Abraham Lincoln: Presiden Rakyat yang Mengakhiri Perbudakan dan Menyelamatkan Amerika

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 21 Februari 2026 - 14:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Abraham Lincoln adalah Presiden Amerika Serikat yang menghapus perbudakan dan memimpin negara melalui Perang Saudara | f. Redaksi ihand.id

Abraham Lincoln adalah Presiden Amerika Serikat yang menghapus perbudakan dan memimpin negara melalui Perang Saudara | f. Redaksi ihand.id

Dari gubuk kayu di perbatasan hingga Gedung Putih, perjalanan Abraham Lincoln mengubah sejarah Amerika Serikat dan hak asasi manusia dunia.

Ihand.id | • Feature  – Nama Abraham Lincoln tercatat sebagai salah satu tokoh paling menentukan dalam sejarah modern. Ia bukan hanya presiden, tetapi simbol keberanian moral ketika sebuah bangsa berada di ambang kehancuran.

Lincoln memimpin Amerika Serikat pada masa tergelapnya, sebuah era ketika negara terpecah, saudara melawan saudara, dan perbudakan menjadi luka kemanusiaan terbesar. Dari tangannya lahir keputusan yang mengubah arah sejarah: menghapus perbudakan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anak Desa yang Belajar dari Kehidupan

Abraham Lincoln lahir pada 12 Februari 1809 di sebuah kabin kayu sederhana di Kentucky. Ia tidak tumbuh dalam kemewahan atau pendidikan elit. Bahkan, ia hanya menerima pendidikan formal sekitar satu tahun sepanjang hidupnya.

Namun, Lincoln memiliki rasa ingin tahu yang luar biasa. Ia membaca buku apa saja yang bisa didapat, di dekat api unggun, di ladang, bahkan sambil bekerja. Dari situlah terbentuk karakter yang kelak dikenal dunia: sederhana, jujur, dan memiliki empati besar terhadap penderitaan manusia.

Ia kemudian menjadi pengacara di Illinois. Bakat retorika dan logikanya menjadikannya tokoh politik yang cepat dikenal. Tetapi satu isu membuatnya berbeda dari politisi lain: penolakannya terhadap perbudakan.

Baca Juga:  Bupati dan Wakil Bupati Lingga Pimpin Percepatan Pengaktifan Lahan Cetak Sawah, Fokus Perkuat Ketahanan Pangan

Amerika Terbelah oleh Perbudakan

Pada abad ke-19, Amerika Serikat terpecah antara negara bagian Utara yang menolak perbudakan dan Selatan yang bergantung pada tenaga budak. Ketegangan ini akhirnya meledak menjadi American Civil War.

Ketika Lincoln terpilih sebagai presiden pada 1860, sebelas negara bagian Selatan memisahkan diri dan membentuk Konfederasi. Negara berada di ambang runtuh bahkan sebelum ia benar-benar memerintah.

Bagi Lincoln, perang bukan sekadar soal wilayah tetapi tentang masa depan moral Amerika.

Proklamasi Emansipasi: Titik Balik Sejarah

Pada 1 Januari 1863, Lincoln mengeluarkan Emancipation Proclamation (Proklamasi Emansipasi). Dokumen ini menyatakan bahwa budak di wilayah pemberontak harus dibebaskan.

Keputusan tersebut sangat berani. Ia berisiko kehilangan dukungan politik, memperpanjang perang, bahkan memicu kekacauan nasional. Namun Lincoln percaya:

Negara yang berdiri di atas kebebasan tidak bisa bertahan dengan perbudakan.

Proklamasi itu tidak langsung membebaskan semua budak, tetapi mengubah arah perang. Perang Saudara Amerika berubah dari konflik politik menjadi perjuangan moral melawan perbudakan.

Menjaga Persatuan Bangsa

Selama perang, Lincoln menghadapi tekanan luar biasa, kekalahan militer, kritik publik, dan jutaan korban jiwa. Namun pidatonya yang terkenal, Gettysburg Address, menegaskan kembali tujuan bangsa:

Baca Juga:  Presiden Prabowo Tegaskan Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas Utama APBN 2025

“bahwa pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat tidak akan lenyap dari bumi.”

Di bawah kepemimpinannya, Amerika Serikat tetap utuh. Pada 1865, Konfederasi menyerah. Perbudakan akhirnya dihapus secara konstitusional melalui Amendemen ke-13.

Akhir Tragis Seorang Pembebas

Kemenangan itu tidak berlangsung lama. Pada 14 April 1865, hanya beberapa hari setelah perang berakhir, Lincoln ditembak oleh seorang simpatisan Konfederasi saat menonton teater.

Keesokan harinya, ia wafat. Dunia berduka. Amerika kehilangan pemimpin yang berhasil menyelamatkan negara sekaligus memperluas makna kebebasan.

Warisan Abraham Lincoln

Warisan Lincoln melampaui batas Amerika. Ia membuktikan bahwa kepemimpinan sejati bukan soal kekuasaan, tetapi keberanian mengambil keputusan moral saat paling berisiko.

Ia dikenang sebagai:

  • Penjaga persatuan negara
  • Penghapus perbudakan
  • Simbol demokrasi modern

Namanya kini sejajar dengan tokoh besar dunia yang memperjuangkan martabat manusia.

PENUTUP

Abraham Lincoln datang dari latar sederhana, tetapi meninggalkan pengaruh besar dalam sejarah umat manusia. Ia tidak hanya memimpin perang, ia mengubah arti kebebasan.

Di tengah dunia yang masih menghadapi diskriminasi dan konflik, kisahnya menjadi pengingat bahwa satu keputusan berani dapat mengubah nasib jutaan manusia.

Lincoln menunjukkan bahwa kekuatan terbesar seorang pemimpin bukanlah senjata, melainkan keberanian moral untuk melakukan yang benar.

Penulis : Redaksi

Follow WhatsApp Channel ihand.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keutamaan Puasa Ramadhan Hari Ketiga: Allah Membersihkan Dosa dan Menguatkan Hati Orang Beriman
Wabup Novrizal Serahkan 30 Bibit Kelapa di Desa Kelumu, Langkah Nyata Perkuat Ketahanan Pangan dan Cegah Stunting
Keutamaan Puasa Ramadan Hari Kedua: Saat Hati Mulai Tenang dan Doa Lebih Mustajab
Pemkab Lingga Gelar Entry Meeting Pemeriksaan LKPD 2025 Bersama BPK RI
Duta Ramadan di Lingga: Dhuha dan Tadarus Satukan Aparatur, Bangun Spirit Pengabdian
Camat Singkep Barat Tinjau Lokasi Koperasi Desa Merah Putih di Kuala Raya, Dorong Ekonomi Warga
Keutamaan Membaca Al-Qur’an di Hari Pertama Puasa: Amalan Pembuka Ramadhan yang Penuh Pahala dan Keberkahan
Hari Pertama Puasa Ramadhan: Keutamaan, Makna Spiritual, dan Dalil yang Menjadi Fondasi Ibadah Umat Islam
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 14:49 WIB

Abraham Lincoln: Presiden Rakyat yang Mengakhiri Perbudakan dan Menyelamatkan Amerika

Sabtu, 21 Februari 2026 - 14:34 WIB

Keutamaan Puasa Ramadhan Hari Ketiga: Allah Membersihkan Dosa dan Menguatkan Hati Orang Beriman

Sabtu, 21 Februari 2026 - 13:37 WIB

Wabup Novrizal Serahkan 30 Bibit Kelapa di Desa Kelumu, Langkah Nyata Perkuat Ketahanan Pangan dan Cegah Stunting

Jumat, 20 Februari 2026 - 21:03 WIB

Keutamaan Puasa Ramadan Hari Kedua: Saat Hati Mulai Tenang dan Doa Lebih Mustajab

Jumat, 20 Februari 2026 - 18:13 WIB

Pemkab Lingga Gelar Entry Meeting Pemeriksaan LKPD 2025 Bersama BPK RI

Berita Terbaru

Pemerintah Kabupaten Lingga menggelar entry meeting pemeriksaan interim LKPD 2025 bersama BPK RI. Pemda siap dukung audit demi transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah | f. Diskominfo Lingga

Berita Harian Lingga

Pemkab Lingga Gelar Entry Meeting Pemeriksaan LKPD 2025 Bersama BPK RI

Jumat, 20 Feb 2026 - 18:13 WIB