Bupati Lingga Kunjungi Rumah Tenun Penghasil Kain Telepok

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 2 Desember 2023 - 21:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ihand.id – Rumah Tenun Lingga telah diresmikan pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Lingga ke-20, di Daik, Kawasan Damnah, Kecamatan Lingga.

Bupati Lingga Muhammad Nizar, bersama Ketua Dekranasda Maratusholiha NIzar juga kembali mengunjungi lokasi tersebut baru-baru ini.

Bupati Lingga, M. Nizar mengunjungi rumah tenun penghasil kain telepok (foto: ist)

Nizar mengatakan, bahwa rumah tenun ini difungsikan untuk menghasilkan kain telepok.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kain Telepok yang dimaksud bukanlah hal yang baru tetapi sudah ada sejak lama dimasa kesultanan dan di tahun 2010 sudah mendapatkan HAKI,” kata Nizar.

Maka Nizar berharap, dalam menenum kain telepok ini dapat terus dilakukan, karena salah satu sumber pendapatan bagi para penenun.

Bupati Lingga, M. Nizar mengunjungi rumah tenun penghasil kain telepok (foto: ist)

“Sehingga ke depan akan lahir produk-produk yang menjadi kebanggaan bagi kabupaten lingga,” ungkapnya.

Mengenal Lebih Dalam Kain Telepok Kabupaten Lingga.

Menurut catatan sejarah, kain telepok atau telepuk ini telah ada dan berkembang pada masa Sultan Muhammad Syah yang memerintah tahun 1832-1841 Masehi.

Ini juga yang dikenal dengan marhum kedaton yang bersemayam di kompleks makam Bukit Cengkeh, Daik Lingga.

Kain tradisional ini merupakan akulturasi antara Budaya Melayu dan Budaya Bugis yang ketika itu sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di Negeri Bunda Tanah Melayu.

Kain Tenun juga telah mendapatkan pengakuan hak kekayaan intelektual atau haki pada tahun 2010 sebagai milik Kabupaten Lingga.

Makna dari kain telepuk yakni menelepuk atau memberikan motif pada kain menggunakan kertas emas dengan cap.

Baca Juga:  Camat Lingga Abdul Malik Memimpin Pelepasan 3 Jamaah Calon Haji dari Lingga

Dalam tradisi berpakaian di Lingga, kain telepuk dipakai untuk acara adat istiadat, seperti untuk pengantin bersanding dan menghadiri majelis upacara adat.

Orang-orang tua di Lingga menyatakan, kain telepuk tidak lazim dipakai oleh kaum wanita dan hanya dikhususkan untuk kaum laki-laki.

Dalam sejarah Kerajaan Lingga-Riau, kain telepuk tidak boleh sembarangan dipakai oleh masyarakat Melayu.

Mengenai aturan Istiadat bekerja besar bertabal kawin, kain telepuk dilarang dipakai oleh masyarakat yang bukan bangsawan di dalam menghadiri majelis.

Masyarakat Lingga bukan saja sekedar memakai, tetapi juga memproduksi kain telepuk dan menenun kain, khusunya di wilayah Daik, sebagai tempat kedudukan Istana Sultan Lingga-Riau.

Dari segi corak, Kain Telepuk berwarna dasar biru tua dan bermotif bunga-bunga kecil-kecil berwarna kuning emas.

Membuat motif kain telepuk secara tradisional menggunakan kertas emas dengan cara di cap pada kain.

Untuk melekatkan kertas emas melekat di kain digunakan perekat tertentu.

Untuk membuat motif pada kain telepuk, Menurut Siti Zainon Ismail, yakni kain yang telah digerus dibentang untuk proses menelepuk dilakukan.

Proses telepuk dimulakan dengan menyapu sedikit gam Arab pada lengan menggunakan sudip buluh atau bambu mengikut saiz sarang bunga telepuk yang hendak digunakan.

Sarang bunga akan ditekap pada lengan beragam lalu dicetak pada permukaan kain.

Kertas emas diletakkan dengan teliti di ruang bergam dan diketuk secara perlahan dengan batang berus buluh.

Baca Juga:  Dinsos Lingga Lakukan Survei Indeks Kepuasan Masyarakat Terkait Pelayanan Publik

Seterusnya lebihan perada disapu menggunakan berus bagi meninggalkan kesan motif yang dicetak saja.

Dalam membuat corak pada kain telepuk, ditambah motif kepala kain yang berbeda dengan motif dasar.

Kepala kain terletak ditengah-tengah dengan ukuran tertentu sepanjang lebar kain.

Kepala kain dibuat sebagai penghias kain agar lebih nampak indah dan jika dipakai diletak pada bagian belakang sebagai penanda pakaian kaum laki-laki.

Di masa kini karena keterbatasan peralatan, pembuatan motif kain telepuk mengikuti cara modern.

Pengrajin menggunakan plastik tipis transparan yang telah ditebuk tembus dengan bentuk motif tertentu.

Kain yang akan diberi motif diletakkan plastik sebagai acuan motif, kemudian diberi olesan cairan kental berwarna kuning keemasan berbahan tertentu.

Setelah dioles, plastik diangkat dan meninggalkan bentuk motif tertentu berwarna kuning keemasan.

“Kain yang telah diberi motif selanjutnya di jemur di bawah panas matahari hingga mengering. Selanjutnya agar bisa digunakan sebagai kain dagang, kain telepuk dijahit untuk dijadikan kain sarung,” sebutnya dalam catatan sumber Budaya Lingga.

Jenis-jenis motif yang digunakan pada kain telepuk, di antaranya ada motif bunga manggis kembang berisi, maknanya kesuburan dan kesehatan jasmani dan rohani.

Kemudian, motif bunga bertabur sekodi, maknanya kemuliaan dan keindahan dan lainnya. (yd)

Follow WhatsApp Channel ihand.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BGN Stop Dapur MBG Baru, Fokus Efisiensi Anggaran
Sekda Lingga Optimis Air Mineral BUMD Kembali Beroperasi, Siap Dongkrak PAD
Bupati Nizar Hadiri Ramah Tamah BRKS Lingga, PNS Pra Pensiun dan Purnabakti Dapat Edukasi Penting Jelang Masa Pensiun
Bupati Nizar Hadiri Nobar Piala Dunia 2026 Bersama Warga, Semangat Kebersamaan Menggema di Daik Lingga
Bupati Lingga Tinjau Lokasi Pemasangan Tiang PLN di Resun Pesisir, Warga Bergotong Royong Buka Jalur
Kain Telepuk Lingga Bersiap Tembus Panggung Nasional, Warisan Kesultanan Melayu Terus Dijaga dan Dilestarikan
Nobar Piala Dunia 2026 Digelar di 8 Kecamatan Kabupaten Lingga, Catat Lokasi Terdekat Anda!
Bupati Nizar Dorong Penetapan Kawasan Konservasi Daerah, Investasi Jangka Panjang untuk Masa Depan Lingga
Berita ini 94 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:40 WIB

BGN Stop Dapur MBG Baru, Fokus Efisiensi Anggaran

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:10 WIB

Sekda Lingga Optimis Air Mineral BUMD Kembali Beroperasi, Siap Dongkrak PAD

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:51 WIB

Bupati Nizar Hadiri Ramah Tamah BRKS Lingga, PNS Pra Pensiun dan Purnabakti Dapat Edukasi Penting Jelang Masa Pensiun

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:45 WIB

Bupati Nizar Hadiri Nobar Piala Dunia 2026 Bersama Warga, Semangat Kebersamaan Menggema di Daik Lingga

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:37 WIB

Bupati Lingga Tinjau Lokasi Pemasangan Tiang PLN di Resun Pesisir, Warga Bergotong Royong Buka Jalur

Berita Terbaru

Kepala BGN, Nanik S. Deyang | f. Redaksi

Berita Nasional

BGN Stop Dapur MBG Baru, Fokus Efisiensi Anggaran

Sabtu, 13 Jun 2026 - 20:40 WIB

Produksi air mineral milik BUMD Kabupaten Lingga melalui PT PSM ditargetkan mulai beroperasi Agustus 2026. Sekda Armia optimis program ini mampu meningkatkan PAD dan membuka pasar hingga luar daerah | f. Redaksi

Berita Harian Lingga

Sekda Lingga Optimis Air Mineral BUMD Kembali Beroperasi, Siap Dongkrak PAD

Sabtu, 13 Jun 2026 - 20:10 WIB