Memasuki hari keempat Ramadhan, umat Muslim diajak memperkuat kesabaran, memperbanyak istighfar, dan memperdalam makna takwa berdasarkan dalil Al-Qur’an dan hadis Rasulullah SAW.
Ihand.id | • Religi – Memasuki hari keempat bulan suci Ramadhan, semangat ibadah umat Muslim semakin teruji. Jika di hari-hari awal Ramadhan tubuh masih beradaptasi, maka pada hari keempat ini hati mulai lebih tenang, ritme ibadah semakin teratur, dan kekhusyukan kian terasa.
Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan proses pembentukan jiwa menuju derajat takwa. Hal ini ditegaskan Allah SWT dalam Al-Qur’an:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Ayat ini menjadi dasar utama kewajiban puasa Ramadhan dan menunjukkan bahwa tujuan akhirnya adalah takwa, kesadaran penuh akan kehadiran Allah dalam setiap aspek kehidupan.
Makna Puasa di Hari Keempat Ramadhan
Pada hari keempat Ramadhan, umat Muslim diingatkan untuk tidak sekadar menjalankan kewajiban, tetapi mulai meningkatkan kualitas ibadah. Makna puasa semakin dalam ketika seseorang mampu:
- Menjaga lisan dari perkataan sia-sia
- Mengendalikan amarah
- Memperbanyak istighfar dan doa
- Meningkatkan sedekah dan kepedulian sosial
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak membutuhkan ia meninggalkan makan dan minumnya.”
(HR. Bukhari)
Hadis ini menegaskan bahwa puasa harus diiringi dengan perbaikan akhlak. Hari keempat menjadi momentum evaluasi diri: apakah puasa yang dijalani sudah menjaga hati dan perilaku?
Dalil dan Dasar Keutamaan Puasa Ramadhan
Keutamaan puasa Ramadhan tidak hanya disebutkan dalam Al-Qur’an, tetapi juga dalam banyak hadis sahih. Salah satunya:
“Setiap amal anak Adam dilipatgandakan. Satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Allah berfirman: Kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”
(HR. Muslim)
Hadis ini menunjukkan betapa istimewanya ibadah puasa. Allah SWT secara langsung menyatakan bahwa pahala puasa adalah hak prerogatif-Nya untuk membalas.
Di hari keempat Ramadhan, pahala yang terus mengalir sejak awal bulan suci menjadi pengingat bahwa setiap detik ibadah tidak pernah sia-sia.
Keistimewaan Puasa Hari Keempat Ramadhan
Walaupun tidak ada hadis sahih yang secara khusus menyebutkan keutamaan setiap hari secara terpisah, namun para ulama menjelaskan bahwa setiap hari di bulan Ramadhan adalah hari penuh ampunan dan rahmat.
Dalam sebuah hadis disebutkan:
“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Keistimewaan hari keempat Ramadhan dapat dimaknai sebagai:
1. Pintu Ampunan Masih Terbuka Lebar
Setiap hari di bulan Ramadhan adalah kesempatan baru untuk menghapus dosa masa lalu.
2. Konsistensi Ibadah Mulai Terbentuk
Hari keempat menjadi fase penting membangun kebiasaan baik seperti shalat tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan sedekah.
3. Ujian Kesabaran Semakin Terasa
Kesabaran adalah inti dari puasa. Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”
(QS. Az-Zumar: 10)
4. Momentum Memperbanyak Doa
Rasulullah SAW bersabda:
“Ada tiga doa yang tidak tertolak: doa orang yang berpuasa hingga berbuka…”
(HR. Tirmidzi)
Hari keempat adalah waktu terbaik memperbanyak doa, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun umat.
Refleksi Spiritual di Hari Keempat Ramadhan
Ramadhan bukan hanya perjalanan 30 hari, melainkan perjalanan menuju perubahan diri. Hari keempat adalah titik awal memperkuat komitmen agar ibadah tidak hanya semangat di awal, tetapi terus meningkat hingga akhir bulan.
Umat Muslim dianjurkan untuk mulai memperbanyak:
- Tadarus Al-Qur’an
- Qiyamul lail
- Sedekah tersembunyi
- Memperbaiki hubungan silaturahmi
Karena sejatinya, Ramadhan adalah madrasah ruhani yang membentuk pribadi bertakwa.
Penutup: Jangan Biarkan Hari Keempat Berlalu Tanpa Makna
Keutamaan puasa Ramadhan hari keempat bukan terletak pada angka harinya, melainkan pada kualitas ibadah yang terus meningkat. Setiap hari adalah peluang emas untuk meraih ampunan, rahmat, dan pahala berlipat ganda.
Jika hari-hari sebelumnya masih penuh kekurangan, maka hari keempat adalah kesempatan memperbaikinya. Karena belum tentu kita bertemu Ramadhan berikutnya.
Mari jadikan puasa Ramadhan hari keempat sebagai momentum memperkuat iman, membersihkan hati, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah kita dan menjadikan Ramadhan tahun ini sebagai Ramadhan terbaik dalam hidup kita. Aamiin.
Penulis : Ivantri Gustianda


















