KONI Lingga Mulai Bahas Hibah 2027, Fokus Penguatan Pembinaan Atlet

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KONI Kabupaten Lingga menggelar rapat koordinasi bersama seluruh cabang olahraga membahas hibah 2027 dengan sistem bottom up, fokus pada pembinaan atlet dan sarana prasarana | f. Wandy

KONI Kabupaten Lingga menggelar rapat koordinasi bersama seluruh cabang olahraga membahas hibah 2027 dengan sistem bottom up, fokus pada pembinaan atlet dan sarana prasarana | f. Wandy

Tanpa agenda Porprov di 2027, anggaran olahraga diarahkan untuk sarana prasarana dan kebutuhan riil tiap cabang olahraga

Ihand.id | • Lingga – KONI Kabupaten Lingga mulai memanaskan pembahasan anggaran hibah tahun 2027. Langkah awal dilakukan melalui rapat koordinasi bersama seluruh cabang olahraga (cabor) yang digelar di sekretariat KONI Lingga pada Sabtu, 13 Februari 2026.

Ketua Umum Junaidi Adjam menegaskan, arah kebijakan anggaran tahun 2027 akan berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tanpa adanya agenda besar seperti Pekan Olahraga Provinsi, fokus utama dialihkan pada penguatan pembinaan atlet daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, momentum tanpa event besar harus dimanfaatkan untuk membangun fondasi prestasi jangka panjang.

“Tahun 2027 kita tidak dihadapkan agenda besar seperti Porprov. Maka anggaran harus benar-benar diarahkan pada pengembangan atlet,” ujarnya.

Baca Juga:  Gubernur Kepri Buka Secara Resmi STQH Ke-X Tingkat Kabupaten Lingga

Dalam rapat tersebut, KONI Lingga menegaskan kebutuhan setiap cabang olahraga harus diakomodir secara proporsional. Bantuan sarana prasarana dan dana pembinaan menjadi prioritas utama agar kualitas latihan atlet dapat meningkat.

Junaidi mengakui selama ini perhatian terhadap beberapa cabor masih belum maksimal. Bahkan pada 2024 dan 2025, alokasi anggaran dinilai fluktuatif dan belum sesuai harapan pengurus olahraga.

Kondisi itu berdampak pada kemandirian cabang olahraga yang dinilai masih sangat memprihatinkan, terutama dalam penyediaan perlengkapan latihan dan pembinaan berkelanjutan.

Untuk memperbaiki sistem lama, mekanisme pengusulan anggaran kini menggunakan pendekatan bottom up. Setiap cabang olahraga diminta mengajukan kebutuhan riil berdasarkan kondisi di lapangan tanpa intervensi penentuan pagu sepihak.

“Kami tidak ingin merekayasa angka anggaran. Besaran dana harus murni dari kebutuhan pembinaan,” tegas Junaidi.

Baca Juga:  Kadisdik Riau Resmi Ditahan atas Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas Fiktif Saat Menjabat Sekwan DPRD Riau

Ia berharap pemerintah daerah dapat mengakomodir usulan tersebut secara rasional karena olahraga membutuhkan konsistensi pembinaan, bukan hanya pembiayaan menjelang kompetisi.

Melalui mekanisme yang lebih terbuka dan terukur, KONI Lingga menargetkan pembinaan olahraga berjalan lebih sistematis. Pendekatan ini diyakini mampu meningkatkan kualitas atlet secara berkelanjutan, bukan hanya prestasi sesaat.

KONI Lingga juga menilai pembinaan jangka panjang akan menjadi investasi penting bagi daerah dalam mencetak atlet kompetitif di tingkat provinsi maupun nasional.

Dengan perencanaan yang lebih matang sejak awal, olahraga di Kabupaten Lingga diharapkan tidak lagi bergantung pada momentum event, melainkan tumbuh melalui proses pembinaan yang konsisten dan berkesinambungan.

Penulis : Ivantri Gustianda

Follow WhatsApp Channel ihand.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wabup Lingga Hadiri Rapat Paripurna DPRD, Bahas LKPJ 2025 dan Ranperda Pemberdayaan Ormas
Bambang Wiratdany Resmi Jabat Kasi Pidsus Kejari Lingga: Babak Baru Penegakan Hukum Berintegritas
Pulut Santan, Rasa yang Dimasak Perlahan: Tradisi Pernikahan Sarat Makna di Balik Asap Kayu Bakar
Sentuhan Empati di Tengah Luka: Ketua DPRD Lingga Jenguk Korban Insiden Tak Terduga
Ketika Waktu Tak Mampu Memisahkan: “Reuni 35 Tahun Penuh Haru, Ini Tentang Rasa yang Tak Pernah Usang”
Lonjakan Penyakit Pasca Lebaran di Dabo: Hipertensi dan ISPA Paling Dominan
Wabup Lingga Novrizal Kunjungi RSUD Dabo Singkep, Pastikan Pelayanan Kesehatan Tetap Optimal Pasca Lebaran
Panen Cabai di Halaman Gedung Daerah Dabo, TP PKK Lingga Dorong Ketahanan Pangan Keluarga
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 23:01 WIB

Wabup Lingga Hadiri Rapat Paripurna DPRD, Bahas LKPJ 2025 dan Ranperda Pemberdayaan Ormas

Senin, 30 Maret 2026 - 19:15 WIB

Bambang Wiratdany Resmi Jabat Kasi Pidsus Kejari Lingga: Babak Baru Penegakan Hukum Berintegritas

Senin, 30 Maret 2026 - 18:31 WIB

Pulut Santan, Rasa yang Dimasak Perlahan: Tradisi Pernikahan Sarat Makna di Balik Asap Kayu Bakar

Senin, 30 Maret 2026 - 18:20 WIB

Sentuhan Empati di Tengah Luka: Ketua DPRD Lingga Jenguk Korban Insiden Tak Terduga

Minggu, 29 Maret 2026 - 13:43 WIB

Ketika Waktu Tak Mampu Memisahkan: “Reuni 35 Tahun Penuh Haru, Ini Tentang Rasa yang Tak Pernah Usang”

Berita Terbaru