Di tengah tekanan ekonomi, kehadiran Maya Sari menjadi bukti bahwa kepemimpinan sejati lahir dari kepedulian nyata
Ihand.id | • Lingga – Di saat kondisi ekonomi belum sepenuhnya pulih, sebuah pemandangan sederhana justru menghadirkan makna yang dalam. Ketua DPRD Kabupaten Lingga, Maya Sari, memilih hadir bukan di balik meja, melainkan di sisi warga yang tengah terluka.
Langkahnya menuju RSUD Encik Mariam bukan sekadar agenda seremonial. Ia datang membawa empati, menjenguk seorang warga yang menjadi korban kecelakaan tak biasa, tertabrak biawak, sebuah insiden yang mengejutkan sekaligus menyita perhatian masyarakat.
Di tengah rutinitas pejabat yang kerap padat, kehadiran Maya Sari terasa berbeda. Ia hadir sebagai manusia yang peduli, bukan sekadar pemimpin yang memberi instruksi dari kejauhan.
Peristiwa ini memang terdengar unik, namun menyimpan pesan penting: bahaya bisa datang kapan saja, bahkan dari hal yang tak pernah terbayangkan. Di situlah, kehadiran pemimpin menjadi berarti.
“Kita semua tentu tidak menginginkan kejadian ini. Tapi yang terpenting adalah bagaimana kita saling peduli dan hadir saat dibutuhkan,” ujar Maya Sari, Senin (30/3/2026), dengan nada penuh keprihatinan.
Ia menegaskan, di tengah situasi ekonomi yang menantang, perhatian terhadap masyarakat justru harus semakin diperkuat, bukan berkurang.
“Justru di saat seperti ini, kehadiran pemerintah harus lebih terasa,” tambahnya.
Kehadiran Maya Sari pun disambut haru oleh keluarga korban. Di tengah kecemasan dan situasi sulit, perhatian tersebut menjadi penguat yang tak ternilai.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang kebijakan dan angka-angka, tetapi tentang kehadiran yang nyata.
Di saat masyarakat membutuhkan, seorang pemimpin sejati adalah mereka yang datang, melihat, dan merasakan langsung.
Penulis : Ivantri Gustianda





















