FGD ini dihadiri oleh perwakilan Kementerian Perindustrian, akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Riau (UNRI), serta para pelaku IKM kelapa dan sektor terkait.
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk menyelaraskan seluruh rangkaian kegiatan DAK Non Fisik yang telah berlangsung sepanjang tahun.
Kepala Disperindagkop UKM Lingga, Febrizal Taupik, menegaskan bahwa Kabupaten Lingga memiliki potensi kelapa yang besar, sehingga penguatan sentra harus menjadi prioritas pembangunan ekonomi daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sentra IKM Kelapa Lingga diharapkan terus berkembang menjadi pusat inovasi dan kolaborasi yang mampu mendorong hilirisasi kelapa secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam FGD tersebut, dipresentasikan enam kajian strategis yang menjadi dasar penguatan tata kelola dan profesionalisme Sentra IKM Kelapa Lingga. Kajian tersebut meliputi:
- Naskah Akademik Retribusi
- Kajian Sewa Aset Sentra IKM
- Dokumen Proses Bisnis Sentra IKM Kelapa
- Analisis kebutuhan dan kapasitas pelaku IKM
- Strategi keberlanjutan produksi dan bahan baku
- Pengembangan standar layanan sentra.
Keenam kajian ini diharapkan menjadi pondasi bagi penyusunan rekomendasi program yang konkret, aplikatif, dan berkelanjutan untuk penerapan hilirisasi kelapa di Lingga.
“Dengan kajian ini, pemerintah dapat merumuskan langkah-langkah penguatan sentra yang tepat dan terukur,” tambah Febrizal.
Melalui FGD yang melibatkan berbagai pihak, Pemkab Lingga semakin meneguhkan komitmennya menjadikan Sentra IKM Kelapa sebagai pusat hilirisasi dan inovasi produk kelapa di Provinsi Kepulauan Riau.
Pengembangan sentra ini diyakini tidak hanya mendorong pertumbuhan sektor industri kecil dan menengah, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Penulis : Ivantri Gustianda
Halaman : 1 2

















