Krisis air dan kebakaran lahan meluas di wilayah Kecamatan Singkep Barat, pemerintah kecamatan ajak masyarakat berikhtiar meminta hujan
Ihand.id | • Lingga – Kemarau berkepanjangan yang melanda wilayah Kabupaten Lingga hampir tiga bulan terakhir mulai berdampak serius terhadap kehidupan masyarakat.
Selain menyebabkan banyak kebakaran hutan dan lahan, sejumlah sumber air di beberapa desa dilaporkan mulai mengering.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Situasi tersebut paling terasa di Kecamatan Singkep Barat. Dalam beberapa kejadian kebakaran, petugas bahkan mengalami kesulitan mendapatkan air untuk pemadaman.
Sebagai bentuk ikhtiar bersama, pemerintah kecamatan bersama masyarakat menggelar sholat Istisqo atau sholat meminta hujan pada Jumat (13/02/2026).
Kegiatan dilaksanakan di Masjid Al‑Islamiyah Raya dan diikuti unsur kecamatan, TNI-POLRI, perangkat kelurahan, desa serta warga sekitar.
Camat Singkep Barat, Susy Yenti, mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya spiritual masyarakat menghadapi kondisi alam yang semakin ekstrem.
“Hari ini Alhamdulillah kita sudah selesai melaksanakan sholat Istisqo. Kami berharap kemarau berkepanjangan ini segera berakhir,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pihak kecamatan juga telah mengirimkan surat imbauan kepada seluruh desa agar melaksanakan kegiatan serupa secara serentak.
Menurutnya, kondisi kekeringan saat ini sudah mulai mengganggu aktivitas masyarakat, terutama kebutuhan air bersih dan penanganan kebakaran lahan.
“Beberapa sumber air mulai mengering. Bahkan saat terjadi kebakaran, petugas kesulitan mencari air,” jelasnya.
Susy menegaskan, sholat Istisqo bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga pengingat agar manusia menjaga alam.
Ia mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan guna mencegah bencana berulang, terutama kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau.
“Ini bentuk ikhtiar kita memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan. Selain itu kita juga harus menjaga lingkungan agar terhindar dari bencana,” pungkasnya.
Dengan dilaksanakannya doa bersama ini, masyarakat berharap hujan segera turun dan kondisi alam kembali normal, sehingga krisis air serta kebakaran lahan di wilayah Lingga dapat teratasi.
Penulis : Vatawari

















