Hari terakhir Bazar Sembako Murah di Dabo Singkep diserbu warga. Sebanyak 1,5 ton beras ludes dalam dua jam. Kadis Perindagkop UMKM Lingga Febrizal Taufik sebut antusiasme masyarakat sangat tinggi.
Ihand.id | • Lingga – Hari terakhir pelaksanaan Bazar Sembako Murah di Dabo Singkep berubah menjadi lautan manusia. Antusiasme warga memuncak, bahkan melebihi hari-hari sebelumnya. Sejak pagi, antrean panjang sudah terlihat di titik penjualan beras, gula, dan minyak goreng.

Di bawah terik matahari dan dalam kondisi berpuasa, masyarakat tetap bertahan demi mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih murah dari harga pasar. Tak hanya kaum ibu, para bapak pun ikut berjejer rapi dalam barisan antrean.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hanya dalam waktu sekitar dua jam, sebanyak 1,5 ton beras SPHP ukuran 5 kilogram atau setara 300 karung besar habis terjual. Angka ini menjadi bukti nyata tingginya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok bersubsidi.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Lingga, Febrizal Taufik, selaku ketua panitia pelaksana, mengaku bersyukur melihat besarnya antusias warga.
“Alhamdulillah ini hari terakhir kita melakukan kegiatan bazar sembako murah. Semoga dari kegiatan ini masyarakat dapat terbantu mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dari harga pasar,” ujar Febrizal, Kamis (26/2).
Ia mengungkapkan, secara total pada hari terakhir, sebanyak 2,8 ton beras SPHP ukuran 5 kilogram berhasil terjual. Selain beras, 300 kilogram gula dan 250 liter minyak goreng juga ludes diserbu pembeli.
Menurutnya, kegiatan ini memang dirancang dalam waktu terbatas agar tidak mengganggu aktivitas jual beli pedagang di pasar maupun toko sembako setempat.
“Tujuan kita murni untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga murah. Tetapi kita juga tidak mau pasar dan toko yang menjual sembako menjadi terdampak dengan kehadiran bazar sembako murah ini,” tegasnya.
Febrizal juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Lonjakan pembeli di hari terakhir ini sekaligus menjadi cerminan bahwa stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok masih menjadi perhatian utama masyarakat.
Bazar sembako murah pun hadir bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan solusi nyata di tengah kebutuhan yang terus meningkat.
Penulis : Ivantri Gustianda


















