Memasuki malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan, umat Islam dianjurkan meningkatkan ibadah untuk meraih kemuliaan Malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan.
Ihand.id | • Religi – Puasa Ramadhan yang telah memasuki hari ke-21 menandai dimulainya fase paling istimewa dalam bulan suci, yaitu sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Pada fase ini, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah, karena terdapat satu malam yang sangat mulia, yakni Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hari ke-21 Ramadhan juga menjadi awal dari malam-malam ganjil yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa.
Banyak ulama menyebut bahwa malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir merupakan waktu yang paling berpeluang turunnya Lailatul Qadar.
Makna Puasa di Hari ke-21 Ramadhan
Puasa pada hari ke-21 Ramadhan bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas spiritual dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Memasuki fase akhir Ramadhan, umat Islam diajak untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri, memperbanyak amal kebaikan, serta memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukan.
Pada hari ini pula, banyak umat Islam mulai memperbanyak ibadah malam seperti qiyamul lail, i’tikaf di masjid, dan membaca Al-Qur’an dengan harapan dapat meraih keberkahan malam Lailatul Qadar.
Dalil Al-Qur’an Tentang Lailatul Qadar
Keutamaan malam di sepuluh hari terakhir Ramadhan dijelaskan dalam Al-Qur’an, khususnya dalam Surah Al-Qadr ayat 1–3:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.”
(QS. Al-Qadr: 1–3)
Ayat ini menjelaskan bahwa satu malam Lailatul Qadar memiliki nilai ibadah yang lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan atau sekitar 83 tahun.
Hadits Nabi tentang Malam Ganjil
Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk mencari Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
“Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Karena itu, malam ke-21 Ramadhan menjadi salah satu malam yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah.
Keistimewaan Puasa Ramadhan Hari ke-21
Ada beberapa keistimewaan yang sering disebutkan oleh para ulama mengenai ibadah di hari ke-21 Ramadhan, di antaranya:
1. Awal dari malam-malam paling mulia
Hari ke-21 membuka pintu bagi umat Islam untuk memasuki malam-malam ganjil yang penuh keberkahan.
2. Peluang meraih Lailatul Qadar
Banyak ulama menyebut bahwa malam ke-21 termasuk salah satu malam yang berpotensi menjadi Lailatul Qadar.
3. Momentum meningkatkan ibadah
Di fase ini, Rasulullah SAW memperbanyak ibadah dibandingkan malam-malam sebelumnya.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah RA disebutkan:
“Rasulullah SAW apabila memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan, beliau menghidupkan malam, membangunkan keluarganya, dan mengencangkan ikat pinggangnya (bersungguh-sungguh dalam ibadah).”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Amalan yang Dianjurkan pada Malam ke-21 Ramadhan
Untuk meraih keberkahan di malam ganjil Ramadhan, umat Islam dianjurkan melakukan beberapa amalan, di antaranya:
- Melaksanakan shalat tarawih dan tahajud
- Memperbanyak membaca Al-Qur’an
- Melakukan i’tikaf di masjid
- Memperbanyak zikir dan istighfar
- Membaca doa Lailatul Qadar
Salah satu doa yang dianjurkan Rasulullah SAW adalah:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”
Artinya: Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.
(HR. Tirmidzi)
Momentum Mendekatkan Diri kepada Allah
Hari ke-21 Ramadhan menjadi pengingat bagi umat Islam bahwa waktu menuju akhir bulan suci semakin dekat. Oleh karena itu, setiap Muslim dianjurkan untuk memaksimalkan ibadah agar tidak melewatkan kesempatan meraih pahala dan ampunan dari Allah SWT.
Sepuluh hari terakhir Ramadhan sering disebut sebagai puncak ibadah dalam bulan suci. Pada masa inilah Rasulullah SAW meningkatkan kesungguhan dalam beribadah dan mengajak keluarganya untuk turut menghidupkan malam dengan berbagai amal kebaikan.
Dengan memanfaatkan malam ke-21 sebagai awal pencarian Lailatul Qadar, umat Islam diharapkan dapat meraih keberkahan yang luar biasa, karena satu malam yang penuh kemuliaan itu nilainya lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan.
Penulis : Ivantri Gustianda




















