Suasana perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Dabo Singkep berlangsung penuh harapan setelah hujan turun sejak pagi hari, dipercaya sebagai simbol keberuntungan oleh warga Tionghoa setempat.
Ihand.id | • Dabo Singkep — Suasana perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili tahun 2026 di Kota Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, terasa berbeda. Sejak pagi hari, hujan turun merata membasahi permukiman warga, jalanan kota, hingga kawasan permukiman Tionghoa yang tengah merayakan pergantian tahun baru lunar.
Alih-alih mengganggu perayaan, hujan justru disambut sukacita oleh masyarakat. Warga menilai fenomena alam tersebut sebagai tanda baik untuk memulai tahun baru.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah seorang warga Tionghoa Dabo Singkep, Doni (32), mengungkapkan bahwa hujan yang turun tepat di hari pertama Imlek dipercaya membawa keberuntungan.
“Menurut kepercayaan kami, kalau hari pertama Imlek turun hujan itu pertanda hoki. Artinya rezeki akan lancar sepanjang tahun,” ujarnya, Selasa pagi (17/02/2026).
Dalam tradisi masyarakat Tionghoa, hujan memiliki makna simbolis yang erat dengan kemakmuran. Air dipandang sebagai unsur pembawa kehidupan, kesuburan, dan kelancaran usaha.
Karena itu, hujan yang turun di hari pertama Imlek sering dianggap sebagai doa alam bagi manusia. Banyak warga bahkan merasa lebih optimis menjalani tahun baru setelah melihat cuaca tersebut.
Di sejumlah rumah ibadah dan kediaman warga, aktivitas sembahyang tetap berlangsung. Aroma dupa bercampur udara sejuk menambah khidmat suasana perayaan.
Sebagian warga tetap melakukan tradisi berkunjung ke keluarga, membagikan angpao kepada anak-anak, serta menikmati hidangan khas Imlek bersama keluarga.
Walau intensitas hujan cukup stabil sejak pagi, aktivitas perayaan tidak terhenti. Anak-anak tetap bermain, sementara keluarga berkumpul menikmati momen kebersamaan.
Beberapa warga bahkan menilai hujan membuat suasana Imlek terasa lebih tenang dan damai dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Jadi lebih adem, lebih nyaman. Rasanya seperti tahun yang baik akan datang,” tambah Doni.
Bagi masyarakat Tionghoa, Imlek bukan sekadar pergantian kalender, melainkan awal harapan baru. Setiap pertanda alam sering dimaknai sebagai pesan keberuntungan.
Turunnya hujan pada hari pertama Imlek 2577 Kongzili di Dabo Singkep pun menjadi cerita tersendiri bagi warga. Mereka berharap tahun ini membawa kesehatan, kelancaran usaha, serta kehidupan yang lebih baik.
Di tengah rintik hujan yang terus turun, perayaan tetap berlangsung hangat, menandai awal tahun baru dengan optimisme dan doa keberkahan.
Penulis : Ivantri Gustianda

















