Jejak Meriam London: Sejarah Berdirinya Klub Sepak Bola Arsenal

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 3 Mei 2025 - 16:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo Club Arsenal | f. Arsenal.com

Logo Club Arsenal | f. Arsenal.com

Ihand.id – Info Olahraga – Bagi para pencinta sepak bola, nama Arsenal bukanlah sesuatu yang asing. Klub yang berjuluk “The Gunners” ini bukan hanya dikenal karena permainan atraktif dan deretan pemain bintangnya, tetapi juga karena warisan sejarah panjang yang mengakar kuat dalam perkembangan sepak bola Inggris.

Didirikan lebih dari satu abad silam, kisah berdirinya Arsenal adalah cerita tentang semangat, solidaritas pekerja, dan evolusi sebuah klub kecil menjadi raksasa Premier League.

Awal Mula: Klub dari Pabrik Senjata

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Arsenal Football Club berdiri pada tahun 1886 di Woolwich, kawasan tenggara London, sebagai hasil inisiatif para pekerja pabrik senjata Royal Arsenal.

Para buruh yang bekerja di industri persenjataan tersebut—yang berasal dari berbagai latar belakang keahlian teknik—memutuskan untuk mendirikan sebuah klub sepak bola sebagai sarana rekreasi dan mempererat hubungan sosial di antara mereka.

Awalnya, klub ini diberi nama Dial Square, merujuk pada nama bengkel utama di kompleks Royal Arsenal.

Baca Juga:  Ipswich Town FC: Jejak Sejarah Klub Legendaris Inggris dari Awal Amatir hingga Bersinar di Liga Inggris

Namun hanya berselang beberapa hari, nama klub diubah menjadi Royal Arsenal—nama yang lebih mencerminkan identitas komunitas pekerja di Woolwich.

Pertandingan pertama mereka berlangsung pada 11 Desember 1886 melawan Eastern Wanderers dan dimenangkan dengan skor telak 6-0.

Seiring waktu, klub ini mulai berkembang dan menarik perhatian banyak pemain dan pendukung lokal.

Perubahan Nama dan Awal Profesionalisme

Pada tahun 1891, Royal Arsenal mengambil langkah penting dengan menjadi klub profesional.

Ini menjadikan mereka sebagai klub profesional pertama di wilayah selatan Inggris—sebuah langkah yang cukup berani kala itu karena mayoritas klub profesional berpusat di utara dan tengah Inggris.

Namun perubahan itu juga menimbulkan tekanan dari Asosiasi Sepak Bola London (London FA), yang saat itu mendukung amatirisme.

Akibat tekanan tersebut, Royal Arsenal terpaksa membubarkan dirinya dan membentuk entitas baru bernama Woolwich Arsenal pada tahun 1893.

Nama ini mencerminkan lokasi geografis mereka dan tetap mempertahankan identitas awal.

Baca Juga:  Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-79 di Kecamatan Katang Bidare Berlangsung Khidmat

Tahun itu juga, Woolwich Arsenal diterima bergabung dalam Football League, menjadi klub London pertama yang bermain di kompetisi nasional Inggris.

Meski prestasi di lapangan tidak langsung mencolok, Arsenal perlahan-lahan membangun reputasinya.

Hijrah ke Utara London: Awal Era Modern

Pada 1913, klub mengalami krisis keuangan akibat rendahnya jumlah penonton dan tekanan ekonomi pasca perang.

Henry Norris, seorang pengusaha dan pemilik klub, memutuskan untuk memindahkan markas Arsenal dari Woolwich ke Highbury, sebuah kawasan di utara London yang lebih padat penduduk.

Langkah ini sempat menimbulkan kontroversi karena dianggap tidak loyal terhadap basis penggemar lama.

Namun keputusan tersebut terbukti jitu. Perpindahan ke Highbury membuka peluang pasar baru dan meningkatkan pemasukan klub secara drastis.

Setahun kemudian, klub menghapus kata “Woolwich” dari namanya dan menjadi Arsenal Football Club, nama yang digunakan hingga kini.

Kejayaan di Bawah Chapman

Penulis : Redaksi

Follow WhatsApp Channel ihand.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lingga Jadi Penyumbang Terbesar Kepri, 170 Posyandu Aktif Semarakkan Hari Posyandu Nasional 2026
PAD Lingga Terhambat? DPRD Kepri Soroti Lambatnya Kajian HPM Pasir Kuarsa
Kajari Lingga Pimpin Audiensi Massa Aliansi Pemuda Kabupaten Lingga
Pemkab Lingga Gelar Rapat Persiapan Pendataan Calon Peserta Didik Sekolah Rakyat
Pemkab Lingga dan BP Batam Bahas Pemanfaatan Air Baku Sungai Jelutung untuk Pengembangan Infrastruktur
Exit Meeting BPK RI Digelar di Daik Lingga, Pemkab Lingga Tegaskan Komitmen Tata Kelola Keuangan Transparan
Ajang Duta GenRe Lingga 2026 Cetak Remaja Inspiratif untuk Indonesia Emas 2045
Diskominfo Lingga Dorong Desa Lebih Digital, Pengelolaan Website Desa Kini Jadi Sorotan
Berita ini 186 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:17 WIB

Lingga Jadi Penyumbang Terbesar Kepri, 170 Posyandu Aktif Semarakkan Hari Posyandu Nasional 2026

Senin, 11 Mei 2026 - 21:30 WIB

PAD Lingga Terhambat? DPRD Kepri Soroti Lambatnya Kajian HPM Pasir Kuarsa

Senin, 11 Mei 2026 - 14:04 WIB

Kajari Lingga Pimpin Audiensi Massa Aliansi Pemuda Kabupaten Lingga

Senin, 11 Mei 2026 - 13:56 WIB

Pemkab Lingga Gelar Rapat Persiapan Pendataan Calon Peserta Didik Sekolah Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:31 WIB

Pemkab Lingga dan BP Batam Bahas Pemanfaatan Air Baku Sungai Jelutung untuk Pengembangan Infrastruktur

Berita Terbaru

Bapenda Lingga bersama DPRD Kepri membahas lambatnya kajian HPM pasir kuarsa yang dinilai berdampak pada investasi tambang dan potensi PAD daerah | f. Redaksi

Berita Harian Lingga

PAD Lingga Terhambat? DPRD Kepri Soroti Lambatnya Kajian HPM Pasir Kuarsa

Senin, 11 Mei 2026 - 21:30 WIB

Kajari Lingga Rully Afandi memimpin audiensi bersama Aliansi Pemuda Kabupaten Lingga terkait dugaan THR belum dibayarkan dan indikasi penyimpangan di lingkungan Pemkab Lingga | f. Redaksi

Berita Harian Lingga

Kajari Lingga Pimpin Audiensi Massa Aliansi Pemuda Kabupaten Lingga

Senin, 11 Mei 2026 - 14:04 WIB