Pembangunan Jembatan di Marok Kecil Terhenti: Tiga Kali Anggaran, Miliaran Rupiah Menguap, Warga Menuntut Kejelasan!

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 7 April 2025 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pondasi jembatan Desa Marok Kecil yang tak Kunjung Selesai dibangun menjadi simbol ketidakpastian | f. Vatawari

pondasi jembatan Desa Marok Kecil yang tak Kunjung Selesai dibangun menjadi simbol ketidakpastian | f. Vatawari

Jembatan ini disebut sebagai satu-satunya jalur penghubung antardusun, termasuk ke daerah perkebunan dan permukiman.

Namun, hingga kini, tidak ada kejelasan dari kontraktor atau pihak terkait mengenai penyebab keterlambatan.

Yang lebih mengkhawatirkan, kabar dari lapangan menyebut Kejaksaan setempat telah memanggil sejumlah pihak terlibat, termasuk pekerja dan pemilik lahan yang menghibahkan tanah untuk proyek tersebut.

Langkah ini diduga terkait indikasi penyimpangan anggaran atau kelalaian. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pemerintah daerah atau penegak hukum.

Warga menuntut transparansi. “Ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tapi menyangkut hajat hidup orang banyak. Jangan sampai jadi proyek gagal yang dibiarkan mangkrak,” seru Basirun.

Baca Juga:  PDAM Tirta Lingga Gelar Syukuran Secara Sederhana Pada Usia 12 Tahun

Masyarakat berharap Pemkab Lingga dan aparat segera bertindak tegas, baik melanjutkan pembangunan maupun mengusut tuntas dugaan penyelewengan.
Harapan itu kini menggantung, seperti dua pondasi jembatan yang menjadi simbol ketidakpastian.

Penulis : Cahyo Aji

Follow WhatsApp Channel ihand.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Lingga dan Bank Indonesia Gelar Pasar Sembako Murah, Tekan Harga dan Jaga Daya Beli Warga
Wabup Lingga Hadiri Rapat Paripurna DPRD, Bahas LKPJ 2025 dan Ranperda Pemberdayaan Ormas
Bambang Wiratdany Resmi Jabat Kasi Pidsus Kejari Lingga: Babak Baru Penegakan Hukum Berintegritas
Pulut Santan, Rasa yang Dimasak Perlahan: Tradisi Pernikahan Sarat Makna di Balik Asap Kayu Bakar
Sentuhan Empati di Tengah Luka: Ketua DPRD Lingga Jenguk Korban Insiden Tak Terduga
Ketika Waktu Tak Mampu Memisahkan: “Reuni 35 Tahun Penuh Haru, Ini Tentang Rasa yang Tak Pernah Usang”
Lonjakan Penyakit Pasca Lebaran di Dabo: Hipertensi dan ISPA Paling Dominan
Wabup Lingga Novrizal Kunjungi RSUD Dabo Singkep, Pastikan Pelayanan Kesehatan Tetap Optimal Pasca Lebaran
Berita ini 192 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 16:06 WIB

Pemkab Lingga dan Bank Indonesia Gelar Pasar Sembako Murah, Tekan Harga dan Jaga Daya Beli Warga

Selasa, 31 Maret 2026 - 23:01 WIB

Wabup Lingga Hadiri Rapat Paripurna DPRD, Bahas LKPJ 2025 dan Ranperda Pemberdayaan Ormas

Senin, 30 Maret 2026 - 19:15 WIB

Bambang Wiratdany Resmi Jabat Kasi Pidsus Kejari Lingga: Babak Baru Penegakan Hukum Berintegritas

Senin, 30 Maret 2026 - 18:31 WIB

Pulut Santan, Rasa yang Dimasak Perlahan: Tradisi Pernikahan Sarat Makna di Balik Asap Kayu Bakar

Senin, 30 Maret 2026 - 18:20 WIB

Sentuhan Empati di Tengah Luka: Ketua DPRD Lingga Jenguk Korban Insiden Tak Terduga

Berita Terbaru