“Kini, Posyandu tidak hanya fokus pada imunisasi atau kesehatan ibu hamil, tetapi memiliki 6 SPM (Standar Pelayanan Minimal): pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketentraman umum, dan kesehatan lingkungan. Ini adalah terobosan untuk mempercepat pembangunan desa secara holistik,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Ketua Dekranasda Kabupaten Lingga menyoroti pentingnya adaptasi teknologi.
“Kader Posyandu harus melek digital. Pelatihan pengoperasian aplikasi melalui smartphone akan kami intensifkan agar proses pendataan dan pelaporan lebih efisien. Teknologi adalah alat untuk memperkuat akurasi dan transparansi program,” tegasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sosialisasi teknis akan segera dilakukan kepada ratusan kader Posyandu aktif se-Kabupaten Lingga.
Rapat ini juga menghasilkan komitmen untuk meningkatkan frekuensi pendampingan ke Posyandu di daerah terpencil, serta optimalisasi anggaran desa untuk infrastruktur pendukung.
Dengan langkah ini, Kabupaten Lingga optimis mampu bersaing di ajang lomba tingkat provinsi sembari mewujudkan Posyandu sebagai “rumah kedua” masyarakat dalam mengakses layanan dasar.
“Ini momentum untuk membuktikan bahwa Posyandu bukan sekadar program simbolis, melainkan ujung tombak pembangunan berkelanjutan dari desa,” pungkas Asisten I Bidang Pemerintahan menutup agenda.
Penulis : Cahyo Aji
Halaman : 1 2