Hari ke-26 Ramadhan menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak doa dan ibadah, karena doa orang yang berpuasa diyakini lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT.
Ihand.id | • Religi – Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan rahmat, ampunan, dan keberkahan bagi umat Islam di seluruh dunia.
Setiap harinya memiliki keutamaan tersendiri yang menjadi kesempatan bagi setiap muslim untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Memasuki hari ke-26 Ramadhan, umat Islam berada di penghujung bulan suci yang penuh berkah. Pada fase ini, salah satu keutamaan yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak doa, karena doa orang yang berpuasa termasuk doa yang tidak tertolak oleh Allah SWT.
Hari-hari terakhir Ramadhan sering disebut sebagai waktu terbaik untuk memohon segala hajat, baik urusan dunia maupun akhirat. Pada waktu ini pula umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti doa, dzikir, membaca Al-Qur’an, serta memohon ampunan kepada Allah SWT.
Dalil Keutamaan Doa Orang Berpuasa
Keutamaan doa orang yang berpuasa memiliki dasar yang kuat dalam hadis Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadis disebutkan:
“Tiga doa yang tidak tertolak: doa orang tua kepada anaknya, doa orang yang berpuasa hingga ia berbuka, dan doa orang yang dizalimi.”
(HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Hadis tersebut menjelaskan bahwa orang yang sedang berpuasa memiliki kedudukan istimewa di hadapan Allah SWT, sehingga doa yang dipanjatkan memiliki peluang besar untuk dikabulkan.
Selain itu, Allah SWT juga berfirman dalam Al-Qur’an:
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.”
(QS. Al-Baqarah: 186)
Ayat ini menegaskan bahwa Allah SWT sangat dekat dengan hamba-Nya, terlebih bagi mereka yang bersungguh-sungguh berdoa dengan penuh keimanan dan keikhlasan.
Makna Puasa Hari ke-26 Ramadhan
Hari ke-26 Ramadhan memiliki makna yang sangat mendalam bagi umat Islam. Selain menjadi bagian dari sepuluh malam terakhir Ramadhan, hari ini juga menjadi pengingat bahwa bulan suci hampir berakhir.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk:
- Memperbanyak doa dan istighfar
- Memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu
- Memperbanyak membaca Al-Qur’an
- Memperbanyak sedekah dan amal kebaikan
Momentum ini juga menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri serta meningkatkan kualitas ibadah sebelum Ramadhan benar-benar berakhir.
Keistimewaan Hari ke-26 di Penghujung Ramadhan
Hari ke-26 Ramadhan termasuk dalam sepuluh malam terakhir yang memiliki banyak keutamaan. Pada periode ini pula terdapat malam yang sangat mulia yaitu Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan sebagaimana diriwayatkan dalam hadis:
“Apabila masuk sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah SAW menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan mengencangkan ikat pinggangnya (bersungguh-sungguh dalam ibadah).”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hal ini menunjukkan bahwa penghujung Ramadhan merupakan waktu yang sangat penting untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Amalan yang Dianjurkan pada Hari ke-26 Ramadhan
Agar dapat meraih keutamaan Ramadhan secara maksimal, ada beberapa amalan yang dianjurkan pada hari ke-26 Ramadhan, di antaranya:
1. Memperbanyak Doa
Gunakan waktu menjelang berbuka puasa sebagai momen untuk berdoa karena termasuk waktu yang mustajab.
2. Membaca Al-Qur’an
Menghidupkan hari dan malam dengan tilawah Al-Qur’an akan menambah pahala dan keberkahan di akhir Ramadhan.
3. Melaksanakan Qiyamul Lail
Shalat malam atau tarawih menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon ampunan.
4. Memperbanyak Sedekah
Sedekah di bulan Ramadhan memiliki pahala yang berlipat ganda.
Momentum Memperbanyak Doa di Penghujung Ramadhan
Hari ke-26 Ramadhan menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk memperbanyak doa dan harapan kepada Allah SWT. Selain memohon ampunan, umat Islam juga dianjurkan untuk berdoa agar dipertemukan kembali dengan Ramadhan di tahun berikutnya.
Dengan memperbanyak doa, dzikir, dan amal kebaikan di penghujung Ramadhan, diharapkan setiap muslim dapat meraih keberkahan serta mendapatkan ampunan dari Allah SWT.
Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang membersihkan hati, memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Karena itu, mari manfaatkan hari ke-26 Ramadhan sebagai kesempatan emas untuk memanjatkan doa, memperbanyak ibadah, dan meraih rahmat Allah SWT sebelum bulan suci ini benar-benar meninggalkan kita.
Penulis : Ivantri Gustianda




















