Suasana santai penuh tawa warnai laga persahabatan antara jurnalis dan Kejaksaan Negeri Lingga, jadi bukti sinergi bisa dibangun dari lapangan futsal.
Ihand.id | • Lingga – Suasana yang biasanya identik dengan formalitas dan keseriusan mendadak berubah hangat dan penuh gelak tawa.
Para jurnalis di Dabo Singkep bersama jajaran Kejaksaan Negeri Lingga di bawah kepemimpinan Rully Afandi, memilih cara berbeda untuk membangun kedekatan, bukan lewat rapat, melainkan lewat pertandingan fun futsal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tanpa peluit wasit resmi, laga tetap berjalan sengit namun santai. Lapangan futsal seketika menjadi arena adu skill yang tak hanya memacu adrenalin, tetapi juga mempererat hubungan dua profesi yang selama ini lebih sering bertemu dalam suasana formal.
Alih-alih membahas berkas perkara, umpan-umpan matang dan gol indah justru menjadi topik utama. Para jurnalis tampil percaya diri dengan gaya bermain khas “deadline mepet”, sementara tim kejaksaan tak kalah sigap menjaga lini pertahanan.
Tak jarang, aksi-aksi spontan di lapangan justru mencuri perhatian. Tawa pecah saat momen-momen lucu terjadi, menciptakan atmosfer yang jauh dari kesan kaku.
Salah satu jurnalis Batampos, Vatawari, mengaku sangat menikmati pertandingan tersebut. Ia bahkan menyebut laga ini sebagai “liputan paling berkeringat” yang pernah ia jalani.
“Seru sekali, ini bukan sekadar main bola, tapi juga ajang mempererat hubungan. Meski ngos-ngosan, yang penting happy,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Kepala Kejaksaan Negeri Lingga, Rully Afandi, turut mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, fun futsal menjadi sarana efektif untuk membangun komunikasi yang lebih cair antara jurnalis dan institusi penegak hukum.
“Kegiatan seperti ini sangat positif. Selain menjaga kebugaran, juga mempererat silaturahmi. Hubungan yang baik dengan rekan-rekan media tentu penting dalam mendukung keterbukaan informasi,” ungkapnya.
Meski berlangsung santai tanpa tekanan, pertandingan tetap menyuguhkan aksi-aksi menarik. Beberapa gol tercipta dari kerja sama tim yang solid, sementara lainnya hadir dari momen tak terduga yang justru menambah keseruan.
Lebih dari sekadar olahraga, kegiatan ini menjadi simbol bahwa sinergi tidak selalu harus dibangun di ruang rapat. Lapangan futsal pun mampu menjadi ruang dialog yang mencairkan sekat dan memperkuat kebersamaan.
Di tengah padatnya rutinitas kerja, momen seperti ini menjadi “kick off” yang menyegarkan. Karena di balik seriusnya profesi, ada kebutuhan sederhana untuk tertawa, berkeringat, dan menikmati kebersamaan.
Penulis : Ivantri Gustianda




















