Ketimpangan transfer dana pusat dan provinsi membuat Pemkab Lingga harus ekstra hati-hati dalam mengelola keuangan daerah.
Ihand.id |• Lingga – Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga, H. Armia, akhirnya angkat bicara terkait kondisi keuangan daerah yang tengah menjadi sorotan, khususnya soal tunda bayar yang terjadi.
Dalam keterangannya, Sabtu (25/4/2026), Armia mengungkapkan bahwa arus keuangan daerah saat ini mengalami ketimpangan antara dana masuk dan kebutuhan belanja yang harus dipenuhi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, setiap bulan Pemerintah Kabupaten Lingga menerima transfer dana dari pemerintah pusat sekitar Rp32 miliar. Namun, dana bagi hasil dari pemerintah provinsi hingga kini belum juga terealisasi.
“Setiap bulan sekitar Rp32 miliar masuk dari pusat, tapi dari provinsi belum juga ditransfer,” ungkap Armia.
Kondisi tersebut, kata dia, membuat pengelolaan keuangan daerah harus dilakukan dengan sangat hati-hati, mengingat sebagian besar anggaran langsung terserap untuk kebutuhan wajib yang tidak bisa ditunda.
Armia merinci, dari total dana yang masuk, sekitar Rp20 miliar digunakan untuk pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN), Rp7 miliar untuk Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), Rp3 miliar untuk Dana Desa, serta sekitar Rp3 miliar untuk kewajiban BPJS.
“Uang yang masuk itu langsung habis untuk kebutuhan wajib,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, ruang fiskal daerah menjadi sangat terbatas, sehingga berdampak pada terjadinya tunda bayar untuk sejumlah kegiatan atau kewajiban lainnya.
Meski demikian, Armia memastikan bahwa tunda bayar tersebut bukan berarti tidak akan dibayarkan. Ia meminta semua pihak untuk bersabar karena pemerintah daerah tetap berkomitmen menyelesaikan kewajiban tersebut
“Sabar, tunda bayar pasti dibayar,” tegasnya.
Lebih lanjut, Armia juga menegaskan bahwa opsi pinjaman ke bank tidak bisa dijadikan solusi untuk menutup tunda bayar.
Hal ini karena penggunaan dana pinjaman telah diatur secara ketat dan tidak boleh dialihkan dari peruntukannya.
“Pinjaman itu bukan untuk tambal sulam tunda bayar, ada aturan yang harus dipatuhi,” tutupnya.
Meski demikian, ia memastikan pembayaran tunda bayar kepada pihak ketiga tetap menjadi perhatian. Ia menargetkan sebagian kewajiban dapat diselesaikan dalam waktu dekat.
“Desember nanti kita perkirakan sudah dapat melunasi sekitar 50 persen tunda bayar,” ungkapnya.
Penulis : Vatawari




















