Diciptakan di laboratorium canggih, antimateri menjadi zat paling langka dan berbahaya, potensinya bisa mengubah masa depan energi dunia.
Ihand.id | • Teknologi – Bayangkan sebuah zat yang nilainya menembus angka Rp1.000 triliun hanya untuk satu gram. Bukan emas, berlian, atau uranium, melainkan antimateri, zat paling mahal sekaligus paling misterius yang pernah dikenal manusia.
Antimateri bukan sekadar konsep dalam film fiksi ilmiah. Ia nyata dan telah berhasil diciptakan oleh para ilmuwan, meski dalam jumlah yang sangat kecil.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Produksinya dilakukan menggunakan fasilitas supercanggih seperti Large Hadron Collider milik CERN di Swiss.
Namun, proses pembuatannya tidaklah mudah. Antimateri harus dirakit partikel demi partikel melalui tumbukan energi tinggi.
Bahkan dengan teknologi terbaik saat ini, seluruh ilmuwan di dunia hanya mampu menghasilkan beberapa nanogram per tahun, jumlah yang bahkan lebih ringan dari sehelai bulu mata.
Tantangan tidak berhenti di situ. Menyimpan antimateri jauh lebih sulit daripada membuatnya. Ketika antimateri bersentuhan dengan materi biasa, keduanya akan langsung lenyap dalam ledakan energi yang luar biasa.
Karena itu, antimateri harus disimpan dalam kondisi khusus menggunakan medan magnet agar tidak menyentuh apapun.
Meski demikian, potensi antimateri sangat luar biasa. Secara teori, zat ini merupakan sumber energi paling efisien di alam semesta.
Bahkan, sejumlah kecil antimateri dapat menghasilkan energi jauh lebih besar dibandingkan bahan bakar konvensional.
Para ilmuwan percaya, jika suatu hari manusia mampu memproduksi antimateri dalam jumlah besar dan menyimpannya dengan aman, dunia bisa mengalami revolusi energi yang belum pernah terjadi sebelumnya, mulai dari perjalanan luar angkasa hingga sumber energi tanpa batas.
Namun hingga kini, antimateri tetap menjadi simbol batas kemampuan manusia dalam sains: luar biasa, mahal, dan masih jauh dari pemanfaatan massal.
Penulis : Redaksi




















