Walaupun tidak ada dalil khusus yang menyebutkan keutamaan spesifik di hari kelima secara terpisah, namun secara umum setiap hari di bulan Ramadhan memiliki kemuliaan yang sama sebagai bulan penuh rahmat.
Beberapa keistimewaannya antara lain:
Rahmat Allah SWT Terus Mengalir
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ramadhan dikenal sebagai bulan rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka.
Doa Mustajab
Orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak tertolak, terutama saat berbuka.
Dibukanya Pintu Surga
Dalam hadis disebutkan bahwa ketika Ramadhan tiba, pintu-pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup.
Hari kelima menjadi kesempatan emas untuk memperbanyak doa, memohon kesehatan, keberkahan rezeki, serta keselamatan dunia dan akhirat.
Refleksi Spiritual di Hari Kelima
Memasuki hari kelima, umat Islam sebaiknya melakukan evaluasi diri:
Apakah shalat lima waktu sudah lebih khusyuk?
Apakah bacaan Al-Qur’an sudah rutin setiap hari?
Apakah lisan terjaga dari ghibah dan dusta?
Puasa yang berkualitas bukan hanya menahan lapar, tetapi juga menjaga seluruh anggota tubuh dari perbuatan dosa.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan keji, maka Allah tidak butuh terhadap puasanya dari makan dan minumnya.” (HR. Bukhari)
Hadis ini menjadi pengingat keras agar puasa di hari kelima tidak sekadar formalitas, melainkan benar-benar membentuk pribadi yang lebih baik.
Kesimpulan
Keutamaan puasa Ramadhan hari kelima terletak pada konsistensi, kesabaran, dan peningkatan kualitas ibadah. Dengan berlandaskan dalil Al-Qur’an dan hadis, umat Islam diajak untuk terus memperbaiki diri dan meraih pahala berlipat ganda.
Momentum hari kelima menjadi titik penguat agar semangat Ramadhan tidak kendor. Sebab setiap detik di bulan suci adalah kesempatan emas untuk menggapai ampunan dan ridha Allah SWT.
Semoga puasa kita di hari kelima dan seterusnya diterima serta membawa keberkahan bagi kehidupan dunia dan akhirat.
Penulis : Ivantri Gustianda
Halaman : 1 2


















