Tanpa agenda Porprov di 2027, anggaran olahraga diarahkan untuk sarana prasarana dan kebutuhan riil tiap cabang olahraga
Ihand.id | • Lingga – KONI Kabupaten Lingga mulai memanaskan pembahasan anggaran hibah tahun 2027. Langkah awal dilakukan melalui rapat koordinasi bersama seluruh cabang olahraga (cabor) yang digelar di sekretariat KONI Lingga pada Sabtu, 13 Februari 2026.
Ketua Umum Junaidi Adjam menegaskan, arah kebijakan anggaran tahun 2027 akan berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tanpa adanya agenda besar seperti Pekan Olahraga Provinsi, fokus utama dialihkan pada penguatan pembinaan atlet daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, momentum tanpa event besar harus dimanfaatkan untuk membangun fondasi prestasi jangka panjang.
“Tahun 2027 kita tidak dihadapkan agenda besar seperti Porprov. Maka anggaran harus benar-benar diarahkan pada pengembangan atlet,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, KONI Lingga menegaskan kebutuhan setiap cabang olahraga harus diakomodir secara proporsional. Bantuan sarana prasarana dan dana pembinaan menjadi prioritas utama agar kualitas latihan atlet dapat meningkat.
Junaidi mengakui selama ini perhatian terhadap beberapa cabor masih belum maksimal. Bahkan pada 2024 dan 2025, alokasi anggaran dinilai fluktuatif dan belum sesuai harapan pengurus olahraga.
Kondisi itu berdampak pada kemandirian cabang olahraga yang dinilai masih sangat memprihatinkan, terutama dalam penyediaan perlengkapan latihan dan pembinaan berkelanjutan.
Untuk memperbaiki sistem lama, mekanisme pengusulan anggaran kini menggunakan pendekatan bottom up. Setiap cabang olahraga diminta mengajukan kebutuhan riil berdasarkan kondisi di lapangan tanpa intervensi penentuan pagu sepihak.
“Kami tidak ingin merekayasa angka anggaran. Besaran dana harus murni dari kebutuhan pembinaan,” tegas Junaidi.
Ia berharap pemerintah daerah dapat mengakomodir usulan tersebut secara rasional karena olahraga membutuhkan konsistensi pembinaan, bukan hanya pembiayaan menjelang kompetisi.
Melalui mekanisme yang lebih terbuka dan terukur, KONI Lingga menargetkan pembinaan olahraga berjalan lebih sistematis. Pendekatan ini diyakini mampu meningkatkan kualitas atlet secara berkelanjutan, bukan hanya prestasi sesaat.
KONI Lingga juga menilai pembinaan jangka panjang akan menjadi investasi penting bagi daerah dalam mencetak atlet kompetitif di tingkat provinsi maupun nasional.
Dengan perencanaan yang lebih matang sejak awal, olahraga di Kabupaten Lingga diharapkan tidak lagi bergantung pada momentum event, melainkan tumbuh melalui proses pembinaan yang konsisten dan berkesinambungan.
Penulis : Ivantri Gustianda

















