muda harus merasakan kerasnya kehidupan pedesaan setelah “dikirim” ke desa Liangjiahe.
Di sanalah, ia belajar bertahan hidup, bekerja sebagai petani, dan memahami realitas rakyat kecil.
Pengalaman inilah yang kemudian membentuk karakter kepemimpinannya: keras, disiplin, dan penuh kontrol.
Meniti Karier: Dari Kader Lokal ke Puncak Kekuasaan
Perjalanan politik Xi dimulai dari bawah. Ia bergabung dengan Partai Komunis Tiongkok dan perlahan naik melalui berbagai posisi strategis di daerah.
Dari provinsi Fujian hingga Zhejiang, Xi dikenal sebagai pemimpin yang fokus pada stabilitas ekonomi dan pengendalian birokrasi.
Puncaknya terjadi pada tahun 2012, ketika ia resmi menjadi Sekretaris Jenderal Partai Komunis, lalu Presiden Tiongkok pada 2013.
Sejak saat itu, Xi tidak hanya menjadi kepala negara, tetapi juga pusat kekuasaan politik, militer, dan ideologi di Tiongkok.
Konsolidasi Kekuasaan: Menguatkan Kendali Negara
Salah satu langkah paling signifikan Xi adalah kampanye anti-korupsi besar-besaran. Ribuan pejabat ditindak, termasuk tokoh-tokoh elit partai.
Namun, kebijakan ini tidak hanya dipandang sebagai upaya bersih-bersih, melainkan juga strategi konsolidasi kekuasaan.
Di bawah Xi, struktur kepemimpinan menjadi lebih terpusat dibanding era sebelumnya seperti Deng Xiaoping.
Bahkan, perubahan konstitusi yang menghapus batas masa jabatan presiden semakin memperkuat posisinya sebagai pemimpin jangka panjang.
Penulis : Ivantri Gustianda
Halaman : 1 2 Selanjutnya




















