Makna puasa Ramadhan hari kelima lengkap dengan dalil Al-Qur’an dan hadis, serta keistimewaannya bagi umat Islam yang istiqamah beribadah.
Ihand.id | • Religi – Memasuki hari kelima bulan suci Ramadhan, umat Islam semakin ditempa untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan. Setelah melewati empat hari pertama dengan berbagai ujian lapar, dahaga, dan pengendalian diri, hari kelima menjadi momentum penting untuk memperkokoh istiqamah dalam beribadah.
Puasa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan hawa nafsu serta memperbaiki akhlak. Hal ini sebagaimana ditegaskan Allah SWT dalam Al-Qur’an.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalil Kewajiban dan Tujuan Puasa
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Pada hari kelima Ramadhan, semangat takwa ini seharusnya semakin tumbuh karena hati mulai terbiasa dengan ritme ibadah yang konsisten.
Makna Puasa di Hari Kelima Ramadhan
Hari kelima mengajarkan umat Islam tentang pentingnya kesabaran dan konsistensi. Jika di hari-hari awal semangat masih menggebu, maka di hari kelima mulai muncul ujian berupa rasa lelah dan rutinitas.
Makna yang dapat dipetik di antaranya:
1. Istiqamah dalam Ibadah
Konsistensi dalam shalat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, dan memperbanyak sedekah menjadi kunci meraih pahala berlipat.
2. Pembersihan Hati
Puasa membantu membersihkan hati dari sifat iri, dengki, dan amarah.
3. Meningkatkan Kepedulian Sosial
Rasa lapar yang dirasakan menjadi pengingat untuk lebih peduli terhadap kaum dhuafa.
Dalil Keutamaan dan Pahala Puasa
Dalam hadis riwayat Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah bersabda:
“Setiap amal anak Adam dilipatgandakan. Satu kebaikan dibalas sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Allah berfirman: Kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”
Hadis ini menunjukkan betapa istimewanya ibadah puasa. Bahkan balasannya langsung dari Allah SWT tanpa batas tertentu.
Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda:
“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hari kelima menjadi bagian dari proses meraih ampunan tersebut. Selama puasa dijalankan dengan iman dan keikhlasan, pintu ampunan Allah SWT terbuka luas.
Keistimewaan Puasa Ramadhan Hari Kelima
Penulis : Ivantri Gustianda
Halaman : 1 2 Selanjutnya


















