Riak Konflik di Tanah Sagu: Warga Pekaka vs Aktivitas Perusahaan, Pemda Ambil Sikap

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 3 April 2026 - 13:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polemik lahan sagu di Desa Pekaka, Lingga Timur, memicu reaksi keras warga. PT CSA klaim tidak sengaja, sementara Pemda Lingga menghentikan land clearing dan minta pemulihan lahan | f. Redaksi

Polemik lahan sagu di Desa Pekaka, Lingga Timur, memicu reaksi keras warga. PT CSA klaim tidak sengaja, sementara Pemda Lingga menghentikan land clearing dan minta pemulihan lahan | f. Redaksi

Polemik dugaan penyerobotan lahan sagu di Lingga memanas, perusahaan beri klarifikasi, pemerintah daerah hentikan aktivitas dan minta pemulihan lahan.

Ihand.id | • Lingga – Ketegangan menyelimuti Desa Pekaka, Kecamatan Lingga Timur. Hamparan sagu yang selama ini menjadi denyut nadi kehidupan warga, tiba-tiba berubah menjadi sumber polemik yang menyita perhatian publik.

Polemik lahan sagu di Desa Pekaka, Lingga Timur, memicu reaksi keras warga. PT CSA klaim tidak sengaja, sementara Pemda Lingga menghentikan land clearing dan minta pemulihan lahan | f. Redaksi
Polemik lahan sagu di Desa Pekaka, Lingga Timur, memicu reaksi keras warga. PT CSA klaim tidak sengaja, sementara Pemda Lingga menghentikan land clearing dan minta pemulihan lahan | f. Redaksi

Dugaan penyerobotan lahan oleh PT Citra Sugi Aditya (CSA) untuk kepentingan perkebunan kelapa sawit mencuat dan viral. Suara warga pun menggema, menuntut keadilan atas kebun sagu yang disebut-sebut telah digusur tanpa izin.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah derasnya sorotan, pihak perusahaan akhirnya angkat bicara. Direktur Umum Regional CAA Grup, Guarman, menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukanlah tindakan yang disengaja.

“Ini tidak sengaja terjadi. Kontraktor hanya melintas di area kebun sagu dan tanpa disadari menginjak tanaman sagu yang masih baru tumbuh,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Ia memastikan, tidak ada niat perusahaan untuk merusak apalagi menguasai lahan milik masyarakat. Sebagai bentuk tanggung jawab, PT CSA disebut telah menempuh jalur penyelesaian dengan warga terdampak.

Baca Juga:  Ketua Baznas Kabupaten Lingga Nilai Kesadaran Berzakat PNS di Lingga Masih Rendah

“Kami akan memberikan kompensasi, dan pemilik kebun sudah menyetujuinya,” tambahnya.

Namun di lapangan, cerita berbeda bergema. Tokoh muda Desa Pekaka, Bustami, dengan tegas menyuarakan keresahan masyarakat. Ia menyebut puluhan hektare lahan sagu warga telah terdampak aktivitas perusahaan.

“Ini jelas penyerobotan. Kebun sagu milik warga digusur tanpa izin. Kami minta perusahaan bertanggung jawab,” tegasnya.

Menanggapi polemik yang kian memanas, Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan langsung bergerak cepat.

Kepala Dinas, Said Hendri, mengungkapkan bahwa pihaknya telah turun langsung melakukan verifikasi di lapangan.

“Hasil pengecekan menunjukkan adanya dampak kegiatan land clearing di beberapa titik, seperti blok E46, E47, F46, dan F50,” jelasnya.

Dari temuan tersebut, sedikitnya 11 warga terdampak, dengan estimasi luas lahan sekitar dua hektare per orang. Lahan sagu yang tersebar dalam titik-titik kecil membuat dampaknya semakin meluas.

Lebih jauh, Said Hendri mengungkapkan bahwa perusahaan tidak menerapkan zona penyangga (buffer zone) sekitar 50 meter yang seharusnya menjadi area perlindungan tanaman sagu.

Baca Juga:  Sosialisasi Disperindagkop Lingga Sukses, Desa-Desa Mulai Rancang Koperasi Merah Putih untuk Bangkitkan Ekonomi

“Ini dipicu oleh beberapa faktor, mulai dari lemahnya pengawasan, miskomunikasi antara manajemen dan kontraktor, hingga belum lengkapnya data lahan masyarakat di tingkat desa,” paparnya.

Tak tinggal diam, pemerintah daerah pun mengambil langkah tegas. Aktivitas land clearing di area sagu langsung dihentikan sementara.

Perusahaan juga diwajibkan membuat buffer zone, melakukan pemulihan lahan melalui penanaman kembali, serta mendorong pendataan lahan masyarakat secara menyeluruh.

“Kami sudah menyampaikan Nota Dinas dan surat penegasan kepada pihak perusahaan,” tegas Said Hendri.

Kini, di tengah benturan kepentingan antara investasi dan keberlangsungan hidup masyarakat lokal, satu hal menjadi jelas: sagu bukan sekadar tanaman, ia adalah identitas, warisan, dan sumber kehidupan yang tak tergantikan bagi warga Pekaka.

Polemik ini pun menjadi pengingat keras, bahwa pembangunan tanpa kehati-hatian dapat meninggalkan luka yang dalam bagi masyarakat di akar rumput.

Penulis : Ivantri Gustianda

Follow WhatsApp Channel ihand.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bank Indonesia Kunjungi Rumah Tenun Lingga, Dorong Kualitas dan Daya Saing Produk Lokal
Ketua MPC Pemuda Pancasila Lingga Tolak Alih Fungsi Sagu ke Sawit, Desak Masuk Perda LP2B
Rapat Koordinasi PAKEM Lingga 2026: Kondisi Keagamaan Aman dan Kondusif, Pengawasan Medsos Diperkuat
Pemkab Lingga dan Bank Indonesia Gelar Pasar Sembako Murah, Tekan Harga dan Jaga Daya Beli Warga
Wabup Lingga Hadiri Rapat Paripurna DPRD, Bahas LKPJ 2025 dan Ranperda Pemberdayaan Ormas
Bambang Wiratdany Resmi Jabat Kasi Pidsus Kejari Lingga: Babak Baru Penegakan Hukum Berintegritas
Pulut Santan, Rasa yang Dimasak Perlahan: Tradisi Pernikahan Sarat Makna di Balik Asap Kayu Bakar
Sentuhan Empati di Tengah Luka: Ketua DPRD Lingga Jenguk Korban Insiden Tak Terduga
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 13:41 WIB

Riak Konflik di Tanah Sagu: Warga Pekaka vs Aktivitas Perusahaan, Pemda Ambil Sikap

Kamis, 2 April 2026 - 21:19 WIB

Bank Indonesia Kunjungi Rumah Tenun Lingga, Dorong Kualitas dan Daya Saing Produk Lokal

Kamis, 2 April 2026 - 15:09 WIB

Ketua MPC Pemuda Pancasila Lingga Tolak Alih Fungsi Sagu ke Sawit, Desak Masuk Perda LP2B

Kamis, 2 April 2026 - 13:48 WIB

Rapat Koordinasi PAKEM Lingga 2026: Kondisi Keagamaan Aman dan Kondusif, Pengawasan Medsos Diperkuat

Rabu, 1 April 2026 - 16:06 WIB

Pemkab Lingga dan Bank Indonesia Gelar Pasar Sembako Murah, Tekan Harga dan Jaga Daya Beli Warga

Berita Terbaru