Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-24: Pahala Ibadah Terus Mengalir

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 14 Maret 2026 - 20:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mushola Darrut Tabiyah, SMP N 2 Singkep, Dabo Singkep, Lingga, Kepri | f. Ihand

Mushola Darrut Tabiyah, SMP N 2 Singkep, Dabo Singkep, Lingga, Kepri | f. Ihand

Memasuki hari ke-24 Ramadhan, umat Islam diajak memperbanyak amal saleh karena setiap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas dapat menjadi pahala yang terus mengalir, bahkan setelah seseorang meninggal dunia.

Ihand.id | • Religi – Bulan suci Ramadhan merupakan momentum istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Memasuki hari ke-24 Ramadhan, umat Muslim semakin berada di penghujung bulan penuh berkah ini, di mana setiap amal kebaikan memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada fase akhir Ramadhan ini, umat Islam dianjurkan untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah, baik melalui shalat, sedekah, membaca Al-Qur’an, hingga membantu sesama.

Keutamaan puasa di hari ke-24 juga sering dikaitkan dengan pahala amal yang terus mengalir, terutama bagi mereka yang menanamkan kebaikan yang manfaatnya dirasakan banyak orang.

Makna Puasa di Hari ke-24 Ramadhan

Hari ke-24 Ramadhan menjadi pengingat bahwa waktu Ramadhan hampir berakhir. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan beramal.

Makna utama dari puasa pada hari ke-24 adalah memperbanyak amal yang berkelanjutan atau amal jariyah, yaitu amal yang manfaatnya terus dirasakan sehingga pahalanya tetap mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia.

Amal jariyah dapat berupa berbagai bentuk kebaikan, seperti membangun masjid, membantu pendidikan, menyebarkan ilmu yang bermanfaat, atau menolong orang yang membutuhkan.

Momentum ini juga menjadi waktu yang tepat bagi umat Islam untuk memperbaiki niat dan memperbanyak kebaikan, karena setiap amal yang dilakukan di bulan Ramadhan memiliki ganjaran yang berlipat ganda.

Baca Juga:  Bidan Polindes Kote Sakti Bangkitkan Semangat Nasionalisme dengan Pembagian Bendera Merah Putih Mini

Dalil Tentang Amal yang Pahalanya Terus Mengalir

Konsep pahala yang terus mengalir dalam Islam dijelaskan dalam sebuah hadits Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”

(HR. Muslim)

Hadits ini menjadi dasar bahwa amal yang memberikan manfaat jangka panjang akan tetap mendatangkan pahala meskipun pelakunya telah tiada.

Selain itu, Allah SWT juga menjelaskan dalam Al-Qur’an bahwa setiap kebaikan yang dilakukan manusia tidak akan disia-siakan.

Allah SWT berfirman:

“Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.”

(QS. Az-Zalzalah: 7)

Ayat ini menegaskan bahwa sekecil apa pun amal yang dilakukan dengan ikhlas akan mendapat balasan dari Allah SWT.

Keistimewaan Puasa di Hari ke-24 Ramadhan

Memasuki hari ke-24 Ramadhan, umat Islam juga berada di fase 10 malam terakhir Ramadhan, yang dikenal sebagai waktu paling mulia dalam bulan suci ini.

Pada fase ini terdapat malam yang sangat agung yaitu Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Allah SWT berfirman:

“Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.”

(QS. Al-Qadr: 3)

Karena itu, puasa dan ibadah yang dilakukan pada hari ke-24 menjadi bagian dari upaya mempersiapkan diri untuk meraih keberkahan malam Lailatul Qadar.

Selain itu, sejumlah ulama menjelaskan bahwa keutamaan Ramadhan di akhir bulan adalah kesempatan memperbaiki amal dan memperbanyak pahala, karena Allah membuka pintu rahmat dan ampunan seluas-luasnya.

Baca Juga:  Keutamaan Puasa Ramadhan Hari Kelima: Momentum Menguatkan Istiqamah

Menghidupkan Amal Berkelanjutan di Bulan Ramadhan

Hari ke-24 Ramadhan menjadi momen yang tepat untuk menanamkan amal yang manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.

Beberapa contoh amal yang dapat dilakukan antara lain:

  • Bersedekah untuk pembangunan masjid atau pesantren
  • Membantu pendidikan anak yatim atau kaum dhuafa
  • Menyebarkan ilmu yang bermanfaat
  • Membantu kegiatan sosial dan kemanusiaan
  • Mengajarkan Al-Qur’an kepada orang lain

Amal-amal tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi orang lain, tetapi juga menjadi investasi pahala yang terus mengalir bagi pelakunya.

Momentum Memaksimalkan Ibadah

Para ulama mengingatkan bahwa penghujung Ramadhan adalah waktu yang sangat menentukan. Rasulullah SAW bahkan meningkatkan ibadahnya secara luar biasa pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Dalam sebuah hadits disebutkan:

“Rasulullah SAW apabila memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan, beliau menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan mengencangkan ikat pinggangnya (bersungguh-sungguh dalam ibadah).”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hal ini menunjukkan betapa pentingnya memanfaatkan waktu di penghujung Ramadhan untuk memperbanyak amal kebaikan.

Penutup

Puasa Ramadhan di hari ke-24 mengajarkan umat Islam tentang pentingnya amal yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi sesama. Setiap kebaikan yang dilakukan dengan niat ikhlas akan dicatat sebagai pahala yang tidak terputus.

Dengan semakin dekatnya akhir Ramadhan, umat Islam diharapkan dapat memanfaatkan waktu yang tersisa untuk memperbanyak ibadah, memperkuat keimanan, serta menanamkan amal jariyah yang pahalanya terus mengalir hingga akhir hayat.

Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang membangun warisan kebaikan yang manfaatnya terus dirasakan sepanjang masa.

Penulis : Ivantri Gustianda

Follow WhatsApp Channel ihand.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Buka Puasa Penuh Kebersamaan, Bidang IKP Diskominfo Lingga Pererat Silaturahmi di Ramadan 1447 H
Bupati Lingga Muhammad Nizar I’tikaf dan Qiyamullail di Masjid Megat Kuning Daik Lingga
Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-23: Kesempatan Meraih Malam Lebih Baik dari 1000 Bulan
Wabup Lingga dan Forkopimda Antarkan Kepulangan Kajati Kepri dari Bandara Dabo Singkep
Wakil Bupati Lingga H. Novrizal I’tikaf di Masjid Al Aula Dabo Singkep, Ajak Masyarakat Hidupkan Malam Ramadan
Kajati Kepri J. Devy Sudarso Resmikan Gedung Serbaguna Kejaksaan Negeri Lingga, Dukung Pelayanan Hukum Lebih Optimal
Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-22: Malam-Malam Terbaik untuk Berdoa
Wabup Lingga Novrizal Lantik Irfan Andaria sebagai Direktur Perumda Air Minum Tirta Lingga Periode 2026–2031
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 20:45 WIB

Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-24: Pahala Ibadah Terus Mengalir

Sabtu, 14 Maret 2026 - 20:33 WIB

Buka Puasa Penuh Kebersamaan, Bidang IKP Diskominfo Lingga Pererat Silaturahmi di Ramadan 1447 H

Sabtu, 14 Maret 2026 - 14:15 WIB

Bupati Lingga Muhammad Nizar I’tikaf dan Qiyamullail di Masjid Megat Kuning Daik Lingga

Jumat, 13 Maret 2026 - 20:40 WIB

Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-23: Kesempatan Meraih Malam Lebih Baik dari 1000 Bulan

Jumat, 13 Maret 2026 - 20:31 WIB

Wabup Lingga dan Forkopimda Antarkan Kepulangan Kajati Kepri dari Bandara Dabo Singkep

Berita Terbaru