Makna Puasa Ramadhan Hari Kedelapan Lengkap dengan Dalil Al-Qur’an dan Hadis serta Keistimewaannya
Ihand.id | • Religi – Memasuki puasa Ramadhan hari ke-8, umat Islam semakin mendekat ke fase pertengahan bulan suci yang penuh keberkahan. Setiap hari di bulan Ramadhan memiliki keutamaan tersendiri, dan hari kedelapan diyakini sebagai momentum terbukanya pintu rahmat Allah SWT secara luas bagi hamba-hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam ibadah.
Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan proses penyucian jiwa, peningkatan ketakwaan, serta penguatan hubungan spiritual dengan Allah SWT.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Makna Puasa Ramadhan Hari ke-8
Secara spiritual, puasa hari kedelapan mengajarkan tentang konsistensi (istiqamah) dalam ibadah. Setelah melewati satu pekan Ramadhan, seorang Muslim diuji untuk tetap menjaga kualitas puasanya, baik secara lahir maupun batin.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Di hari kedelapan, nilai ketakwaan tersebut mulai terasah melalui kesabaran, pengendalian diri, serta peningkatan amal ibadah seperti shalat malam, sedekah, dan membaca Al-Qur’an.
Dalil Keutamaan Puasa Ramadhan
Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
“Setiap amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa puasa memiliki keistimewaan luar biasa dibandingkan ibadah lainnya. Allah SWT secara langsung menjanjikan balasan tanpa batas bagi orang yang berpuasa dengan penuh keikhlasan.
Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda:
“Apabila datang bulan Ramadhan, dibukalah pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu.”
(HR. Muslim)
Makna hadis ini menegaskan bahwa di hari ke-8 Ramadhan, pintu rahmat dan ampunan tetap terbuka lebar bagi umat Islam yang bersungguh-sungguh dalam memperbaiki diri.
Keistimewaan Puasa Ramadhan Hari ke-8
Berikut beberapa keutamaan dan keistimewaan puasa hari kedelapan Ramadhan:
1. Pintu Rahmat Semakin Terbuka
Hari kedelapan menjadi pengingat bahwa rahmat Allah SWT tidak pernah terputus. Konsistensi ibadah selama delapan hari menjadi bukti kesungguhan seorang hamba dalam mencari ampunan.
2. Doa Lebih Mustajab
Rasulullah SAW bersabda:
“Tiga doa yang tidak tertolak: doa orang tua, doa orang yang berpuasa, dan doa orang yang bepergian.”
(HR. Tirmidzi)
Doa orang yang berpuasa, termasuk di hari kedelapan, memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT, terutama menjelang waktu berbuka.
3. Ditinggikan Derajatnya
Puasa melatih kesabaran dan pengendalian diri. Allah SWT menjanjikan pahala tanpa batas bagi orang-orang yang sabar:
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”
(QS. Az-Zumar: 10)
Kesabaran dalam menjaga puasa hingga hari kedelapan menjadi sebab diangkatnya derajat seorang Muslim.
4. Penghapus Dosa
Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hari kedelapan menjadi bagian dari rangkaian pengampunan dosa yang Allah janjikan kepada hamba-Nya yang berpuasa dengan penuh keimanan.
Momentum Evaluasi Diri di Hari ke-8 Ramadhan
Puasa Ramadhan hari kedelapan juga menjadi momentum muhasabah (introspeksi diri). Apakah kualitas ibadah meningkat? Apakah lisan terjaga? Apakah hati semakin bersih dari iri dan dengki?
Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi juga tentang memperbaiki akhlak dan memperkuat spiritualitas.
Kesimpulan
Keutamaan puasa Ramadhan hari ke-8 mengandung pesan penting tentang konsistensi, kesabaran, serta penguatan ketakwaan. Dengan dalil Al-Qur’an dan hadis yang jelas, puasa di hari kedelapan menjadi bagian dari perjalanan menuju ampunan dan rahmat Allah SWT.
Umat Islam dianjurkan untuk terus meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak doa, memperbanyak sedekah, dan menjaga hati agar tetap bersih hingga akhir Ramadhan.
Semoga di hari kedelapan ini, setiap amal ibadah yang dilakukan diterima oleh Allah SWT dan menjadi sebab diangkatnya derajat serta diampuninya dosa-dosa kita. Aamiin.
Penulis : Ivantri Gustianda


















