Memasuki awal Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum penyucian jiwa yang dijanjikan ampunan dan rahmat oleh Allah SWT.
Ihand.id | • Religi – Bulan suci Ramadhan selalu hadir membawa suasana berbeda bagi umat Islam di seluruh dunia. Hari pertama puasa memiliki makna yang sangat mendalam, karena menjadi gerbang pembuka menuju bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka.
Pada hari pertama inilah niat diperbaharui, hati ditenangkan, dan manusia memulai kembali perjalanan spiritualnya kepada Allah SWT. Tidak hanya perubahan pola makan, tetapi juga perubahan sikap, lisan, dan pikiran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Ayat ini menjadi dasar utama kewajiban puasa sekaligus menjelaskan tujuan besarnya, yaitu mencapai derajat takwa.
Makna Puasa di Hari Pertama
Hari pertama puasa sering disebut sebagai “hari pembukaan hati”. Pada momen ini manusia mulai meninggalkan rutinitas duniawi dan memasuki fase pengendalian diri.
Makna utamanya meliputi:
1. Reset Spiritual
Puasa menjadi kesempatan memperbaiki diri dari kesalahan masa lalu. Seperti lembaran baru, hari pertama menjadi titik awal taubat.
2. Latihan Pengendalian Diri
Menahan lapar hanyalah simbol. Hakikatnya adalah menahan amarah, ghibah, dan dosa.
3. Kesadaran Sosial
Rasa lapar menumbuhkan empati kepada fakir miskin.
4. Dekat dengan Allah
Hari pertama biasanya dipenuhi semangat ibadah: shalat, membaca Al-Qur’an, dan dzikir.
Keutamaan Puasa Hari Pertama Ramadhan
Banyak ulama menjelaskan bahwa awal Ramadhan memiliki keistimewaan khusus karena pintu rahmat dibuka selebar-lebarnya.
Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila datang malam pertama bulan Ramadhan, setan-setan dan jin durhaka dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup dan tidak ada satu pun yang dibuka, serta pintu-pintu surga dibuka dan tidak ada satu pun yang ditutup.”
(HR. Tirmidzi)
Keutamaannya:
1. Dibukanya Pintu Surga
Hari pertama menjadi tanda dimulainya musim pahala besar-besaran.
2. Dibelenggunya Setan
Gangguan maksiat berkurang sehingga manusia lebih mudah beribadah.
3. Doa Lebih Mustajab
Permohonan ampunan di awal Ramadhan sangat dianjurkan.
4. Penghapusan Dosa
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Keistimewaan Spiritualitas Hari Pertama
Hari pertama Ramadhan bukan sekadar permulaan kalender ibadah, tetapi awal perubahan jiwa.
1. Momentum Taubat Nasional Umat Islam
Masjid mulai ramai, tilawah meningkat, dan masyarakat lebih lembut.
2. Pahala Dilipatgandakan
Setiap amal sunnah bernilai wajib, dan amal wajib berlipat hingga berkali-kali.
3. Energi Iman yang Tinggi
Motivasi beribadah paling kuat terjadi pada hari-hari awal Ramadhan.
4. Malam Penuh Harapan
Umat Islam memulai tarawih dengan semangat baru dan harapan ampunan.
Amalan yang Dianjurkan di Hari Pertama
Agar tidak sekadar lapar dan haus, ulama menganjurkan memperbanyak ibadah sejak awal Ramadhan:
- Meluruskan niat puasa
- Memperbanyak istighfar
- Membaca Al-Qur’an
- Shalat tarawih
- Bersedekah
- Menjaga lisan
Rasulullah SAW mengingatkan:
“Banyak orang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga.”
(HR. Ahmad)
Artinya, kualitas puasa ditentukan oleh sikap, bukan hanya menahan makan.
Kesimpulan
Hari pertama puasa Ramadhan adalah fondasi seluruh ibadah selama satu bulan penuh. Jika diawali dengan niat tulus dan ibadah maksimal, maka hari-hari berikutnya akan mengikuti dengan baik.
Puasa bukan sekadar kewajiban, tetapi kesempatan Allah SWT membersihkan hati manusia. Pintu surga dibuka, dosa diampuni, dan doa dikabulkan.
Ramadhan mengajarkan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari satu hari dan bagi umat Islam, perubahan itu dimulai dari hari pertama puasa.
Penulis : Ivantri Gustianda


















