Memasuki malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah untuk meraih kemuliaan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Ihand.id | • Religi – Memasuki hari ke-23 bulan suci Ramadhan, umat Islam berada pada fase paling istimewa dalam bulan penuh berkah ini.
Hari-hari tersebut termasuk dalam sepuluh malam terakhir Ramadhan, waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah karena diyakini menjadi momentum turunnya Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada malam-malam ganjil seperti malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadhan, umat Islam dianjurkan meningkatkan ibadah seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa.
Hal ini karena Rasulullah SAW menegaskan bahwa Lailatul Qadar kemungkinan besar terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Hari ke-23 Ramadhan pun menjadi salah satu kesempatan besar bagi umat Islam untuk meraih kemuliaan malam tersebut.
Makna Lailatul Qadar dalam Islam
Secara bahasa, Lailatul Qadar berasal dari kata lailah yang berarti malam, dan qadar yang bermakna kemuliaan, ketetapan, atau ukuran. Dengan demikian, Lailatul Qadar dapat dimaknai sebagai malam kemuliaan atau malam penentuan takdir manusia.
Makna ini dijelaskan dalam Al-Qur’an melalui Surah Al-Qadr ayat 1–3:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar. Dan tahukah kamu apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.”
(QS. Al-Qadr: 1–3)
Ayat tersebut menjelaskan bahwa amal ibadah yang dilakukan pada malam Lailatul Qadar memiliki nilai yang lebih baik dibandingkan ibadah selama seribu bulan atau sekitar 83 tahun.
Dengan kata lain, satu malam penuh ibadah pada malam tersebut memiliki pahala yang sangat besar di sisi Allah SWT.
Dalil Hadis tentang Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Keutamaan malam Lailatul Qadar juga dijelaskan dalam banyak hadis Nabi Muhammad SAW. Salah satu hadis yang paling masyhur diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim:
“Barang siapa yang melaksanakan shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa salah satu keistimewaan terbesar malam Lailatul Qadar adalah ampunan dosa dari Allah SWT bagi orang yang menghidupkan malam tersebut dengan ibadah.
Keistimewaan Malam yang Lebih Baik dari 1000 Bulan
Lailatul Qadar memiliki sejumlah keistimewaan yang tidak dimiliki malam lainnya. Beberapa di antaranya adalah:
1. Lebih Baik dari Seribu Bulan
Seperti disebutkan dalam Al-Qur’an, ibadah pada malam Lailatul Qadar lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan.
Ini berarti pahala yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya sangat besar dan berlipat ganda.
2. Malam Turunnya Malaikat
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.”
(QS. Al-Qadr: 4)
Turunnya malaikat menandakan besarnya keberkahan dan rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya.
3. Malam Penuh Kedamaian
Dalam Surah Al-Qadr ayat 5 dijelaskan:
“Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar.”
Malam tersebut dipenuhi dengan ketenangan, keberkahan, serta rahmat dari Allah SWT.
4. Waktu Dikabulkannya Doa
Banyak ulama menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar merupakan waktu yang sangat mustajab untuk berdoa kepada Allah SWT.
Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, memohon ampunan, dan memohon kebaikan dunia maupun akhirat.
Amalan yang Dianjurkan pada Malam ke-23 Ramadhan
Karena malam ke-23 termasuk malam ganjil yang berpotensi menjadi Lailatul Qadar, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah seperti:
- Melaksanakan shalat malam atau qiyamul lail
- Membaca dan mentadabburi Al-Qur’an
- Memperbanyak dzikir dan istighfar
- Bersedekah
- Memperbanyak doa
Salah satu doa yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk dibaca ketika berharap mendapatkan Lailatul Qadar adalah:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”
Artinya: Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.
(HR. Tirmidzi)
Momentum Meningkatkan Ibadah di 10 Hari Terakhir Ramadhan
Rasulullah SAW sendiri memberikan teladan dengan meningkatkan ibadah secara luar biasa pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Dalam hadis riwayat Aisyah RA disebutkan:
“Rasulullah SAW apabila memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan, beliau menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan mengencangkan ikat pinggangnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hal ini menunjukkan bahwa sepuluh malam terakhir Ramadhan merupakan waktu yang sangat istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Penutup
Puasa Ramadhan hari ke-23 menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah. Malam ini termasuk dalam malam-malam ganjil yang berpotensi menjadi Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Dengan memperbanyak ibadah, doa, serta amal kebaikan, umat Islam berharap dapat meraih keberkahan, ampunan dosa, serta pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT.
Oleh karena itu, jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk menghidupkan malam-malam terakhir Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan. Karena bisa jadi, di antara malam-malam tersebut terdapat Lailatul Qadar, malam paling mulia yang dinantikan oleh seluruh umat Islam.
Penulis : Ivantri Gustianda




















