Tradisi Malam 7 Likur di Dabo Singkep kembali memikat warga. Gerbang lampu colok yang dibangun di kawasan Bandara Dabo Singkep menjadi pusat perhatian masyarakat dan pejabat daerah yang hadir menikmati cahaya pelita yang berkilau.
Ihand.id | • Lingga – Suasana malam Ramadan di Kota Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, berubah menjadi begitu mempesona saat tradisi Malam 7 Likur kembali digelar.
Ribuan cahaya lampu pelita yang menyala serentak menciptakan pemandangan indah yang seolah mengubah jalanan menjadi lorong cahaya yang hangat dan memikat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu spot yang paling menyita perhatian warga tahun ini adalah gerbang lampu colok yang dibangun di kawasan Bandara Dabo Singkep.
Gerbang yang panjang dengan perpaduan lampu pelita dan lampu listrik berwarna-warni itu langsung menjadi magnet bagi masyarakat yang melintas.
Cahaya pelita yang berkelip di sepanjang gerbang menciptakan panorama malam yang begitu memanjakan mata.
Banyak warga tampak berhenti sejenak untuk mengabadikan momen dengan berfoto, sementara yang lain hanya berdiri menikmati suasana malam Ramadan yang terasa lebih hidup.
Tradisi Malam 7 Likur memang menjadi salah satu budaya turun-temurun masyarakat di Dabo Singkep.
Setiap memasuki malam ke-27 Ramadan, warga biasanya berlomba-lomba menyalakan lampu pelita serta membangun gerbang lampu colok di depan rumah, gang, hingga fasilitas umum.
Pemandangan itu membuat kampung-kampung di Dabo Singkep tampak seperti lautan cahaya yang indah dan penuh makna spiritual menjelang Hari Raya Idulfitri.
Kemeriahan di kawasan Bandara Dabo Singkep semakin terasa dengan hadirnya sejumlah pejabat daerah yang turut menyaksikan tradisi tersebut.
Di antaranya Wakil Bupati Lingga Novrizal, Kepala Kejaksaan Negeri Lingga Rully Afandi, Kapolres Lingga Pahala Martua Nababan, serta Camat Singkep Agustiar.
Meski kehadiran para pejabat membuat suasana semakin ramai, perhatian warga tetap tertuju pada gemerlap cahaya pelita yang menghiasi gerbang tersebut.
Kepala Bandara Dabo Singkep, Indra Rohman, mengatakan pembangunan gerbang lampu pelita ini merupakan bentuk partisipasi pihak bandara dalam meramaikan tradisi Malam 7 Likur yang sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat.
“Kami di Bandara Dabo Singkep ingin ikut memeriahkan Malam 7 Likur. Karena itu kami membuat gerbang lampu colok agar masyarakat bisa menikmati suasananya,” kata Indra Rohman, Senin (16/3/2026).
Ia mengaku senang melihat antusiasme warga yang datang menyaksikan gerbang lampu tersebut. Menurutnya, banyak masyarakat terlihat kagum saat menikmati pemandangan pelita yang berjejer rapi di sepanjang gerbang.
“Melihat warga ramai datang dan menikmati gerbang ini tentu menjadi kebanggaan bagi kami. Yang penting semua bisa menikmati tradisi ini dengan aman dan tertib,” ujarnya.
Indra juga berpesan kepada masyarakat agar tetap menjaga ketertiban saat menikmati suasana Malam 7 Likur, mengingat tradisi ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang patut dilestarikan.
“Kalau bisa jangan lupa juga pulang sebelum sahur,” tambahnya sambil tersenyum.
Dengan kemegahan gerbang lampu pelita di kawasan bandara tersebut, Malam 7 Likur di Dabo Singkep tahun ini terasa semakin hidup.
Cahaya pelita bukan hanya menerangi malam Ramadan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan semangat masyarakat dalam menjaga tradisi budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Penulis : Ivantri Gustianda




















